• Kontak Kami
  • Hotline : 082223821112
  • SMS : 082223821112
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Paket » Agrokompleks » Paket Budidaya Pisang Organik

Paket Budidaya Pisang Organik

Ditambahkan pada: 17 July 2016 / Kategori: , ,
Kode : P-PISANG
Berat : 3200 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 294 kali
Review : Belum ada review
Rp 371.000 Sebelum Rp 425.000
(OFF 13%) Hemat Rp 54.000
Tentukan Pilihan!

# Paket Budidaya Pisang Organik

paket pupuk pertanian budidaya pisang nasa
Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Paket Budidaya Pisang Organik kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Paket Budidaya Pisang Organik

ISI PAKET :

  • 1 botol POWER NUTRITION 250 gram
  • 1 botol SUPERNASA 250 gram
  • 1 botol POC NASA 500 cc
  • 1 botol HORMONIK 100 cc
  • 1 botol GLIO 100 gram
  • 1 botol BVR 100 gram
  • 1 botol AERO-810 250 CC
  • 1 botol PESTONA 500 cc

Leaflet Budidaya NASA

PENDAHULUAN

Pisang merupakan tanaman buah, dimana buahnya merupakan sumber vitamin, karbohidrat dan mineral. Produksi buah pisang di Indonesia masih rendah, karena pisang masih ditanam dalam skala rumah tangga ataupun jika dibudidayakan di kebun pemeliharaannya masih belum intensif. Sehingga produksi pisang Indonesia masih belum dapat ikut bersaing di pasar internasional. PT Natural Nusantara berupaya membantu para petani pisang tanah air untuk meningkatkan produksi pisang baik dari segi kuantitas, kualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

SYARAT TUMBUH

  1. Iklim

  • Pisang paling baik ditanam pada daerah beriklim tropis basah, lembab maupun panas. Namun pisang juga masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
  • Pisang membutuhkan kecepatan angin yang tidak terlalu tinggi.
  • Curah hujan yang dikehendaki adalah 1.520 – 3.800 mm per tahun dengan 2 bulan kering.
  1. Media Tanam

  • Tanaman pisang baik ditanam di tanah berhumus disertai dengan pemupukan.
  • Membutuhkan air yang cukup namun tidak menggenang.
  • Tanaman pisang tidak dapat hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
  1. Ketinggian Tempat

Tanaman pisang baik ditanam di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 mdpl. Jenis pisang ambon, nangka dan tanduk dapat tumbuh baik hingga ketinggian 1.000 mdpl

PEMBIBITAN

  • Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan).
  • Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
  • Tinggi anakan untuk bibit 1 – 1,5 m dengan lebar potongan umbi 15 – 20 cm.
  • Bibit yang baik yaitu yang daunnya masih berbentuk seperti pedang dan helai daun sempit.
  1. Penyiapan Bibit

  • Tanaman untuk bibit ditanam dgn jarak tanam 2 x 2 m.
  • Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9.
  1. Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam

  • Setelah bibit dipotong, tanah yang menempel pada akar dibersihkan.
  • Bibit disimpan pada tempat yang teduh selama 1 – 2 hari sebelum tanam.
  • Bibit yang daunnya lebar dibuang.
  • Rendam umbi bibit hingga sebatas leher batang ke dalam larutan POC NASA (1-2 tutup botol), HORMONIK (0,5-1 tutup botol), Natural GLIO (1-2 sendok makan) ditambah 10 liter air. Direndam selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan dengan diangin-anginkan.
  • Apabila di area tanam sudah ada hama nematoda, umbi bibit direndam dalam air panas selama beberapa menit.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM

  • Sebelumnya lahan budidaya dibersihkan dari gulma, kotoran dan sisa tanaman budidaya maupun tanaman pengganggu.
  • Tanah dibajak atau digaru supaya gembur
  • Buat saluran pengeluaran air.
  • Pada lahan miring dibuat sengkedan.
  • Dianjurkan untuk menanam tanaman pelindung seperti lamtoro pada batas sengkedan.

PENANAMAN

  • Buat lubang tanam ukuran 30 x 30 x 30 cm pada tanah gembur dan 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat.
  • Dengan jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
  • Waktu penanaman paling baik yaitu menjelang musim hujan (September – Oktober).
  • Siapkan campuran Natural GLIO dan pupuk kandang. Natural Glio sebanyak 100 dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 25-50 kg. Percikan air secukupnya untuk menjaga kelembaban. Masukkan campuran tersebut ke dalam karung dan biarkan selama 1 – 2 minggu.
  • Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
  • Tanah bagian atas dicampur dengan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg per lubang tanam. Tambahkan dolomit sebanyak 0,5-1 kg per lubang tanam dan pupuk kandang sbanyak 15 – 20 kg/lubang tanam.
  • Bibit dimasukkan dengan posisi tegak. Setelah itu ditutup dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur Natural GLIO, dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah. Jika pupuk kandang tidak tersedia, dapat diganti dengan SUPERNASA.
  • Setelah itu, siram dengan larutan POC NASA (1-2 tutup botol), HORMONIK (0,5 tutup botol) untuk setiap 5 liter air. Untuk hasil optimal, POC NASA dapat diganti dengan SUPERNASA. Cara penggunaan SUPERNASA yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 4 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Lalu setiap 5 tutup botol larutan induk ditambah dengan 5 liter air penyiraman setiap pohon.
  • Penyiraman dilakukan 2 – 3 bulan sekali.

