0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

POC NASA (Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen)

Rp45,000.00

-
+

Untuk pemesanan, silahkan klik tombol di bawah ini:

Beli via WhatsApp Beli via SMS

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via SMS di 6281394499700 pada perangkat handphone Anda.

×
Chat di LINE

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via LINE di Admincantek pada perangkat handphone Anda.

×
Telepon Kami

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via Phone di 6281394499700 pada perangkat handphone Anda.

×
Beli via Telegram

Deskripsi

Dunia pertanian menjadi sangat langka untuk di temukan, hal ini karena para generasi milineal jurang begitu tertarik terhadap dunia pertanian. Selain itu beberapa orang menganggap bahwa dunia pertania tidak begitu modern.hal inilah yang menjadikan kurangnya minat seseorang terhadap dunia pertanian.

Namun tak jjarang beberapa orang sangat tertarik terhadap dunia pertanian hal ini karena memang mereka menyukai pola pikir produktif. Bayangkan saja berapa omset yang bisa di ambil jika kita dapat mengelola tanama, tentu sangat banyak. Selain itu dengan kita menyukai dunia pertania kita akan hdpu sehat karena segala sesuatu yang kita inginkan hanya dengan memetik saja.

Pupuk sebagai sumber nutrisi tanaman dalam upaya merangsang pertumbuhan tanaman. Hal ini sangat penting di lakukan demi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang subur tentu ada faktor lain yang di gagas, salah satunya yakni pupuk. Metode penyebaran pupuk yang baik akan membuat tumbuhan semakin subur. Oleh karenanya bagi anda yang ingin menyukai dunia pertanian maka hal ini sangat di butuhkan oleh anda.

PT Natural Nusantara telah memberikan produk khusus untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman anda. PT Natural Nusantara memiliki beberapa produk yang sangat di butuhkan oleh para petani diantaranya yakni pupuk. Dengan menggunakan Pupuk Organik Cair Multiguna NASA maka dapat di pastikan anda akan terhindar dengan pengalaman pahit gagal panen.

Pupuk Organik Cair Multiguna NASA sangat membuktikan khasiatnya dengan kandungan organik di dalamnya sehingga sanagt berguna bagi anda. Dengan menggunakan Pupuk Organik Cair Multiguna NASA maka tanaman anda akan semakin subur. Selain itu Pupuk Organik Cair Multiguna NASA juga dapat membuat tanah anda subur sehingga tidak perlu ragu di tanami tanaman apapun.

Pupuk Organik Cair Multiguna NASA sanagt terjangkau harganya dan memiliki takaran masing – masing untuk beberapa luas lahan. Oleh karena itu anda harus paham betul mengenai penggunaan Pupuk Organik Cair Multiguna NASA untuk lahan anda. Tunggu apalagi segera beli Pupuk Organik Cair Multiguna NASA di toko kami.

Apa itu Pupuk Organik Cair Multiguna NASA?

Natural Nusantara sangat berkompeten dalam pengembangan produk organik, berawal dari berbagai masalah yang muncul pada pertanian di Indonesia. Pupuk organik cair (POC NASA) telah terbukti mampu mengatasi kondisi lahan dan tanaman yang kurang subur akibat pemakaian pupuk dan pestisida kimia dalam jangka waktu panjang.

POC Nasa Pupuk Organik Cair

Telah banyak dampak yang ditimbulkan akibat pemakaian pupuk kimia, oleh karena itu PT. Natural Nusantara menjawab tantangan ini dengan memproduksi produk pupuk organik cair untuk mengembalikan kondisi tanah yang subur dan hasil panen lebih berkualitas dan meningkat.

POC NASA terbuat dari ekstraksi bahan-bahan organik murni 100%, seperti limbah ternak, unggas, limbah tanaman, yang dikombinasikan dengan bumbu-bumbu yang mengandung zat alami penyubur yang diproses dengan teknologi terkini dan mengusung prinsip Zero Emision Concept.

Jenis-jenis Tanah

Tanah merupakan media dan salah satu material yang mengandung butiran mineral padat di dalamnya. Tanah berasl dari pelapukan bahan organik serta beridsi zat cair dan gas yang mengisi ruang pada partikel padat. Tanah memiliki banyak sekali jenis-jenis, namun pada umumnya tanah terbagi atas dua bagian yaitu tanah kohesif dan tanah tidak kohesif. Contoh tanah kohesif adalah tanah lempung, sedangkan tanah tidak kohesif adalah tanah yang berpasir.

Tanah berdasarkan kesuburannya dapat dibedakan menjadi empat, yaitu tanah muda, tanah dewasa, tanah tua dan tanah sangat tua. Tanah muda adalah tanah yang mengandung unsur hara sangat sedikit sehingga kurang subur. Tanah Dewasa adalah tanah yang sangat subur dan bagus dan dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Tanah jenis ini memiliki kandungan unsur hara dan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan tanaman. Tanah tua adalah tanah yang sudah mulai berkurang kesuburannya. Sedangkan tanah sangat tua adalah tanah yang tidak subur.

Berdasarkan asalnya tanah dibedakan menjadi dua yaitu tanah organik dan anorganik. Tanah organik adalah tanah yang berasal dari pelapukan dan sisa tanaman serta berasal dari kulit organisme yang telah mati. Tanah anorganik adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan baik secara kimiawi maupun secara fisik. Tekstur dari tanah organik adalah lunak, dan mudah berubah bentuk saat dilakukan penekanan. Contoh tanah ini ialah tanah gambut.

Contoh dari tanah anorganik antara lain seperti yang dapat ditemukan pada tanah liat, tanah entisol dan lainnya. Tanah ini warnanya hitam pekat, kecoklatan, merah bata, kuning, putih. Warna ini tergantung dari kandungan mineral yang terkandung di dalamnya.

Berikut ini adalah jenis-jenis tanah yang pada umumnya ada di Indonesia:

  1. Tanah humus
    Tanah humus adalah tanah yang terbentuk dari lapukan tumbuhan. Jenis tanah ini sangat cocok untuk pertanian. Tanah yang terbentuk dari pelapukan daun dan batang pohon ini adalah tanah yang sangat subur dan cocok digunakan untuk lahan penanaman tanaman. Tanah jenis ini biasanya ditemukan di daerah hutan hujan tropis.Tanah humus memiliki karakteristik tanah yang berwarna gelap dan sangat subur serta gembur. Tanah humus yang baik memiliki daya serap yang bagus sehingga cocok digunakan sebagai lahan bagi tumbuhnya tanaman. Di daerah Indonesia banyak ditemukan jenis tanah humus karena Indonesia memiliki iklim tropis.Tanah humus memiliki banyak sekali manfaat yang dapat ditemukan, yaitu sebagai sumber nutrisi bagi tanaman karena mampu mengikat zat-zat yang bersifat beracun, dan mampu membantu meningkatkan kandungan air tanah. Selain itu tanah humus dapat mencegah tanah tergerus dan meningkatkan aerasi tanah sehingga dapat digunakan sebagai pupuk alami.
  2. Tanah andosol
    Tanah andosol adalah tanah yang terbentuk karena proses vulkanik pada gunung berapi. Tanah ini juga cocok untuk lahan pertanian. Tanah andosol merupakan tanah yang mengandung mineral dan bahan organik yang tinggi dan memiliki karakteristik yaitu tanahnya gembur, licin, daya serap airnya sedang, memilki kelembaban yang tinggi, berwarna cokelat hingga hitam. Tanah ini kaya juga dengan unsur hara sehingga bagus untuk tumbuh tanaman.
  3. Tanah aluvial
    Tanah aluvial atau tanah endapan adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah. Jangan salah, tanah ini juga dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Tanah aluvial ini terbentuk dari pengendapan lumpur sungai yang terletak pada dataran yang rendah. Tanah jenis ini sangatlah cocok untuk lahan pertanian dikarenakan tanah ini sangat subur dan mengandung unsur hara yang cocok untuk kehidupan tanaman.Tanaman yang dapat tumbuh pada jenis tanah ini biasanya adalah padi, palawija, tebu, kelapa, dan buah-buahan. Tanah jenis ini paling banyak ditemui di daerah Sumatra bagian Timur, Jawa, dan Papua. Tanah jenis ini memiliki manfaat dapat melancarkan irigasi, dan berfungsi sebagai lahan pertanian karena dapat menyimpan cadangan air. Tanah aluvial memudahkan dalam mengolah tanah untuk ditanami dan bercocok tanam.Ciri-ciri yang dapat ditemukan dari tanah aluvial adalah berwarna cokelat, banyak mengandung mineral sehingga mudah menyerap air, dan memiliki bentuk seperti tanah liat. Kandungan asam di dalam tanah ini dibawah 6. Dan kandungan jumlah fosfor dan kalium di dalam tanah ini sangatlah rendah pada daerah dengan curah hujan yang rendah.Tanah aluvial sangat mudah untuk proses pengolahan sehingga dapat menekan biaya produksi, selain itu teksturnya yang seperti tanah liat menjelaskan bahwa epipedon tanah aluvial tidak memiliki struktur. Tanah ini terdiri dari beberapa bahan induk yaitu tanah aluvial pasir, tanah liat, kapur, basa dan asam.
  4. Tanah grumusol
    Tanah grumusol adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Tanah jenis ini tergolong tanah yang tidak subur karena kandungan organik di dalam tanah jenis ini rendah. Tanah ini terbentuk dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik yang umumnya bersifat basa sehingga tidak ada aktivitas organik di dalam tanah ini. Tanah ini menjadi sangat miskin akan unsur hara dan unsur organik lainnya.Sifat kapur di dalam tanah ini menyerap semua unsur hara yang ada di dalam tanah sehingga kadar kapur tingginya dapat menjadi racun bagi tumbuhan. Tanah ini memiliki sifat dan karakteristik sama seperti batuan induknya. Pelapukan yang terjadi itu hanyalah mengubah fisik dan teksturnya saja yang sebelumnya terikat secara rapat lalu menjadi lebih longgar karena dipengaruhi oleh faktor seperti cuaca, iklim, dan lainnya.Tekstur tanah ini seperti lempung yaitu sedikit keras, namun mudah dibentuk, pecah dan hancur. Penyusun utama batuan induk dari dalam tanah grumusol adalah kapur sehingga memiliki PH yang bersifat basa. Hanya pada beberapa kondisi terutama jika sudah tercampur dengan abu vulkanik yang bersifat sedikit asam, maka pH tanah ini dapat berada di area netral. Jadi faktor yang menentukan tingkat keasaman yaitu sifat bawaan dan penyebab yang berasal dari luar seperti abu vulkanik tadi.
  5. Tanah podzolit
    Tanah podzolit adalah tanah yang terdapat pada daerah pegunungan yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu yang rendah. Sebenarnya tanah ini adalah jenis tanah yang subur. Tanah jenis ini dapat dijumpai di daerah Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.Tanah jenis ini memiliki ciri yaitu mengandung sedikit unsur hara, tidak subur, dan warna tanahnya merah hingga kuning. Tanah ini juga dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman jambu mete. Namun tanah ini tidak cocok untuk ditanami tanaman semusim karena kandungan unsur K, Ca dan Mg sangatlah rendah. Kandungan organik di dalam tanah ini rendah dan hanya dijumpai di permukaan tanah saja. Selain itu tanah ini hanya dapat menyimpan sedikit air dan dalam waktu singkat, sehingga mudah sekali kekeringan.
  6. Tanah laterit
    Tanah laterit adalah tanah yang sudah tua dan kaya akan zat besi dan alumunium. Unsur hara di dalam tanah ini sudah hilang karena waktu lama terguyur air hujan membuatnya tidak lagi subur. Tanah laterit adalah tanah yang sudah kehilangan kesuburan dan unsur haranya karena larut terbawa air hujan dengan intensitas yang tinggi.Tanah laterit mengandung bahan organik tingkat sedang sehingga berpengaruh pada kesuburan tanah. Meskipun mudah menyerap air namun kemampuan dan karakteristik tanah ini berbeda-beda. Jika diukur dari usianya anda harus dapat mengerti tanah yang usianya terlalu lama akan banyak kehilangan unsur haranya.Tanaman yang biasanya ditumbuhkan di tanah ini antara lain adalah jagung, singkong, kopi, coklat, kelapa sawit dan palawija. Jika tidak digunakan sebagai lahan pertanian, tanah jenis ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan campuran berbagai komponen. Tanah ini mampu digunakan sebagai cadangan air dan dapat digunakan juga untuk mengelola air buangan sampah.
  7. Tanah vulkanik
    Tanah jenis ini adalah tanah yang terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya aktivitas vulkanik. Tanah ini dapat subur jika ditanami pepohonan dan dibuat irigasi. Tanah vulkanik terdiri dari dua jenis yang berbeda yaitu tanah vulkanik regosol yang memiliki warna abu-abu hingga kuning. Tanah vulkanik regosol tidak mengandung bahan organik dan cenderung sangat sedikit.Sedangkan tanah Latosol adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf. Tanah ini tergolong tanah yang tidak subur karena mengandung zat besi dan alumunium yang tinggi. Warnanya merah sampai kuning.Manfaat tanah ini di bidang pertanian adalah sebagai penyubur tanah karena tanah vulkanik yang baik mengandung banyak unsur hara yang dapat menutrisi tanaman. Di area ini anda akan mendapatkan hasil panen yang bagus. Selain anda dapat menanam dengan mudah, sumber nutrisi dari dalam tanah ini akan membuat hasil panen anda berlimpah.
  8. Tanah mediterian
    Tanah ini mengandung kapur yang sangat tinggi dan tidak dapat ditanami. Tanah ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan terbentuk dari proses pelapukan batuan kapur. Adapun jenis tanah ini dapat ditemui di Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tanah ini merupakan batuan induk yang berbentuk batuan beku berkapur.Karena tanahnya yang merupakan batuan induk berbentuk batuan beku berkapur maka tanah ini mengandung banyak senyawa karbonat yang sangat tinggi. Warna dari tanah ini biasanya merah kekuningan dan ada pula yang berwarna abu-abu. Jenis tanah ini seperti lempung dan memiliki sifat asam.Tanah mediterian ini mengandung banyak sekali mineral seperti besi, air, alumunium, dan senyawa organik lainnya yang mampu membantu menyuburkan tanah. Tanah ini memiliki pH diatas 7. Termasuk dalam golongan tanah yang alkalis dan dapat mengikat fosfat. Tidak semua tanaman dapat tumbuh baik pada tanah ini.
  9. Tanah pasir
    Tanah pasir adalah tanah yang terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen yang memiliki butiran kasar dan berkerikil. Tanah jenis ini tidak subur dan tidak dapat digunakan untuk pertanian. Tanah ini berasal dari batuan yang telah membeku dan batuan sedimen yang terdiri atas butiran kasar seperti kerikil dan batu berukuran kecil.Ciri-ciri dari tanah jenis ini adalah mengandung banyak butiran pasir dan sangat mudah dalam menyerap air. Jarang sekali ada tumbuhan yang dijumpai di tanah jenis ini karena tanah pasir sangat sulit ditanami tumbuhan. Umumnya tanah pasir banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, dan bangunan lainnya.Tanah ini tidak cocok dijadikan sebagai lahan pertanian dikarenakan pada tanah pasir tidak dijumpai adanya nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Karena sifatnya yang mudah menyerap air, tanah pasir tidak dapat menyimpan air untuk waktu lama. Tanaman yang tumbuh di tanah ini tidak akan dapat bertahan lama.

Bentuk POC NASA

Pupuk cair ini sudah berbentuk ion sehingga mudah diserap oleh tanaman dan dapat langsung berkhasiat untuk meningkatkan hasil panen. Berwarna coklat kehitaman seperti air teh kental. Bau dari POC NASA tidak begitu menyengat dan cenderung seperti bau minuman segar.

POC NASA terbuat dari bahan pilihan yaitu rumput-rumputan dan tumbuhan lain yang bergizi tinggi dan bermanfaat untuk tanaman. Hal ini diambil dari filosofi alam, yaitu pupuk kandang. Pupuk kandang berasal dari rumput yang dimakan sapi dan keluar menjadi pupuk kandang. Sedangkan POC NASA rumput-rumputan yang diolah mesin sesuai dengan proses terjadinya pupuk kandang, dan karena diolah dengan mesin maka hasilnya lebih banyak dan lebih bagus dari pupuk kandang.

Manfaat POC NASA

POC Nasa Pupuk Cair

  1. Menjadikan tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur
  2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan / tanah (aspek K-3: Kuantitas, Kualitas, Kelestarian)
  3. Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap
  4. Merlarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman)
  5. Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang
  6. Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP- 36 dan KCI + 12,5% – 25%
  7. Membantu perkembangan mikrrorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, penici glaucum, dan lain-lain).
  8. Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah (mengandung hormon / ZPT Auksin, giberellin, dan sitokinin)
  9. Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dan lain-lain), ternak besar (sapi, kambing, dan lain-lain), ikan serta udang.
  10. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit
  11. Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton)
  12. Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak, dan ikan atau udang

Kandungan POC NASA

  • Kandungan utama

N 0,12%, K 0,31%, P205 0,03%, S 0,12%, Ca 60,40 ppm, CI 0,29%, Mg 16,88 ppm, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu < 0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15 %, B 60.84 ppm, Si 0.01 %, Co < 0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98 %, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr < 0.06 ppm, Mo < 0.2 ppm, V < 0.04 ppm, SO4 0.35 %, C/N ratio 0.86 %, ph 7.5, Lemak 0.44 %, Protein 0.72 %

  • Kandungan lain

Asam-asam organik (humat 0,01%, vulvat, dan lain-lain)

Zat perangsang tumbuh : auksin, giberelin, sitokinin

Gunakan dan dapatkan manfaat dari POC NASA sebagai acuan Anda dalam memiliki keuntungan lebih besar. Dapatkan POC NASA hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Informasi tambahan

Berat700 g