0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Kondisi Lahan Pertanian Akibat Pupuk Kimia

Lahan pertanian akibat pupuk kimia – Hampir semua aktivitas pertanian atau perkebunan pasti melakukan kegiatan pemupukan. Dampak dari kegiatan pemupukan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan. Sehingga nantinya mampu memberikan hasil yang optimal dan memberikan keuntungan dari segi ekonomi.

Pupuk adalah zat, baik sistesis atau organik, yang ditambahkan ke tanah untuk meningkatkan nutrisi penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Meskipun pupuk ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi manusia, akan tetapi dampak dari kegiatan pemupukan tanah harus diperhatikan.

Hal ini khususnya pada penggunaan pupuk kimia. Jika dilakukan secara berlebihan, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bisa menimbulkan dampak yang dapat merusak kesuburan tanah, bukan menjadikan tanah subur. Pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi. Beberapa contoh pupuk kimia adalah Urea, Za dan KCI.

Pertanian Akibat Pupuk Kimia

Menurut pengamatan para ahli, tanaman tidak akan bisa menyerap 100% pupuk kimia. Sehingga akan ada residu atau sisanya. Sisa dari pupuk kimia yang tertinggal di dalam tanah ini bila terkena air akan mengikat tanah seperti lem atau semen. Dan setelah kering tanah akan lengket dan keras sehingga tanah tidak gembur lagi. Sedangkan binatang yang berfungsi untuk menggemburkan tanah seperti cacing tidak dapat hidup di kawasan tersebut karena telah kehilangan unsur alamiahnya.

Penggunaan pupuk kimia juga berdampak pada lingkungan sekitar. Jika penggunannya terlalu banyak akan mengakibatkan eutrofikasi. Pupuk mengandung zat seperti nitrat dan fosfat. Zat ini menjadi racun untuk kehidupan akuatik (perairan), dengan cara meningkatkan pertumbuhan ganggang sehingga kadar oksigen dalam air menurun.

Pupuk kimia juga terdiri dari zat dan bahan kimia seperti metana, karbon dioksida, amonia, dan nitrogen. Hal ini jika menumpuk akan menyebabkan pemanasan global dan perubahan cuaca. Apabila ketergantungan pada pupuk kimia semakin parah, maka tanah pertanian kita seperti masuk ke dalam lingkaran setan.

Dipakai semakin banyak, tanah semakin rusak. Tanah yang semakin rusak akan membuat para petani semakin bergantung pada pupuk kimia jika kurangnya pengetahuan para petani mengenai dampak dari pupuk kimia. Itulah yang sudah terjadi pada hampir seluruh lahan pertanian di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Sehingga perlu diambil langkah serius dan sesegera mungkin unttuk menghindari akibat yang lebih parah.

Beralih Pemakaian Ke Pupuk Organik

Lahan Pertanian Akibat Kimia

Sebaliknya, jika para petani menggunakan pupuk alami atau pupuk organik, akan memperoleh manfaat yang cukup besar. Yaitu selain baik untuk tanaman pupuk organik juga baik bagi tanah dan lingkungan sekitar serta dapat digunakan hingga jangka panjang. Pupuk organik bisa menjadi alternatid para petani untuk meningkatkan produktifitas tanamannya.

Pupuk organik di definiskan sebagai pupuk yang seluruhnya berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, sehingga berubah bentuk menjadi padat atau cair yang berfungsi untuk mensuplai bahan organik untuk memperbaiki kerusakan pada tanah, baik kerusakan fisik, kimia atau biologi pada tanah.

Keunggulan Pupuk Organik

  1. Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan pupuk kimia
  2. Pupuk organik berfungsi memberikan kehidupan mikroorganisme tanah
  3. Pupuk organik mempunyai peran untuk mengatur pelepasan hara pada tanah sehingga mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman keracunan dan mati
  4. Tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih aman jika dikonsumsi untuk manusia
  5. Pupuk organik dapat merawat dan menjaga tingkat kesuburan tanah

Dapat disimpulkan bahwa dengan pemakaian pupuk kimia yang berlebih, jika ingin mendapatkan minimal hasil panen yang sama dengan panen sebelumnya, maka di musim tanam berikutnya harus menmabha dosis pada pemakaian pupuk kimia.

Hal seperti ini yang membuat kondisi lahan pertanian semakin buruk dan unsur hara pada tanah menjadi sangat jauh berkurang.

Jika sudah dalam kondisi tersebut sangat sulit untuk mengembalikan kondisi tanah yang gembur, danminimal diperlukan 40 ton pupuk kandang per Ha. Yang menjadi masalah berikutnya adalah di Indonesia tidak cukup terdapat pupuk kandang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Marilah kita bersama berusaha memperbaiki kondisi lahan pertanian Indonesia dengan lebih mengutamakan penggunaan pupuk organik dan berbagai vitamin untuk tanaman bersama PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar