0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Teknik Budidaya Kelapa Sawit

Budidaya kelapa sawit menjadi usaha yang sangat menarik untuk dilakukan karena produk akhir yang berupa minyak ini tetap merupakan primadona bisnis yang selalu menguntungkan. Dalam usaha budidaya kelapa sawit, kita akan dihadapkan pada tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungannya. PT. Natural Nusantara berusaha ikut berperan dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit dengan menghadirkan Pedoman Teknis Cara Budidaya Kelapa Sawit ini yang lebih mengedepankan aspek Kualitas, Kuantitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

Budidaya Kelapa Sawit Nasa

Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

  1. Iklim

  • Butuh penyinaran matahari sekitar 5-7 jam per hari
  • Membutuhkan curah hujan rata-rata 1.500-4.000 mm per tahun
  • Suhu lingkungan 24-280ºC
  • Dapat tumbuh baik di ketinggian diantara 1.500 mdpl
  • Kecepatan angin rata-rata 5-6 km per jam, untuk membantu proses penyerbukan tanaman kelapa sawit
  1. Media tanam

  • Tanah yang cocok untuk menanam kelapa sawit adalah tanah yang mengandung lempung, mempunyai aerasi yang baik dan subur.
  • Lahan untuk menanam kelapa sawit sebaiknya memiliki sistem drainase yang baik, memiliki permukaan air yang cukup dalam, solum juga cukup dalam (80 cm), pH 4-6, dan tanahnya tidak berbatu.
  • Tanah latosol, utisol, aluvial, tanah gambut, dataran pantai dan muara sungai juga dapat dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Teknik dan Cara Budidaya Kelapa Sawitteknis Budidaya Kelapa Sawit

  1. Pembibitan kelapa sawit

  • Penyemaian

Kecambah kelapa sawit dimasukkan polibag ukuran 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm yang berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah kemudian ditanam sedalam 2 cm. Pastikan tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan yang memiliki diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan kecambah telah tumbuh daun 4-5 helai, bibit telah siap untuk dipindahtanamkan.

Bibit dari dederan dipindahkan ke polibag ukuran 40 x 50 cm setebal 0,11 mm yang telah berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Sebelum bibit ditanam, siram dahulu tanah dengan POC NASA 0,5 tutup botol atau 5 ml per 1 liter air. lalu polibag diatur ke posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90 x 90 cm.

  • Pemeliharaan pembibitan

Penyiraman dilakukan hanya dua kali sehari. Penyiangan dilakukan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma yang ada. Bibit yang tumbuh tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi bibit dilakukan pada umur bibit 4 dan 9 bulan.

Pemupukan pada saat pembibitan adalah sebagai berikut :

PUPUK MAKRO
> 15-15-6-4Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)
> 12-12-17-2Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr).
> 12-12-17-2Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
> POC NASAMulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).

Catatan :

Akan lebih baik jika pembibitan ditambah dengan SUPERNASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk kurang lebih 400 bibit. 1 botol SUPERNASA diencerkan ke 4 liter air (4.000 ml) air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Lalu setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk untuk penyiraman.

  1. Teknik penanaman kelapa sawit

  • Penetuan pola tanaman

Pola tanam dapat menggunakan pola monokultur atau tumpangsari. Tanaman penutup tanah pada area lahan kelapa sawit sangat penting karena untuk memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mempertahankan kelembaban, mencegah erosi dan untuk menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Tanaman penutup tanah sebaiknya berupa tanaman kacang-kacangan, yang sebaiknya dilakukan segera setelah persiapan lahan selesai.

  • Pembuatan lubang tanam

Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam, ukuranya 50 x 40 cm dan kedalaman 40 cm. Sisa galian tanah atas 20 cm dipisahkan dari tanah bawah. Jarak lubang tanam 9 x 9 x 9 m. Jika lahan penanaman kelapa sawit berupa area berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

  • Cara penanaman

Penanaman dilakukan pada musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Cara menanam :

  • Lepaskan plastik polibag dengan hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang tanam
  • Sebarkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan sebelumnya dalam pupuk kandang selama 1 minggu di sekitar perakaran tanaman
  • Segera timbun dengan tanah galian atas
  • Siram dengan POC NASA secara merata dengan dosis 5-10 ml per 1 liter air untuk setiap pohon
  1. Pemeliharaan tanaman kelapa sawit

  • Penyulaman dan penjarangan

Tanaman yang mati disulam dengan bibit yang berumur 10-14 bulan.

  • Penyiangan

Tanah di sekitar pohon kelapa sawit harus bersih dari tanaman pengganggu (gulma).

  • Pemupukan

Pupuk Makro :

UREA1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

225 kg/ha
1000 kg/ha
TSP1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36

2. Bulan ke 48 & 60

115 kg/ha
750 kg/ha
MOP/KCL1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

200 kg/ha
1200 kg/ha
KIESERITE1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

75 kg/ha
600 kg/ha
BORAX1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36

2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

20 kg/ha
40 kg/ha

Catatan : pemberian pupuk pertama dilakukan pada awal musim hujan (September – Oktober) dan kedua pada akhir musim hujan (Maret – April)

POC NASA

  • Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-36 BLN2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 – 5 bulan sekali
>36 BLN3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali
  • Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tapi tidak dari awal memakai POC NASA :

Tahap I : aplikasikan 3-4 kali rutin dengan interval 1-2 bulan. Dengan dosis 3-4 tutup per pohon

Tahap II : aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dengan dosis 3-4 tutup per pohon.

  • Pemangkasan daun
  • Pemangkasan pasir

Membuang daun kering, buah pertama dan buah yang busuk pada usia tanaman 16-20 bulan.

  • Pemangkasan produksi

Memotong daun yang tumbuh saling menumpuk, dilakukan untuk persiapan panen umur 20-28 bulan

  • Pemangkasan pemeliharaan

Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pokok tanaman hanya berjumlah 28-54 helai.

  • Kastrasi bunga

Memotong bunga-bunga betina dan jantan yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

  • Penyerbukan buatan
  • Penyerbukan oleh manusia

Dilakukan saat tanaman berusia 2-7 minggu. Dengan cara mencampur serbuk sari dengan talk murni, semprotkan serbuk sari apda kepala putik dengan menggunakan baby duster atau puffer.

  • Penyerbukan oleh serangga

Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga tersebut dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan dari cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, dan produksi minyak inti meningkat hingga 30%.

  1. Hama dan penyakit tanaman kelapa sawit

  • Hama
  • Hama tungau

Bagian yang diserang oleh hama tungau adalah bagian daun. Gejalanya daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian dilakukan dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona.

  • Ulat setora

Bagian yang diserang oleh ulat setora dalah bagian daun. Gejalanya daun hanya tersisa lidinya saja karena dimakan ulat. Pengendalian dilakukan dengan cara semprot tanaman menggunakan Pestona.

  • Penyakit
  • Root blast

Bagian yang diserang adalah akar. Gejalanya bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian dengan cara pembuatan persemaian yang baik. Pencegahan menggunakan Natural GLIO.

  • Garis kuning

Gejalanya terdapat bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat apda daun, daun menjadi kering. Pengendalian dengan cara inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan menggunakan Natural GLIO sejak awal tanam.

  1. Panen

Tanaman kelapa sawit mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Kelapa sawit dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan yang sudah matang panen adalah sedikitnya terdapat 5 buah yang lepas atau jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Itulah 5 faktor penting dalam Teknik Budidaya Kelapa Sawit yang perlu diketahui untuk meningkatkan produksi kelapa sawit.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar