• Kontak Kami
  • Hotline : 082223821112
  • SMS : 082223821112
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Paket » Agrokompleks » Paket Budidaya Udang Organik NASA

Paket Budidaya Udang Organik NASA

Ditambahkan pada: 13 July 2016 / Kategori: , ,
OFF 22%
Kode : P-UDANG
Berat : 2300 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 103 kali
Review : Belum ada review
Rp 176.000 Sebelum Rp 225.000
(OFF 22%) Hemat Rp 49.000
Tentukan Pilihan!

# Paket Budidaya Udang Organik NASA

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Paket Budidaya Udang Organik NASA kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Paket Budidaya Udang Organik NASA

ISI PAKET :

1 BOTOL TON 250 gram

1 BOTOL VITERNA PLUS 500 cc

1 BOTOL POCNASA 500 cc

1 BOTOL HORMONIK 100 cc

PENDAHULUAN

Di Indonesia, budidaya udang windu telah dimulai pada awal tahun 1980-an, dan produksi udang ini mencapai puncaknya di tahun 1985-1995. Pada kurun waktu tersebut, udang windu menjadi komoditi penghasil devisa terbesar dari produk perikanan. Tetapi produksi udang windu di Indonesia mulai menurun setelah tahun 1995. Hal tersebut karena terjadinya penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit pada udang windu. Dengan melihat komoditi perikanan itu, PT Natural Nusantara berupaya membantu menanggulangi permasalahan tersebut dengan menghadirkan produk-produk agrokompleks yang berprinsip pada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian lingkungan (K-3).

SYARAT TEKNIS BUDIDAYA UDANG

  • Lokasi tepat untuk tambak udang yaitu di daerah pantai. Karena tanah daerah pantai bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga dapat menahan air dan tidak mudah pecah.
  • Air payau dengan salinitas 0-33 ppt dan suhu maksimal 36-300ºC serta bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya merupakan air yang baik untuk tambak udang.
  • Tambak udang harus memiliki saluran air masuk dan saluran air keluar yang terpisah.
  • Pilih lokasi budidaya yang aksesnya mudah untuk mendapatkan sarana produksi, seperti pakan, benur, pupuk, obat-obatan dan lain-lain.
  • Pada lokasi budidaya harus tersedia aliran listrik.

TIPE-TIPE BUDIDAYA UDANG

  • Tambak ekstensif atau tradisional

Yaitu tipe budidaya udang yang petakan tambaknya berada di lahan pasang surut seperti rawa bakau. Pada tipe budidaya ini belum menggunakan pupuk dan obat-obatan serta program pakannya belum teratur.

  • Tambak semi intensif

Yaitu tipe budidaya udang yang lokasi tambaknya sudah berada di daerah terbuka, penggunaan pakan buatan masih sedikit.

  • Tambak insentif

Lokasi tambak berada di daerah khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, sudah menggunakan kincir, dan program pakan sudah teratur dengan baik.

PEMILIHAN BENUR

Benur yang baik memiliki tingkat kehidupan yang tinggi, daya adaptasi yang baik, berwarna tegas dan tidak pucat, aktif bergerak, dan mempunyai alat tubuh yang lengkap.

Untuk menguji kualitas benur, Anda dapat meletakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang berisi air. Aduk air dengan kencang selama 3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut. Benur yang sehat akan berenang melawan arus dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.

PENGOLAHAN LAHAN BUDIDAYA

  • Pengangkatan lumpur

Merupakan kegiatan pengangkatan lumpur dan kotoran dari sisa budidaya sebelumnya. Dapat dilakukan dengan cangkul atau penyedotan menggunakan pompa aliran air.

  • Pembalikan tanah

Tanah pada dasar tambak perlu dibalik. Pembalikan tanah bisa dengan cara dibajak atau dicangkul. Tanah dibalik dengan tujuan untuk membebaskan gas-gas beracun yang terikat oleh partikel tanah agar bibit penyakit mati karena terkena sinar matahari.

  • Pengapuran

Pengapuran menggunakan kapur dolomit atau zeolit sebanyak 1 ton per ha. Kegiatan pengapuran bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit penyakit.

  • Pengeringan

Setelah tanah diberi kapur dolomit atau zeolit, tanah kemudian dibiarkan hingga kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.

  • Gunakan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara)

Untuk mengembalikan kesuburan lahan dan mempercepat pertumbuhan pakan alami atau plankton dan untuk menetralkan senyawa beracun, lahan untuk tambak perlu diberi pupuk TON sebanyak 5 botol per 1 ha, caranya masukkan TON ke dalam air kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.

PEMASUKAN AIR KOLAM

  • Setelah lahan dibiarkan 3 hari, air mulai dimasukkan ke tambak. Air pertama dimasukkan setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari agar plankton. Setelah itu air dimasukkan lagi hingga setinggi minimal 80 cm.
  • Perlakuan Saponen dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak.

PENEBARAN BENUR

  • Adaptasi suhu

Caranya dengan merendam plastik wadah benur ke kolam tambak selama 10-30 menit. Tujuannya agar terjadi penyesuaian suhu antara air kolam dan air dalam plastik.

  • Adaptasi udara

Caranya dengan membuka plastik wadah benur dan biarkan terbuka dan terapung selama 30 menit. Tujuannya agar terjadi pertukaran udara antara udara bebas dengan udara dalam plastik.

  • Adaptasi kadar garam

Caranya dengan memercikkan air tambak ke dalam plastik wadah benur dan biarkan selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi pencampuran air yang berbeda kadar garamnya antara kadar garam pada plastik benur dengan kadar garam pada air tambak.

  • Pengeluaran benur

Caranya dengan memasukkan sebagian ujung plastik adah benur ke air tambak dan biarkan benur keluar sendiri. Benur yang tidak keluar sendiri dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati.

PEMELIHARAAN KOLAM

Pada bulan pertama yang perlu diperhatikan adalah kualitas air. kualitas air harus stabil dan tetap dalam keadaan baik. Untuk menjaga kualitas air, setiap pemasukan air tambahkan TON 1-2 botol per ha. TON berfungsi untuk menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak dan menumbuhkan serta menyuburkan plankton.

Ketika menginjak umur 1 bulan, dilakukan sampling untuk mengetahui pertumbuhan udang. Udang yang normal saat umur 1 bulan bisa mencapai size 250-300 ekor udang per kg. Selanjutnya sampling dilakukan setiap 10 hari sekali.

Mulai umur 2 bulan keatas, hal yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkan kondisi air yang jelek seperti keruh, kecerahan rendah sebaiknya cepat dilakukan pergantian air dan perlakuan TON sebanyak 1-2 botol per ha.

PAKAN UDANG

  1. Pakan udang terdiri dari 2 macam yaitu :
  • Pakan alami, berupa plangkton, siput-siput kecil, anak serangga dan sisa hewan atau tumbuhan yang telah membusuk.
  • Pakan buatan berupa pelet.
  1. Kebutuhan pakan awal yaitu 1 kg per 100 ekor udang. Lalu setiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari.
  2. Agar pertumbuhan udang maksimal, perlu ditambahkan nutrisi lengkap dalam pakan. Oleh karena itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA Plus dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, lemak dan vitamin yang lengkap. Penggunaannya dengan dosis 5 cc per kg untuk umur dibawah 60 hari dan setelah itu 10 cc per kg pakan hingga panen.

PENYAKIT UDANG

  1. Bintik putih

Penyakit bintik putih merupakan faktor utama kegagalan budidaya udang. Bintik putih disebabkan oleh infeksi virus SEMBV. Gejalanya, terdapat bintik-bintik putih di cangkang, udang akan berenang tidak teratur di permukaan air dan jika menabrak tanggul akan langsung mati. Karena belum ada obat untuk penyakit ini, maka sebaiknya lakukan pencegahan agar udang tidak terkena penyakit bintik putih. Cara mengatasinya adalah usahakan tidak ada kepiting dan udang-udang liar yang masuk ke kolam budidaya. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak perlu diberi TON.

  1. Kotoran putih

Adanya kotoran putih di daerah pojok tambak diikuti dengan penurunan nafsu makan udang. Menyebabkan kematian udang dalam waktu yang lama. Untuk pencegahan, kualitas air harus selalu dijaga, lakukan pengeluaran kotoran dasar tambak secara rutin.

  1. Nekrosis

Gejala yang terlihat yaitu adanya kerusakan atau luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah pupuk TON 1-2 botol per ha.

Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan karena penurunan kualitas kolam budidaya. Maka dari itu, pemberian TON sangat dianjurkan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.

PANEN UDANG

Udang dapat dipanen jika sudah mencapai bobot panen. Panen udang juga dapat dilakukan jika terjadi serangan penyakit (panen karena serangan penyakit disebut panen emergency). Panen normal dilakukan pada umur 120 hari, dengan size normal rata-rata 40-50 udang per kg. Sedangkan panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit ganas dalam skala besar, karena jika tidak dipanen udang akan habis atau mati.

Udang yang bermutu baik yaitu memiliki ciri-ciri berukuran besar, licin, berkulit keras, bersih, bersinar, alat tubuh lengkap, segar dan masih hidup. Panen udang dilakukan pada malam hari atau dini hari agar udang tidak terkena sinar matahari. Jika panen dilakukan pada malam atau dini hari, udang yang sudah mati tidak cepat merah dan rusak.

Demikian uraian mengenai teknik budidaya udang agar menghasilkan produksi yang maksimal. Dapatkan Paket Budidaya Udang Organik hanya dari ditributor resmi PT Natural Nusantara.

Belum ada review untuk Paket Budidaya Udang Organik NASA

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait Paket Budidaya Udang Organik NASA

OFF 18%
Rp 262.000 Rp 320.000
Ready Stock / P-GAGAL GINJAL
OFF 18%
Rp 328.000 Rp 400.000
Ready Stock / P-MELON
OFF 10%
Rp 515.000 Rp 575.000
Ready Stock / P-STROKE

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 23%
Rp 135.000 Rp 175.000
Ready Stock / NCL
SIDEBAR