0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Beras Hitam Kaya Akan Manfaat

Beras Hitam memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam cerita sejarahnya, dahulu beras hitam dianggap sebagai makanan para raja. Di Negara Cina, beras hitam pernah disebut sebagai beras terlarang (forbiden rice), karena pada zaman dahulu beras hitam hanya boleh dikonsumsi oleh keluarga kerajaan.

Ada tiga jenis beras secara umum, yaitu beras putih, beras merah dan beras hitam. Dari ketiga jenis beras tersebut, beras putih merupakan beras yang paling banyak dikonsumsi oleh orang-orang di seluruh dunia, disusul dengan beras merah. Beras hitam merupakan beras yang paling sedikit dikonsumsi karena memang belum begitu populer di masyarakat.

Masyarakat Indonesia lebih mengenal ketan hitam dibanding beras hitam. Meskipun dari segi warna sama-sama hitam, beras hitam sebenarnya berbeda dengan ketan hitam, begitu pula dengan kandungan nutrisinya. Beras hitam membutuhkan lebih banyak air dan waktu yang lebih lama ketika dimasak.Dari segi rasa, beras hitam sedikit pera tidak begitu “pulen” seperti beras putih. Setelah matang, beras hitam memiliki aroma kuat yang menguggah selera makan.

Manfaat Beras Hitam

Jika kita melihat sejumlah literatur yang bertebaran di dunia maya atau internet, beras hitam digembar-gemborkan seperti obat yang dapat menyembuhkan segala hal. Namun benarkah itu?

Beras hitam merupakan bahan pangan, bukan obat. Meskipun pada keadaan tertentu bisa saja berfungsi sebagai obat. Namun seperti bahan pangan pada umumnya, yang khasiatnya cenderung lebih kepada pencegahan penyakit dari pada mengobati. Ada pun manfaat utama beras merah adalah sebagai berikut:

  • Mencegah Kanker

Karena beras hitam memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin merupakan salah satu jenis antioksidan yang sangat kuat. Sebagaimana telah diketahui bahwa zat antioksidan merupakan zat yang berperan aktif untuk mencegah penyakit kanker.

  • Mencegah Diabetes

Nilai kalori pada beras hitam merupakan yang paling rendah dibandingkan jenis beras lainnya. Nilai kalorinya yaitu sekitar 362 kcal per 100 gram. Tinggi rendahnya kalori pada suatu bahan pangan berkaitan erat dengan indeks glikemik. Indeks glikemik merupakan angka yang menujukkan seberapa besar suatu bahan pangan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Semakin tinggi nilai indeks glikemik, makanan tersebut akan memicu kenaikan gula darah yang tinggi pula. Oleh karena itu, beras hitam digolongkan sebagai bahan pangan sehat dan dianjurkan bagi penderita diabetes.

  • Mencegah Penyakit Jantung

Beras hitam memiliki rasa sedikit pera (tidak sepulen beras putih), yang artinya beras hitam memiliki kandungan serat yang tinggi. Bahan pangan yang mengandung serat tinggi bermanfaat untuk memelihara kesehatan jantung.

  • Obat Anemia

Kandungan zat besi pada beras hitam mencapai 15,52 ppm. Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan darah (hemoglobin) yang sangat dianjurkan bagi penderita anemia.

  • Anti Aging (Anti Penuaan)

Hal ini masih terkait dengan kandungan antioksidan pada beras hitam yang sangat berperan dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Sehingga apabila sel-sel tubuh cepat memperbaiki diri, seseorang akan terlihat lebih bugar dan awet muda.

Jenis dan Karakteristik Beras Hitam

Jenis-jenis beras hitam di Indonesia muncul dari berbagai kultivar yang beragam. Para petani mendapatkannya dari warisan turun-menurun. Namun sebagian juga ada yang memurnikannya dari beras hitam yang beredar di pasar.

Benih beras hitam yang beredar di pasar yaitu Cempo Ireng (Kulon Progo, Sleman), Cibeusi (Subang), Melik (Lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah), Toraja (Sulawesi).

Karakter fisik dari beberapa jenis beras hitam tersebut adalah sebagai berikut:

  • Bulir Beras Berwarna Hitam

Warna hitam pada bulir-bulir beras dihasilkan secara genetik oleh warna aleuron dan komposisi pati dalam endospermia. Aleuron dan endospermia memproduksi antosianin yang menyebabkan warna ungu. Antosianin merupakan zat antioksidan yang diperlukan sebagai anti kanker. Karena kadar antosianin yang sangat tinggi, warna ungu menjadi terlihat hitam.

  • Gabahnya Berwarna Coklat

Gabah pada beras hitam tetap berwarna coklat seperti padi biasa. Warna gabah akan menghitam hanya saat pengisian bulir padi, namun akan berubah kembali menjadi coklat saat matang. Hal ini berbeda dengan ketan hitam yang kulit gabahnya juga berwarna hitam.

  • Tanamannya Berumur Panjang

Secara umum kendala pengembangan beras hitam hanya pada umur panennya yang panjang, mencapai 200 hari. Namun ada beberapa varietas yang sudah genjah (berumur panen pendek), bisa dipanen dalam 4 bulan. Sayangnya benih tersebut masih sulit ditemukan dan kalaupun ada belum tentu stabil.

  • Tanaman Berpostur Tinggi

Beras hitam lokal nusantara postur tanamannya tegap. Tingginya bisa mencapai 2 meter. Namun beberapa persilangan saat ini didapatkan tanaman yang lebih pendek.

Produksi Beras Hitam

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Biogen, sejak tahun 2003 telah dikembangkan varietas beras hitam yang berasal dari persilangan antara beras merah Galur dengan beras varietas Silugonggo, yang menghasilkan tanaman beras berumur genjah (umur tanam hingga panen) 90-100 hari dengan tinggi tanaman 90-100 cm.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Jawa Barat pada tahun 2009, sebuah kegiatan usaha pemuliaan beras hitam menghasilkan tiga varian beras yang biasa ditanam oleh petani di Desa Cibeusi dan Ciater, Kabupaten Subang. Varian tersebut berwarna kuning cerah, kusam, dan kehitaman, dikenal dengan nama Cibeusi. Beras cibeusi mempunyai umur genjah hingga 200 hari dengan produktivitas lebih dari 5 ton per hektar.

Demikian artikel mengenai Kandungan Dan Manfaat Beras Hitam bagi kesehatan. Semoga bermanfaat.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA