• Kontak Kami
  • Hotline : 081394499700
  • SMS : 081394499700
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Produk » Argokomplek » Pertanian » Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman)

Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman)

Ditambahkan pada: 20 March 2017 / Kategori: ,
Kode : GLIO
Berat : 100 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 16.481 kali
Review : 3 reviews
Rp 40.000
Tentukan Pilihan!

# Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman)

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman) kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman)

Glio

Natural GLIO (Gliocladium) merupakan produk untuk pengendali hama dan penyakit tanaman, produksi dari PT Natural Nusantara (NASA). Memiliki dua bahan aktif yaitu Gliocladium sp dan Trichoderma sp.

Natural GLIO mampu menghandurkan inokulum (sumber infeksi tanaman) dan mencegah sumber infeksi penyakit. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi dan penyakit, aman untuk lingkungan, manusia, hewan serta mudah dalam pemakaian, dan murah.

Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat tinggal dan nutrisi. Kemudian Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik sehingga dapat terus berkembang dan melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Kegiatan budidaya tanaman baik dalam bentuk pertanian atau perkebunan memang menjadi sektor-sektor yang ditekuni oleh masyarakat di Indonesia sebagai salah satu sarana untuk mencari penghasilan. Kegiatan budidaya tanaman di Indonesia menjadi salah satu satu profesi yang ditekuni oleh banyak orang karena Indonesia merupakan negara dengan iklim dan kondisi alam yang mendukung untuk kegiatan bercocok tanam.

Organisme Pengganggu Tanaman

Dalam praktiknya aktivitas budidaya tanaman di Indonesia tidak pernah lepas dari gangguan Organisme Pengganggu Tanaman atau biasa disederhanakan menjadi OPT. Dalam pengertiannya OPT diartikan sebagai mikroorganisme pengganggu tanaman yang berupa hewan atau tanaman. OPT bisa memiliki ukuran mikro ataupun makro dan mempunyai sifat mengganggu, merusak, bahkan mematikan tanaman petani. Berdasarkan pengklasifikasian serangannya OPT dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu hama, vektor penyakit, dan gulma.

Hama

Hama adalah hewan penganggu yang mempunyai sifat langsung merusak pada tanaman. Hama terbagi menjadi beberapa macam hewan seperti moluska, insekta, rodenta, mamalia, dan lain-lain. Jika serangan hama terjadi secara massive dan dalam kurun waktu yang cukup panjang maka kerugian yang dialami bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar hingga hal yang paling mengancam petani yaitu gagal panen. Biasanya serangan hama tidak akan menimbulkan efek menular, kecuali hama tersebut sebagai vektor dari sebuah penyakit tanaman.

Vektor Penyakit

Vektor penyakit atau yang memiliki nama lain faktor pembawa penyakit bisa menjadi salah satu organisme yang memberikan berbagai gejala penyakit pada tanaman yang dibudidayakan. Bukan itu saja, vektor penyakit juga berpeluang besar untuk mengganggu metabolisme, dan menurunkan imunitas pada tanaman sehingga terjadi berbagai gejala abnormal yang mengganggu sistem pertumbuhan tanaman tersebut.

Apabila anda memilih komoditas tanaman yang mampu tahan terhadap penyakit tanaman yang menyerangnya atau tanaman yang bisa ditingkatkan imunitasnya maka besar kemungkinan tanaman tersebut akan mampu menanggulangi vektor penyakit dan tidak akan menimbulkan efek yang serius bagi kesuburan tanaman. Akan tetapi juga ada vektor penyakit yang akan memberikan dampak yang serius bagi tanaman yang diserangnya dan bahkan bisa berujung pada kematian tanaman tersebut.

Virus, bakteri, dan cendawan adalah beberapa objek yang masuk ke dalam kategori vektor penyakit. Umumnya gejala penyakit tersebut memiliki karakteristik mudah menular dengan persebaran yang cepat hingga sulit untuk dibendung.

Gulma

Gulma adalah jenis mikroorganisme lain yang mampu menyerang tanaman. Gulma merupakan jenis tumbuhan yang tumbuh secara liar di lahan yang anda jadikan tempat budidaya tanaman. Gulma merupakan parasit yang mengganggu kesuburan dan metabolisme tanaman. Pertumbuhan tanaman akan terpengaruh oleh adanya gulma, meski tidak berujung pada kematian. Namun, akan memberikan dampak negatif yang cukup besar. Daerah perakaran pada tanaman yang penuh nutrisi akan diserang oleh gulma, dan akan mempengaruhi metabolisme tanaman yang dibudidayakan.

Jika gulma yang berada di lahan pertanian lebih cepat mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan tanaman yang ditanam, maka besar kemungkinan gulma sudah lebih dulu menyerap nutrisi pada akar tanaman dan menjadi kompetitor bagi komoditas tanaman yang ditanam.  Sehingga hal tersebut akan membuat tanaman tidak tumbuh secara optimal. Efek racun juga kadang diberikan oleh beberapa jenis gulma di bagian akar tanaman, misalnya kandungan metabolit sekunder (cairan) yang terdapat pada ilalang. Maka, membersihkan lahan dari gulma merupakan sesuatu yang wajib dilakukan secara rutin.

Jamur Penyebab Penyakit pada Tanaman

Tumbuhan akan mendapatkan beberapa masalah seperti penyakit dari serangan beberapa jenis jamur. Jamur patogenik merupakan nama untuk berbagai spesies jamur yang menyerang dan menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Jamur patogenik akan mengkontaminasi tumbuhan dengan penyakit melalui proses infeksi. Bagian dari tubuh jamur, vegetatif maupun reproduktif akan dinamakan sebagai inokulum yaitu bagian yang akan memulai proses infeksi pada tanaman.

Dengan berbagai cara, inokulum akan masuk ke bagian dalam tumbuhan salah satunya adalah dengan penetrasi yang cepat dan berulang. Penetrasi yang dilancarkan adalah berupa membentuk organ khusus yang disebut dengan haustorium dengan cara alami yaitu melalui luka maupun stomata. Kemudian setelah berhasil menyusup ke bagian dalam tumbuhan, jamur akan berkembang dengan cara kolonisasi sebelum nantinya akan membentuk organ perkembang biakan untuk pemencaran.

Daur penyakit disebut sebagai proses yang terdiri dari infeksi, kolonisasi, dan pemencaran. Ketika pada fase daur penyakit ini, jaringan tumbuhan akan mengalami perubahan dan nampak pada permukaan yang mengalami perubahan tersebut akan nampak pertumbuhan jamur. Kemudian proses tumbuh dan perubahan pada permukaan jaringan tanaman tersebut dinamakan sebagai gejala penyakit. Sedangkan proses tumbuhnya patogen di permukaan jaringan yang sakit disebut tanda penyakit. Dalam diagnosa penyakit, pengenalan akan tanda dan gejala penyakit sangat diperlukan.

Spesies jamur yang termasuk ke dalam spesies patogen sangat beragam bentuknya dan kadang berbeda dengan jamur yang menyerang tumbuhan satu dengan lainnya. Untuk pembuktian spesies jamur yang menyerang tumbuhan pisang, kentang, ubi, pisang, dan padi.

Tentunya tidak semua spesies jamur pada tempat tertentu tidak akan ditemukan di lain tempat. Persebaran secara geografis daripada jamur yang menyebabkan penyakit disebabkan oleh beberapa faktor tertentu, diantaranya adalah asal geografik jamur patogenik, persebaran geografik pada tanaman yang diserang, dan faktor-faktor yang menyebabkan penyakit berupa kerentanan inang, insentitas serangan jamur, dan kesesuaian faktor lingkungan fisik misalkan suhu, cuaca, kelembaban udara, dan kebasahan permukaan daun.

Jamur Penyebab Penyakit pada Tanaman

Berikut adalah beberapa contoh jamur yang menjadi penyebab penyakit pada tanaman,

Plasmodiaphora Brassicae

Plasmodiaphora Brassicae adalah jenis jamur pertama yang menyebabkan kerusakan pada tanaman. Biasanya patogen ini akan menyerang tanaman kubis-kubisan. Serangan jenis patogen ini tergolong sebagai serangan jamur yang dahsyat karena bisa mengakibatkan kerugian hingga 50%-100%. Namun di dunia pertanian Indonesia serangan jamur ini mengakibatkan kerusakan rata-rata sebanyak 88.60%.

Jamur ini juga familiar dengan sebutan akar gada, karena bagian akar tanaman yang terserang patogen ini akan mengalami pembengkakan menyerupai gada. Tentu saja pembengkakan pada bagian akar tanaman akan menyebabkan beberapa masalah yang bisa menurunkan kualitas tanaman seperti translokasi zat hara dan air dari dalam tanah ke bagian daun. Hingga akhirnya tanaman akan mengalami penurunan kualitas kesuburan berupa kerdil, layu, kering, dan berakhir pada kematian. Jika suatu lahan sudah terjangkit Plasmodiaphora Brassicae maka jamur patogen tersebut akan selalu menjadi faktor pembatas yang mengganggu dalam usaha budidaya tanaman jenis kubis-kubisan atau yang sefamili dengan tanaman tersebut. Hal tersebut dikarenakan oleh kekuatan dan daya tahan patogen yang tinggi dan mampu bertahan serta beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan termasuk sebagai patogen tular tanah yang baik dan unggul.

Jamur Aspergillus spp

Pernahkan anda melihat jenis jamur yang berserabut ? jika sudah, itu merupakan ciri fisik dari jamur aspergillus spp. Patogen ini termasuk jamur udara yang memiliki serabut. Spesies aspergillus sangat variatif dan banyak ditemukan di lingkungan-lingkungan yang kaya akan oksigen. Mereka merupakan jamur yang memiliki karakteristik untuk hidup di lingkungan dengan permukaan subtrat. sebagai dampak dari tekanan oksigen yang cukup tinggi. Pada berbagai macam bahan organik, aspergillus spp hidup sebagai aproba. Seperti contoh di permukaan daging, roti yang sudah diolah, butiran padi, dan kacang-kacangan.

Badan spora dibentuk oleh aspergillus spp yang dinamakan sebagai konodium, dengan tangkai yang bernama konodiofor. Koloninya memiliki warna beragam berupa abu, abu, coklat, hitam, dan kuning. Karena philadesnya bercabang sebanyak dua kali, maka aspergillus spp memiliki ciri khas yaitu memiliki sterigma primer dan sterigma sekunder.

Dari beberapa spesies aspergillus spp yang ada, a flavus merupakan salah satu penyakit penting yang terindikasi menyerang bagian biji pada tanaman jagung. A flavus memiliki inang utama yaitu jagung, kapas, dan kacang tanah. Banyak inang alternatif yang dimiliki oleh penyakit jenis ini, yaitu sekitar 25 jenis tanaman, khususnya tanaman sorgum, padi, dan kacang tunggak. A flavus ditemukan di fase vegetatif dan degeneratif pada tanaman serta pasca panen pada jagung. Adapun beberapa tanda dari jagung yang sudah mulai terjangkit penyakit ini berupa menghitamnya bagian cendawan dan berwarna hijau. Gejala nekrotik akan muncul sebagai dampak dari infeksi daun yang terserang A flavus. Daun akan memiliki karakteristik warna yang tidak normal, bercak memanjang dan melebar, dan mengikuti arah tulang daun. Bila sudah terinfeksi berat maka perubahan warna daun akan menjadi coklat kekuningan yang nampak seperti hangus terbakar. Kumpulan miselia yang mengitari bagian biji merupakan sebuah tanda dari A flavus yang sudah menular.

Sebuah riset memiliki hasil yang menunjukan adanya miselia berwarna hijau dan beberapa bagian yang agak coklat kekuningan. Klobot tongkol jagung akan terlihat kuning kecoklatan sebagai tanda sudah penyakit tersebut sudah menginfeksi bagian ujung pada daun, perbedaan warna akan nampak secara signifikan bagian bagian tongkol jagung yang masih muda.

Jamur Pyricularia Orizae

Jamur ini akan menyerang daun yang masih berumur belia. Bercak-bercak warna kuning kehijauan di permukaan daun menjadi tanda adanya serangan dari jamur jenis, selain itu di bagian permukaan daun di bagian bawah akan muncul objek berwarna putih menyerupai tepung yang berupa sporangium dan sporangiofor. Pada bagian sulur dan tunas yang terjangkit jamur ini akan memperlihatkan tepung putih di bawahnya, sehingga membuat tanaman tidak bisa tumbuh secara optimal, jamur ini bisa menurunkan produktivitas hingga mencapai persentase 70%.

Jamur Penicilium spp.

Ini merupakan salah satu patogen yang menyerang tanaman jagung. Ditandai dengan munculnya gumpalan miselia berwarna putih mengelilingi biji dan diselingi warna kebiru-biruan. Ini merupakan jenis patogen yang tular benih yang mempunyai inang utama pada jagung. Tanaman lain belum dilaporkan dapat menjadi inang dari patogen ini, namun penicilium spp. bisa menyerang jagung pada masa prapanen hingga paska panen.

Jamur Phytium Deryanum

Selanjutnya ada jenis jamur yang bekerja dengan cara membusukan bagian kecambah dan akar pada tanaman yang sudah terjangkit. Jamur Phytium Deryanum akan menyerang beberapa tanaman budidaya, contohnya menyerang daun pada dan buah pada tanaman kacang-kacangan khususnya kacang panjang.

Untuk mengatasi serangan hama, penyakit, dan patogen anda bisa menggunakan produk pengendali hama dan tanaman yang juga bisa membasmi patogen yang akan mengurangi produktivitas lahan pertanian/perkebunan anda. Natural Glio dari NASA dibuat dengan metode dan bahan-bahan yang ampuh serta berkualitas.

