• Kontak Kami
  • Hotline : 081394499700
  • SMS : 081394499700
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Produk » Argokomplek » Pertanian » SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

Ditambahkan pada: 26 March 2017 / Kategori:
Kode : SPRB
Berat : 3000 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 3.512 kali
Review : 2 reviews
Rp 500.000
Tentukan Pilihan!

# SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah) kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

SUPERNASA adalah produk pupuk organik padat dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang memiliki formula alami untuk memperbaiki tanah yang rusak, menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman dan membantu meningkatkan perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat untuk tanaman. SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk kimia (Urea, SP-36, dan KCI).

POP SUPERNASA Kemasan Besar

Pupuk organik padat (POP) SUPERNASA merupakan perkembangan dari pupuk cair organik NASA. Tersedia dalam kemasan besar 3 kg yang merupakan jawaban akan permintaan produk-produk NASA yang semakin besar, setelah sebelumnya sukses dengan produk SUPERNASA kemasan 250 gram. Kemasan 3 kg ini sangat cocok dan menguntungkan untuk para petani yang memiliki lahan yang luas, dari segi harga juga lebih ekonomis.

Bentuk SUPERNASA

Pop_Supernasa_Pupuk_Organik_Kemasan_Besar

Berbentuk seperti serbuk, berwarna hitam kecoklatan, sangat mirip dengan tanah. Teksturnya tidak seperti pasir atau tepung, tetapi agak kempal lengket dan baunya agak menyengat hidung.

Pertanian di Indonesia

Pelaksanaan pembangunan pertanian pada sekitar empat dasa warsa lalu telah memberikan dampak negatif pada perilaku dan pendapatan petani belum lagi kualitas lingkungan yang menuntut pergeseran paradigma pembangunan pertanian ke arah pertanian berkelanjutan. Pada dasarnya pembangunan pertanian berkelanjutan merupakan implementasi dari konsep pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani secara luas.

Hal itu dilakukan untuk melalui peningkatan produksi pertanian secara kuantitas dan kualitas, dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Pembangunan pertanian dilakukan secara seimbang dan disesuaikan dengan dukungan dari ekosistem sehingga kontinuitas dari produksi dapat dipertahankan dalam jangka panjang serta dapat menekan tingkat kerusakan lingkungan sekecil mungkin. Pertanian organik merupakan salah satu perwujudan sistem pertanian berkelanjutan.

Produk hortikultura yang merupakan unggulan seharusnya mampu untuk bertahan sebagai ciri khas daerah sehingga peningkatan daya saing melalui perbaikan kualitan dan kuantitas menjadi suatu keharusan. Untuk mendukung program pengembangan menuju pertanian organik secara nasional dan sebagai upaya pemecahan masalahan tentang degradasi kualitas tanah pada lahan pertanian, kebijakan tentang pembangujnan pertanian harusnya diperbaiki.

Kebijakan tentang pembangunan pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura diarahkan menuju pada penerapan sistem pertanian organik. Isu isu strategis yang berkembang tentang tingginya pemakaian pestisida harusnya dicarikan solusi dan upaya pemecahan masalahnya. Tiap upaya pembangunan termasuk pembangunan sektor pertanian organik memerlukan rencana sebagai acuan pelaksanaan pembangunan.

Secara umum sistem pertanian disebut pertanian yang organik saat proses produksi pangan dan produk pertanian terjadi secara alamiah dan tidak mengandalkan pupuk dan pestisida kimia, hormon buatan, antibiotik seperti sering digunakan dalam peternakan. Sistem pertanian organik disimpulkan jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Sistem pertanian dibangun berdasarkan pemahaman tentang pengetahuan sifat sifat alam.
  2. Tanah diperlakukan sebagai entitas yang hidup dan terdiri atas organisme dan mikroba yang menentukan kesuburannya yang harus selalu dipelihara dan dilindungi dalam proses penggarapannya untuk memperoleh hasil pertanian.
  3. Tidak memerlukan input non organik dan tidak menggunakan air berlebihan
  4. Mengandalkan mineral alam seperti dari batu batuan untuk memelihata kesuburan tanah.
  5. Penanganan dan pencegahan hama atau penyakit dilakukan melalui rotasi tanaman, pilihan varietas, penggunaan pestisida nabati.
  6. Memiliki sifat multikultur.
  7. Menggunakan metode mekanik
  8. Memperhatikan kesejahteraan hewan ternak dalam hal nutrisi, kandang dan kesehatan secara umum.
  9. Memperhatikan dampak pengelolaan pertanian terhadap lingkungan hidup dan konservasi habitat.

Dengan demikian dalam prakteknya pertanian organik dikenal sebagai kegiatan bercocok tanam yang berkaitan juga dengan kegiatan kegiatan pertanian yang lain seperti misalnya pembuatan pupuk kompos dari limbah tanaman, dan peternakan yang limbahnya bisa dijadikan pupuk kompos. Kegiatan pertanian secara organik terdiri atas beberapa kegiatan pertanian yang terintregrasi. Pertanian organik biasanya mengandalkan sistem multikultur, yaitu pada waktu yang sama dalam sebidang lahan dapat ditanami berbagai macam tanaman.

Selain memiliki tujuang untuk menjamin pasokan produk organik secara berkesinambungan, sistem multikultur ini akan mengurani resiko dari serangan hama yang juga menorehkan kata ramah linkungan karena lebih menjamin adanya keanekaragaman hayati.

Pengelolaan tanah merupakan aspek yang sangat penting dalam pertanian organik karena hal ini adalah kebalikan dari pertanian konvensional dimana lebih menekankan pada hasil produksi semaksimal mungkin tanpa mempedulikan alam sekitarnya. Perlakuan terhadap lahan ini menggunakan pupuk kimia, pestisida dan peralatan berat di dalam pertanian konvensional yang membuat lahan pertanian menjadi miskin dalam biodiversity. Pupuk kimia dan pestisida mencemari air tanah, sungai dan udara.

Pencemaran air tanah akan membuat retensi air mengecil sehingga membutuhkan lebih banyak air dalam bercocok tanam dan membuatnya mudah longsor. Pada musim kemarau lahan itu akan menjadi sulit ditanami. Selain menggunakan lebih banyak energi, pertanian konvensional juga merupakan kontributor terhadap perubahan iklim. Cara cara yang digunakan oleh pertanian organik nantinya akan dapat mengembalikan kesuburan tanah dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dengan kata lain pertanian organik memberikan eksternalitas positif terhadap lingkungan hidup. Peternakan organik sebagai salah satu rantai proses organik dilakukan dengan standar perlakuan yang membuat ternak menjadi sehat dan menghasilkan output yang sehat dan tidak membahayakan manusia bila digunakan untuk bahan pupuk. Pertanian organik memerlukan lebih banyak tenaga kerja dari pembuatan pupuk, pestisida, penyemaian dan panen yang harus dilakukan secara manual.

Hal ini sangat baik terutama bagi negara berkembang, dengan demikian pertanian organik memiliki kontribusi yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Pertanian organik juga dapat menjadi sarana pengembangan pedesaan yang mandiri dalam hal pangan karena teknik produksinya yang mudah dilakukan tanpa modal yang besar.

Pemilihan Produk Organik

Bila diminta untuk memilih maka konsumen tentunya memilih produk organik daripada non organik. Konsumen tentunya mengerti dan mengetahui bahwa produk organik lebih sehat, aman, dan memiliki nutrisi lebih tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Pertumbuhan produk organik tidak dapat diketahui oleh para konsumen sehingga menyebabkan banyak sekali petani yang melakukan kecurangan dalam menjual produk organik bernilai jual tinggi.

Kebanyakan di negara negara lain terdapat sertifikasi bagi produsen atau petani untuk lahannya yang dikelola secara organik dan bagi pedagang antara yang menjadi pengemas produk. Di Indonesia lembaga yang menangani produk dan sertifikasi bahwa produk yang dijual atau dilabel sebagai organik adalah SNI, yang telah diakreditasi oleh KAN.

Di Amerika Serikat pencantuman kata organik diatur oleh hukum. Standar disana untuk barang yang diproduksi di Amerika Serikat atau diimpor olehnya memperbolehkan empat macam penggunaann kata organik yaitu 100% organic, minimal 95% organik. mengandung setidaknya 70% bahan organik. Dan yang berhak menggunakan logo organik adalah yang lebih dari 95% organik. Di Indonesia kata organik seringnya malah digunakan sebagai bagian dari nama merek walau produk yang dimaksud tidak disertifikasi.

Pengembangan dalam pertanian organik di Indonesia dapat menjadi suatu alternatif pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia untuk jangka panjang. Oleh karena itu penerapan pertanian organik dianggap sebagai salah satu dari pendekatan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Di dalam pengembangan pertanian organik ini tidak terlepas dari program pembangunan pertanian secara keseluruhan.

Namun di dalam sosialisasinya dan penerapannya di lapangan, seringkali hal ini menjadi kendala, bahwa agaknya terlalu beresiko untuk mengarahkan petani menerapkan pertanian organik kalau petani itu tidak mampu memberikan jaminan dan bukti nyata terhadap peningkatan harga dan pendapatan petani dengan korbanan besar yang harus mereka lakukan dalam menerapkan usaha tani organik ini.

Perhatian masyarakat tani akan pangan organik di Indonesia masih sangat kecil, karena mangsa pasar juga relatif kecil sekitar 3% saja karena keterbatasan dalam kalangan ekonoi menengah ke atas di daerah perkotaan. Dengan begini mangsa pasarnya cenderung cepat menjadi jenuh jika produksinya melebihi permintaan. Maka harga dari produk semerta merta akan menjadi turun drastis.

Di negara maju produk pertanian organik hanya ada 3-4 persen saja dari mangsa pasar yang ada. Dan lagi itu semua terbatas pada konsumen tertentu saja sehingga terlalu kecil bila dijadikan target pemasaran ekspor. Di negara Indonesia pertanian organik masih kesulitan di dalam pemasaran produknya utnuk mendapatkan harga yang layak. Pada umumnya produk pangan organik dihargai sama dengan produk pertanian biasa.

Berbagai permasalahan seputar pertanian organik dapat diatasi dengan kesungguhan petani dengan bantuan fasilitas pemerintah. Dengan solusi alternatif ini diharapkan sistem pertanian organik di masa depan akan dapat berkembang menjadi salah satu altenatif pemenuhan kebutuhan pangan di dalam negeri. Untuk itu diperlukan penelitian mendalam terhadap sistem pertanian organik ini.

Banyak sekali bidang penelitian terkait untuk mendukung perkembangan pertanian organik. Dimulai dengan kajian tentang penyediaan pupuk organik dapat terpenuhi. Bidang lain dari penelitian tentang produk organik ini adalah terkait dengan pengetahuan tentang kesesuaian tanaman yang ditanam secara multikultur dan pemutusan siklus hama dengan rotasi tanaman. Hingga kini belum ada hasil penelitian yang dapat menjelaskan hal tersebut. Selama ini petani hanya mencoba coba dari beberapa kali pengalaman mereka bercocok tanam.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman secara alami merupakan hal yang paling berat dalam sistem pertanian manapun. Kegagalan panen merupakan ancaman besar bagi petani sehingga sangat dibutuhkan riset tentang bahan alami yang mengandung bahan insektisida dan penerapannya dalam pertanian. Pengetahuan akan perbaikan lahan dengan sistem pertanian organik sudah diketahui namun sejauh mana sistem ini menjaga keberelangsungan lahan pertanian perlu diketahui agar dapat digunakan untuk jangka panjang.

Pertanian berkelanjutan sebagai padanan istilah agrokosistem dipakai pertama kali oleh para pakar pertanian FAO. Pertanian ini mengacu pada modifikasi ekosistem alamiah dengan sentuhan campur tangan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, serat, dan kayu untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Konsep pertanian berkelanjutan ini mulai dikembangkan sejak terjadi kemerosotan pada produktivitas pertanian akibat green revolusion.

Green revolution atau revolusi hijau memang sukses pada produktivitasnya pada hasil panen yang sangat melimpah dan menakjubkan. Tetapi dibalik itu semua terdapat sisi buruk dan eksternalitas negatif misalnya erosi tanah yang berat, punahnya keanekaragaman hayati, pencemaran air, dan bahaya residu bahan kimia pada hasil hasil pertanian yang dikonsumsi.

Para pakar ilmu tanah atau agronomi menggunakan istilah sistem pertanian berkelanjutan sebagai LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture), yang merupakan sistem pertanian yang berupaya meminimalkan penggunaan inpu benih, pupuk kimia, pestisida dan bahan bakar dari luar ekosistem dan dalam jangka panjang karena dapat membahayakan kelangsungan hidup pertanian.

Kata sustainable mengandung dua makna yaitu maintenance dan prolong. Artinya adalah pertaian berkelanjutan harus mampu merawat atau menjaga dalam jangka waktu yang panjang.

Suatu sistem pertanian dapat dikatakan berkelanjutan jika mantap secara ekologis, yang berarti kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan dari manusia, tanaman dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Kedua hal ini akan terpenuhi jika tanah pertanian dikelola dan kesehatan tanaman, hewan serta masyarakatnya dipertahankan melalui proses biologis. Petani diharapkan dapat mencakup pertanian berkelanjutan seperti ini.

Kemudian sistem itu bisa berlanjut secara ekonomis yang berarti bahwa petani dapat cukup menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan dan pendapatan sendiri serta mendapat penghasilan yang mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan biaya yang dikeluarkan. Keberlanjutan ekonomis ini dapat diukur bukan hanya dalam hal produk usaha tani yang langsung namun juga dalam hal fungsi seperti melestarikan sumber daya alam dan meminimalisi resiko dari yang mungkin terjadi.

Bahan Baku SUPERNASA

Terbuat dari bahan-bahan alami dari Indonesia, yaitu rumput-rumputan dan tumbuhan lain yang memiliki kandungan pupuk yang besar.

Kemasan SUPERNASA

Dikemas dengan sangat menarik, dengan memakai box kotak dan botol plastik warna putih. Ada dua kemasan SUPERNASA yaitu 250 gram dan kemasan besar 3 Kg. Kemasan kecil 250 gram dapat digunakan untuk luas lahan 1.000 meter. Sedangkan kemasan besar 3 Kg, dapat digunakan untuk pemupukan lahan seluas 1 hektar.

Kandungan SUPERNASA

SUPER NASA adalah pupuk organik atau pupuk alami yang didalamnya mengandung N1,46%, P2O5 1,53%, K2O5,72%, C Organik 29,66%, Zn 130,71ppm, Cu 6,11ppm, Mn 374,92ppm, Co 10,64ppm,

Fe 5650,20ppm, Ca 3,75%, S 1,23%, Mg 1,23%, Cl 1,24%, Na 3333,76%, Si 10,80% Al 4541,21ppm, NaCl 2,04%, So4 4,16%, Mo < 0,2ppm, B 580,4ppm, pH 7,80, C/N ratio 20,33%, Lemak 0,06%, Protein 9,13%, Karbohidrat 0,97%, Asam Humat 1,25%, Kadar Air 22,42%

Bebas logam berat ( Pb, Cd, Hg, As) Bebas Mikroba ( E.Coli, Saimonella )

Manfaat SUPERNASA

  1. Untuk mengurangi penggunaan pupuk NPK kimia sekitar 50% sampai 75%, sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik.
  2. Untuk memperbaiki lahan yang rusak, karena mengandung humat dan fulvat yang secara bertahap akan memperbaiki kegemburan tanah yang keras dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bemanfaat untuk tanaman.
  3. Dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanaman pangan seperti palaija, padi, dan lain-lain, untuk tanaman holtikultura seperti buah, sayuran, dan bunga, dan dapat diaplikasikan untuk jenis tanaman tahunan seperti kelapa sawit, kakao, karet, dan lain-lain. Mengandung unsur hara, nutrisi mikro dan makro yang lengkap bagi tanaman.
  4. Dapat memacu pembentukan senyawa polifenol untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
  5. Kandungan hormon atau zat pengatur tumbuh (giberelin, auxin, sitokinin) dapat mempercepat pertumbuhan akar, perkembangan biji, pertumbuhan tanaman mengurangi kerontokan bunga dan buah, serta memperbanyak pertumbuhan bunga dan buah.
  6. Dapat melarutkan SP-36 dengan cepat.

Cara Aplikasi :

  1. Dapat dilarutkan atau dicampur air bersamaan dengan Natural GLIO dan NPK makro. Kemudian didiamkan selama 3 hari atau 1 minggu dan baru dapat dikocorkan pada tanaman.
  2. Atau dapat diaplikasikan dengan cara lain yaitu dengan menaburkan langsung di sekitar tanaman.

SUPERNASA kemasan 3 kg cocok untuk para petani yang mempunyai kebutuhan besar akan pupuk organik. Dapatkan SUPERNASA kemasan besar 3 kg hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

 ----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

2 review untuk SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

  • mumtaziriin - Kota Bangko Kabupaten Merangin Jambi

    saya sudah pesan pupus pop super nasa isi 3 kg sebanyak 3 box
    rencana untuk tanaman kopi, sekarang sudah siap galian lobang tanam,
    mohon panduan penggunaan pop super nasa 3 kg untuk pupuk dasar beserta cara penggunaannya
    terima kasih

    Rating: 3 / 5

    • Linda Kartika

      selamat pagi pak
      untuk pemakaian pupuk supernasa ini dengan cara ditabur ditanah sebanyak 30gram/ pohon atau sebanyak satusendok makan
      interval pemupukan 3-4 bulan sekali 🙂

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait SUPERNASA Kemasan 3 Kg (Meningkatkan Kesuburan Tanah)

Rp 40.000
Ready Stock / A-810

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

Best Seller
OFF 21%
Rp 275.000 Rp 349.000
Ready Stock / WHTE
Best Seller
OFF 16%
Rp 250.000 Rp 299.000
Ready Stock / HDE
OFF 20%
Rp 180.000 Rp 225.000
Ready Stock / EYECARE
SIDEBAR