0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Teknik Agar Tanaman Dapat Berbuah Cepat Dan Lebat

Agar Tanaman Cepat Berbuah Lebat – Tanaman buah dapat tetap berbuah di luar musim adalah benar, beberapa para pengguna teknologi organik NASA telah membuktikannya. Namun masih banyak pihak yang belum mempercayainya, kalaupun sudah percaya masih banyak yang belum mengetahui tekniknya. Ada pengalaman atau fakta bahwa setelah tanaman berhasil berbuah diluar musim, tidak lama kemudian tanaman akan mati (mati muda). Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui teknik merawat tanaman agar dapat berbuah lebat meskipun di luar musim dengan benar dan aman baik bagi tanamannya, lingkungan dan manusia penikmatnya.

Teknik atau teknologi agar tanaman berbuah lebat dan dapat berbuah meski di luar musim, disebut teknologi Off-Season. Berbagai Teknologi Off-Season meliputi secara mekanik atau fisik, secara kimia atau hormonal, atau gabungan dari keduanya.

Teknologi Off Season

  • Secara Mekanis atau Fisik

Sebenarnya teknologi off-season telah diterapkan sejak jaman dulu antara lain dengan cara mengerat kulit pohon secara melingkar sepanjang lingkaran pohon sampai kelihatan kayu pohon,

Sistem Pruning yaitu memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau hanya tersisa sedikit daun.

Sistem Pelukaan yaitu dengan melukai kulit pohon menggunakan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, memaku atau mengiris kulit kayu.

Sistem Pengikatan yaitu mengikat pohon dengan kawat hingga transpor hasil fotosintesis pembuluh floem terhambat.

Sistem Stressing air yaitu tidak menyiram tanaman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.

Kelima teknologi off-season konvensional tersebut, prinsip mekanismenya yaitu mengubah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) atau C/N ratio di dalam tubuh tanaman. Akan tetapi akan memunculkan resiko gagal yang tinggi, namun jika aplikasinya tepat kemungkinan akan berhasil, dan jika tidak tepat maka akan gagal. Selain tidak pasti, pohon juga akan rusak secara fisik dan fisiologis, sehingga tanaman akan sengsara dan menderita.

  • Secara Kimia

Teknologi Off Season biasanya menggunakan agro-chemical. Agro-chemical merupakan bahan aktif zat pengatur tumbuh (ZPT). Teknologi agro-chemical ini prinsipnya merubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetatif dengan peran hormon atau senyawa kimia tertentu agar muncul fase generatif (bunga dan buah). Dengan istilah lain, agro-chemical merupakan “pemaksaan/pemerkosaan” sehingga mengakibatkan risiko tanaman mengalami kesengsaraan atau penderitaan.

Teknik pembuahan diluar musim dengan teknologi diatas baik secara fisik/mekanis dan kimia, ternyata masih berpotensi menimbulkan risiko tanaman menderita. Untuk mencegah atau meminimalisir hal tersebut, maka penting untuk mengetahui hal-hal berikut pada tanaman yang akan kita perlakukan :

  • Memahami persepsi

Bukan hanya “membuahkan diluar musim” dan melakukan semua cara tanpa memperhatikan kepentingan serta kebutuhan tanaman baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tetapi harus dengan persepsi bijaksana yaitu mempercepat upaya pemulihan (recovery) tanaman dengan memenuhi seluruh kebutuhannya secara lengkap, tepat, dan berimbang agar lebih cepat memasuki fase generative kembali daripada musim buah pada umumnya.

  • Memenuhi kebutuhan tanaman

Memenuhi kebutuhan tanaman dengan memperhatikan dan mengkondisikan atau menyesuaikan faktor eksternal yaitu meliputi suhu, pemupukan, cahaya, hama dan penyakit, penyiraman/pengairan, dan lain-lain.

Pemupukan

Pemupukan harus dengan prinsip Lima Tepat yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat cara, tepat waktu, tepat sasaran. Tepat jenis, kita harus tahu bahwa tanaman membutuhkan sekitar 60-90 jenis unsur hara dalam fase pertumbuhannya, baik unsur mikro (Fe, Zn, B, Mo, Mn, Cu, Cl) maupun unsur makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan unsur lainnya. Sehingga disamping menggunakan pupuk-pupuk makro (misal urea, SP36, KCl, NPK majemuk dll) juga harus digunakan pupuk organik yang mempunyai kandungan lengkap dengan komposisi seimbang.

Pupuk organik yang digunakan sebaiknya mengandung kandungan lengkap seperti enzim, hormon (auksin, sitokinin, giberelin), asam-asam amino, humat dan vulfat dll. Karena penggunaan pupuk yang tepat akan sangat membantu keberhasilan mempercepat pemulihan (recovery) tanaman untuk berbuah kembali lebih cepat dari musimnya.

Berkaitan dengan hal ini, penting juga kita memahami analogi proses memasak agar tanaman terjaga dan bertahan dengan baik atau normal dalam jangka panjang meskipun diberikan perawatan. Seperti pada proses pembuatan kue, kita harus menyesuaikan target jumlah kue yang akan dibuat dengan ketersediaan bahan baku, alat dan kokinya. Unsur hara atau pupuk analog dengan bahan baku rotinya, enzyme analog dengan oven atau alat masaknya, dan hormone analog dengan kokinya. Jadi perawatannya tidak hanya hormonnya saja atau Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)nya saja karena akan berisiko membuat tanaman merana dan menderita akibat bahan baku pupuk dan alat masaknya (enzyme) kurang. Dalam hal ini teknologi organik NASA (bisa memilih atau mengkombinasikan pupuk organik POWER NUTRITION, SUPERNASA, GREENSTAR, POC NASA, SUPERNASA GRANULE, HORMONIK dan lainnya) relative mampu mencukupi kebutuhan 60-90 jenis unsur hara (pupuk NPK perlu tetap ditambahkan), hormon auksin, enzyme, giberelin dan sitokinin, asam-asam amino, humat dan vulfat dll. Tanaman yang sehat, terlihat dari daunnya yang berwarna hijau tua mengkilat, percabangan merata, dan tidak terserang hama atau penyakit.

Pemupukan dengan tujuan pembuahan di luar musim dilakukan terhadap tanaman yang sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Krena jika dipaksa berbunga di bawah umur, dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan vegetatif tanaman yang berakibat pada postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat. Sebaiknya jangan diaplikasikan juga pada tanaman yang sedang dalam fase akselerasi pertumbuhan vegetatif ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).

Cara Pemupukan Agar Tanaman Berbuah Lebat

  1. Untuk tanaman buah umur diatas 3 Tahun
  • Ambil 1 sendok makan Power Nutrition, 1 sendok makan SUPERNASA campur dengan 10 liter air, per batang siram/kocor dengan takaran 5-10 Liter per batang
  • Interval 1 minggu sekali
  1. Untuk penyemprotan di bagian daun.
  • Ambil 1 sachet Pupuk GreenStar + 14-17 liter air aduk sampai merata
  • Masukan larutan Pupuk GreenStar tadi kedalam tangki semprot ukuran 14-17 liter
  • Semprotkan larutan secara merata pada batang, daun, bunga dan calon buah yang masih bisa dijangkau
  • Pemupukan dilakukan 1 minggu sekali
  1. Untuk Pembuahan di luar musim
  • Setiap tanaman diberi Power Nutrition 1 sendok makan, ditambah SUPERNASA 1 sendok makan, ditambah pupuk NPK 1,5 – 2kg dilarutkan ke dalam 10 liter air, untuk diaplikasikan per pohon.
  • Hasil akan lebih optimal jika ditambah penyemprotan menggunakan POC NASA dan HORMONIK dengan dosis 3-4 tutup botol POC NASA + 1 tutup botol HORMONIK per tangki semprot setiap 7-10 hari sebanyak 3-4 kali semprotkan secara merata batang dan daun yang masih bisa dijangkau. Atau bisa menggunakan pupuk serbuk GREENSTAR sesuai dosis di atas.
  • Pemupukan dilakukan 1 minggu sekali

Produk-produk pertanian yang dibutuhkan agar tanaman cepat berbuah lebat dapat diperoleh hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA