Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana Dengan Teknologi NASA

Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana Dengan Teknologi NASA

Diposting pada 3 May 2017 oleh Mba Seli

Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana – Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dengan memanfaatkan halaman pekarangan rumah, berbagai jenis sayuran sudah bisa dihasilkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sendiri. Tetapi di daerah perkotaan, halaman pekarangan sangat sempit, dan kebanyakan sudah dilapisi dengan semen sehingga tidak dapat digunakan untuk bertanam sayuran.

Dengan keadaan seperti itu, teknologi hidroponik bisa menjadi alternatif. Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam menggunakan cara hidroponik, medianya dapat memanfaatkan paralon / bekas aqua, Hidroponik dengan cara ini dapat diterapkan siapa saja dan dimana saja karena sangat mudah. Yang penting pada saat hujan tanaman tidak kehujanan. Karena kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Semua jenis tanaman memerlukan sinar matahari untuk dapat tumbuh. Dalam satu hari tanaman membutuhkan minimal 5 jam penyinaran dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang sangat terik juga tidak baik untuk tanaman. Tanaman yang cocok ditanam dengan teknik hidroponik adalah tanaman sayuran daun misalnya selada, caisim, pakcoy, kangkung, bayam, dan sebagainya. Menurut standar FAO, kebutuhan sayuran adalah 65 kg/kapita/tahun. Faktanya konsumsi rata-rata orang Indonesia hanya 34,5 kg/kapita/tahun.

 

Perkiraan Luas Lokasi Kebun

  1. Pastikan lokasi yang akan digunakan mendapat penyinaran sinar matahari selama setidaknya 6 jam
  2. Sayuran dapat ditanam pada tanah yang memiliki kedalaman minimal 6 sampai 8 inci (15 sampai 20 cm)
  3. Jenis sayuran yang dapat ditanam di lahan yang sempit yaitu selada, mentimun, terung, paprika, wortel, bayam, kacang-kacangan, labu dan rempah-rempah
  4. Buat catatan rencana untuk kebun. Bisa dibuat diagram sederhana dengan daerah berlabel untuk setiap tanaman. Hal itu akan membantu Anda dalam menentukan berapa banyak tanaman atau paket benih yang akan dibeli.

 

Teknik Untuk Menghemat Ruang

  1. Gunakan ruang vertikal

Berilah teralis atau pagar pada lokasi kebun agar tanaman kacang, mentimun, tomat dan labu dapat tumbuh dengan baik.

  1. Gunakan jenis tanaman yang hemat ruang

Agar ruang yang dibutuhkan lebih sedikit dan bisa menghemat ruang

  1. Tanam secara melebar untuk sayuran yang berdaun lebar
  2. Seperti bayam dan selada, sayuran tersebut cocok untuk diterapkan dengan formasi melebar. Tebarkan benih sepanjang 20-30 cm. Hal tersebut akan mendorong sayuran untuk tumbuh di mana pun mereka ditanam dan daun-daunnya akan mencegah pertumbuhan gulma
  3. Coba lakukan giliran 2 atau lebih jenis sayuran pada satu daerah

Sebagai contoh, lobak dan wortel dapat ditanam bersama-sama pada tempat yang sama karena lobak panen lebih cepat dari wortel

  1. Tanam secara berkelanjutan (continue)

Artinya Anda harus menanam tanaman baru segera setelah satu tanaman dipanen. Misalnya, ketika panen tanaman bayam atau selada, segera menanam kacang-kacangan atau lobak.

  1. Gunakan metode kaki persegi

Daripada melakukan penanaman baris, sebaiknya penanaman dilakukan dengan menandai satu kotak ruang untuk menanam satu jenis tanaman. Misalnya daerah kota A untuk tanaman tmentimun, daerah kotak B untuk menanam tomat, dan lain-lain.

  1. Gunakan pot untuk menanam sayuran

Jika kehabisan ruang, gunakan wadah yang bervariasi dan kokoh untuk menanam benih dan tanaman. Dapat pula menggabungkan beberapa tanaman dalam satu pot jika Anda memiliki wadah yang cukup besar

 

Teknik Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik

  1. Benih sayur. Berbagai jenis sayuran daun dapat ditanam dengan menggunakan benih. Contohnya kangkung, selada, caisim, pakcoy, dan lain-lain.
  2. Beri nutrisi hidroponik. Karena pada sistem menanam secara hidroponik, tanaman akan mendapatkan unsur hara dari larutan. Oleh karena itu, larutan tersebut harus mengandung nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan tanaman.
  3. Semaikan benih ke media yang telah disiapkan sebelumnya. Pilih benih yang berisi. Gunakan pinset untuk menanamkan benih ke media tanam sedalam 2-5 mm.
  4. Benih yang disemai kemudian disiram hingga media tanam menjadi basah. Siram menggunakan air bersih (belum ditambahkan pupuk). Tutup kit menggunakan plastik selama 3-5 hari. Supaya media menjadi lembab dan selalu dalam keadaan hangat sehingga perkecambahan lebih mudah. Normalnya benih sudah berkecambah setelah 3-5 hari.
  5. Isi hidroponik kit dengan larutan nutrisi untuk tanaman yaitu POC NASA dan HORMONIK sampai menyentuh bagian bawah media tanam.
  6. Hidroponik kit harus diletakkan pada tempat yang datar, mendapat sinar matahari dan jangan terkena air hujan. Setelah 30 hari, sayuran sudah dapat dipanen tergantung jenis sayuran dan sinar mataharinya. Teknik menanam hidroponik tidak banyak dibutuhkan pemeliharaan sehingga lebih mudah.

Jika ingin menginginkan hasil yang maksimal meskipun menanam pada lahan yang sempit, gunakan produk pertanian dari PT. Natural Nusantara (NASA). Dapatkan produk POC NASA dan HORMONIK hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara.

Bagikan informasi tentang Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana Dengan Teknologi NASA kepada teman atau kerabat Anda.

Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana Dengan Teknologi NASA | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana Dengan Teknologi NASA

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Best Seller
OFF 20%
Rp 55.000 Rp 69.000
Ready Stock / TONK
Rp 150.000
Ready Stock / HERGYN
SIDEBAR