PEMUPUKAN

Pupuk Jumlah Keterangan
Urea 207 kg/ha Diberikan dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup, 2 kali setahun.
SP 36

138

kg/ha

Diberikan 6 bulan setelah tanam. Interval 2 kali dalam satu tahun.
KCI 608

kg/ha

Diberikan 6 bulan setelah tanam. Interval 2 kali dalam satu tahun.
Pupuk

kandang

0,8-10

kg/ha

Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas.
Dolomit 200

kg/ha

Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas.
POC NASA atau

SUPERNASA; POWER NUTRITION

20

botol/ha

Disiramkan 3 bulan sekali.

10

botol/ha

Diberikan 4-6 bulan sekali.
Hormonik 10

botol/ha

Dicampur dengan POC NASA. Disiram 3 bulan sekali.

PEMELIHARAAN TANAMAN

  • Usahakan satu rumpun hanya terdiri dari 3 – 4 batang.
  • Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa. Sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).
  • Setelah berumur 5 tahun, rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman baru.
  • Waktu penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
  • Sebaiknya penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Pemangkasan dilakukan terhadap daun yang kering.
  • Lakukan pengairan secara rutin dan secukupnya. Dapat dengan penyiraman atau mengii parit saluran air.
  • Pasang mulsa berupa daun kering atau basah. Mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.

PEMELIHARAAN BUAH

  • Jantung pisang yang berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir dipotong.
  • Tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm setelah sisir pisang mengembang sempurna. Pada pkantung plastik diberi lubang diameter 1,25 cm dengan jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung dapat menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas. Dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
  • Batang tanaman disangga dengan bambu. Bambu penyangga dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PISANG

  1. Hama

  • Ulat daun (Erienota thrax.)

Hama ini menyerang tanaman pisang bagian daun. Menyebabkan daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.

  • Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)

Hama ini menyerang bagian kelopak daun dan batang. Ciri tanaman yang terserang yaitu terdapat  lorong-lorong ke atas atau bawah dalam kelopak daun dan batang pisang. Lakukan pengendalian dengan memperbaiki sanitasi rumpun pisang dan bersihkan rumpun dari sisa batang pisang. Semprot dengan PESTONA untuk memusnahkan hama uret kumbang.

  • Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)

Hama ini menyerang bagian akar tanaman. Tanaman yang terserang kelihatan merana. Terdapat rongga atau bintik kecil di dalam akar dan menyebabkan akar bengkak. Untuk pengendalian hama ini, gunakan bibit yang tahan nematoda, meningkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

  • Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.)

Hama ini menyerang bagian bunga dan buah. Menyebabkan pertumbuhan buah menjadi tidak normal dan kulit buah terlihat berkudis. Jika tanaman terserang, jumlah ulat ini akan sangat banyak yaitu sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

  1. Penyakit

  • Penyakit darah

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas celebensis. Bakteri tersebut menyerang jaringan tanaman bagian dalam. Jaringan tanaman menjadi kemerah-merahan seperti berdarah. Untuk pengendalian penyakit darah, gunakan Natural GLIO sebelum tanam, membongkar serta membakar dan memusnahkan tanaman yang terserang.

  • Panama

Penyakit panama disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini menyerang bagian daun. Daun menjadi layu dan putus. Mula-mula menyerang daun baian luar lalu bagian dalam. Pelepah daun membelah membujur dan mengeluarkan pembuluh getah berwarna hitam. Lakukan pengendalian menggunakan Natural GLIO sejak sebelum tanam, membongkar serta membakar dan memusnahkan tanaman yang terserang.

  • Bintik daun

Penyebab: jamur Cercospora musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Pengendalian: : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

  • Layu

Penyakit layu disebabkan oleh bakteri Bacillus sp. Jenis bakteri ini menyerang bagian akar. Menyebabkan tanaman layu dan mati. Untuk pengendalian, bongkar dan bakar atau musnahkan tanaman yang terserang dan gunakan Natural GLIO sejak awal tanam.

  • Daun pucuk

Penyakit daun pucuk disebabkan oleh virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa.n Sesuai namanya, penyakit ini menyerang pucuk daun. Ciri tanaman yang terserang yaitu daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Lakukan pengendalian kutu duan dengan Natural BVR, dan membongkar erta membakar tanaman yang terserang.

PANEN BUAH PISANG

  • Ciri tanaman pisang yang siap panen yaitu mengeringnya daun bendera. Buah telah berumur 80 – 100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat.
  • Buah pisang dipanen bersamaan dengan tandannya. Tandan diambil sepanjang 30 cm dari pangkal sisir paling atas.
  • Waktu memotong tandan, gunakan pisau yang tajam dan bersih.
  • Kemudian, tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik. Hal ini bertujuan agar getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.
  • Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali.
  • Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dilakukan 3-10 hari sekali dan tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.

Demikian uraian penjelasna mengenai cara budidaya tanaman pisang dengan teknologi organik NASA. Dapatkan produk Paket Budidaya Tanaman Pisang Organik NASA hanya dari distribusi resmi PT Natural Nusantara.

Belum ada review untuk Paket Budidaya Pisang Organik

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait Paket Budidaya Pisang Organik

Best Seller
OFF 18%
Rp 370.000 Rp 450.000
Ready Stock / P-LADA
OFF 8%
Rp 2.430.000 Rp 2.650.000
Ready Stock / P3-SAWIT
OFF 12%
Rp 372.000 Rp 425.000
Ready Stock / P-ANGGUR

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 10%
Rp 328.000 Rp 365.000
Ready Stock / P-KOBIS
OFF 8%
Rp 367.500 Rp 400.000
Ready Stock / P-STRAWBERRY2
OFF 13%
Rp 196.000 Rp 225.000
Ready Stock / P-STRAWBERRY
SIDEBAR