Mengapa Menggunakan Natural GLIO

  1. Aman terhadap lingkungan, manusia, dan hewan
  2. Selaras dengan keseimbangan alam, mudah, dan murah
  3. Mampu menghancurkan inokulum yang menyebabkan sumber infeksi penyakit tanaman
  4. Dapat mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO
  5. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit

Cara Kerja Natural GLIO

Pupuk organik ini bekerja dengan sifat hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga kemudian terjadi persaingan tempat tinggal dan nutrisi. Lalu Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu gliovirin dan viridin yang akan mematikan pathogan penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dan gangguan pathogen.

Tanaman Sasaran 

Bawang merah, bawang daun, cabai, terong, kubis (kol), tomat, melon, semangka, dan lain-lain.

Natural GLIO Nasa

Penyakit Sasaran

  1. Sasaran utama

  • Rebah semai (Phytium sp, Rizoctonia sp)
  • Penyakit layu (Fusarium sp, Pseudomonas sp)
  1. Sasaran lainnya

  • Penyakit antraknosa (colletrotichum sp, Gloeosporium sp)
  • Akar gada / bengkak (Plasmodiphora sp)
  • Penyakit layu pada tanaman cabai
  • Penyakit layu fusarium pada tanaman tomat
  • Busuk buah pada tanaman cabai
  • Penyakit layu (ngoler) pada tanaman bawang
  • Jamur ganoderma pada tanaman sawit dan karet
  • Penyakit busuk buah pada tanaman kakao/coklat
  • Jamur upas pada tanaman kopi
  • Jamur akar putih (jap) pada tanaman karet
  • Penyakit busuk batang pada tanaman panili

Catatan :

  • Bersifat prefentif (pencegahan)
  • Mengendalikan penyakit terutama yang berada di tanah

Petunjuk Penggunaan :

  1. Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1-2 gram tiap tanaman yang akan ditanami
  2. Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 Bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg, diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
  3. Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 Bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.

Catatan : waktu pemberian GLIO pada sore hari

Produk Natural GLIO

Cara Pemakaian :

  1. Ambil 1 kotak Natural GLIO dicampur 25-30 kg pupuk kandang/kompos
  2. Setelah dicampur masukan ke dalam kantong, untuk disimpan selama 1-2 minggu
  3. Setelah mengembang biakkan spora-spora, campuran tadi siap digunakan sebagai pupuk awal untuk luas lahan 500-1.000 m2

Bersamaan dengan penaburan SUPERNASA saat olah lahan tanam.

Cara Pemakaian Untuk Tanaman Yang Sudah Ditanam

Natural GLIO juga bisa dicampur dengan SUPERNASA, POC NASA untuk penggunaan sebelum tanam

  1. 1 sendok makan Natural GLIO ditambah 1 sendok SUPERNASA ditambah 2-3 tutup POC NASA diaduk sampai rata
  2. Masukkan ke dalam ember/gembor, setelah itu siramkan larutan tadi ke atas bedengan sebelum ditutup mulsa plastik
  3. Atau dapat dikocorkan ke lubang tanam dengan takaran 200ml air perlubang tanam

Peringatan :

  • Jangan dicampur dengan pestisida kimia
  • Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari secara langsung

Dapatkan Natural GLIO Pestisida Organik Pengendali Penyakit Tanaman hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

 ----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

3 review untuk Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman)

  • Jones Hutasoit - Tanjung Morawa, GG Sumber lorong Angrek, Kec Tanjung Morawa Kab Deliserdang

    Slamat siang pak, sy Jones, sedang memulai bertani cabe kriting, sebanyak 16 rante ( 6600mtr2) estimasi jlh tanama 11000 pohon cabe. sekarang dalam tahap penaburan pupuk kandang. Mohon petunjuk penggunaan dan pemesanan Natural GLIO, terimakasih

    Rating: 3 / 5

    • Admin

      Semangat pagi pak Jones
      Untuk order/ pemesanan produk2 NASA silahkan hubungi langsung Admin kami di nomor 0821-3366-6560 (CS Desti)
      fast respon via WA ya pak 🙂
      Salam Sukses NASA

  • antonius - medan

    Pagi pak.saya mau tanya.
    Apalah natural GLIO dapat dikocorkan langsung ke batang cabe yg sudah berumur 12 mggu?
    Terimakasih

    Rating: 3 / 5

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait Natural GLIO (Mencegah Penyakit Jamur Tanaman)

Popular!
Rp 145.000
Ready Stock / HRNB
OFF 29%
Rp 50.000 Rp 70.000
Ready Stock / CORIN

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

Best Seller
OFF 21%
Rp 275.000 Rp 349.000
Ready Stock / WHTE
Best Seller
OFF 16%
Rp 250.000 Rp 299.000
Ready Stock / HDE
OFF 20%
Rp 180.000 Rp 225.000
Ready Stock / EYECARE
SIDEBAR