0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Teknik Budidaya Lele Organik

Usaha budidaya ternak lele menjadi salah satu usaha yang mulai banyak dilirik oleh masyarakat. Karena lele merupakan jenis ikan yang memiliki banyak peminat, karena daging lele yang gurih, empuk dan tidak memiliki banyak duri. Lele juga bisa didapat dengan harga murah, sehingga lele dapat dinikmati oleh semua kalangan. PT. Natural Nusantara berusaha membantu para petani lele dengan menyajikan pedoman Teknik Budidaya Lele dan paket produk organik yang lebih mengedepankan hasil panen lele dari segi kuantitas, kualitas dan kesehatan lingkungan (Aspek K-3).

Pembenihan Lele

teknis Budidaya Lele Organik

Pembenihan lele bertujuan untuk menghasilkan benih sampai dengan ukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele memiliki prospek yang bagus dengan semakin tingginya konsumsi lele dan banyaknya usaha pembesaran lele.

Teknis Budidaya Lele

Ada 3 sistem pembenihan lele, yaitu :

  • Sistem massal

Dengan menempatkan lele jantan dan lele betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu.

  • Sistem pasangan

Dilakukan dengan menempatkan induk betina dan jantan pada satu kolam khusus.

  • Pembenihan sistem suntik

Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan menggunakan suntikan ekstrak kelenjar hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar.

Tahap Proses Budidaya Lele

  1. Pembuatan Kolam Lele

Ada dua macam tipe kolam untuk lele yaitu baik dan kolam galian. Pemilihan tipe kolam disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik tipe baik maupun tipe kolam galian, pembenihan lele harus mempunyai :

  • Kolam tandon
  • Mendapatkan masukan air langsung dari sumber air. berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
  • Kolam pemijahan
  • Kolam ini merupakan tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari batu bata atau ijuk untuk tempat hubungan induk jantan dan betina.
  • Kolam pendederan
  • Kolam ini berfungsi untuk membesarkan anakan lele yang telah menetas. Pemindahan dilakukan saat anak lele berumur 3-4 hari karena anakan mulai membutuhkan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
  1. Pemilihan Induk Lele

  • Induk jantan
  • Tulang kepalanya berbentuk pipih
  • Warna badan lebih gelap
  • Gerakan lebih lincah
  • Perut ramping, tidak lebih besar daripada punggung
  • Alat kelamin berbentuk runcing
  • Induk betina
  • Tulang kepalanya berbentuk cembung
  • Warna badan lebih cerah
  • Gerakannya cenderung lambang
  • Perut mengembang, lebih besar daripada punggung
  • Alat kelamin berbentuk bulat
  1. Persiapan lahan

  • Pengeringan, dilakukan untuk membersihkan kolam dan mematikan bibit penyakit
  • Pengapuran, dilakukan menggunakan kapur dolomit dengan dosis 60 gram per meter persegi untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati saat proses pengeringan
  • Gunakan TON Tambak Organik Nusantara untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil dari pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya. TON digunakan dengan dosis 5 botol TON per ha atau 2 sdm per 100 meter persegi.
  • Pemasukan air. air dimasukkan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
  1. Pemijahan lele

Pemijahan yaitu proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel sperma dan sel telur. Sel telur yang dibuahi akan menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas dan menjadi anakan lele.

  1. Pemindahan

  • Kurangi air di sarang pemijahan hingga tinggi air 10-20 cm
  • Siapkan tempat penampungan dengan baskom yang diisi dengan air di sarang
  • Samakan suhu pada kedua kolam
  • Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan gelas atau piring
  • Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari
  1. Pendederan lele

Pendederan lele yaitu proses pembesaran lele hingga berukuran siap jual, yaitu 5-7 cm, 7-9 cm dan 9-12 cm dengan harga yang berbeda. Pada permukaan kolam pendederan diberi penutup dari plastik atau tanaman pelindung seperti eceng gondok untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stres.

Manajemen Pakan Lele

Pakan anakan lele, berupa :

  • Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil, sebaiknya dikonsumsi pada umur dibawah 3-4 hari.
  • Pakan buatan untuk umur diatas 3-4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi terutama kadar proteinnya.
  • Untuk menambah nutrisi pakan yang lengkap, campurkan POC NASA dan VITERNA Plus dengan dosis 1-2 cc per kg pakan ditambah air secukupnya. Produk tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, vitamin, dan protein dalam jumlah yang optimal.

Manajemen Air

  • Ukuran kualitas air jika dinilai secara fisik :
  • Air harus bersih
  • Berwarna hijau cerah
  • Transparansi air dalam ukuran sedang yaitu 30-40 cm
  • Ukuran kualitas air secara kimia :
  • Bebas senyawa beracun seperti amoniak
  • Memiliki suhu optimal 22-26ºC

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang baik, gunakan pupuk TON. TON mengandung unsur-unsur mineral penting, protein lemak, karbohidrat dan asam humat yang mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan.

Manajemen Kesehatan Lele

Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jila memiliki ketahanan tubuh yang baik. Anakan lele menjadi sakit karena disebabkan oleh kondisi air yang jelek. Kondisi air yang kurang bagus akan memicu tumbuhnya berbagai penyakit baik yang berupa jamur, protozoa, bakteri dan lain-lain. Maka dalam manajemen kesehatan pembenihan lele, yang paling penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian pakan yang lengkap dengan nutrisi dan vitamin.

Dalam kedua hal tersebut, peranan TON, POC NASA, dan VITERNA Plus sangat penting. Tetapi jika anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit yang disebabkan dari infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah dengan hati-hati dan dosis yang digunakan harus sesuai aturan.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar