• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Jenis dan Cara Ternak Kelinci Anggora

Mengenal Jenis dan Cara Ternak Kelinci Anggora

Diposting pada 11 April 2017 oleh Mba Seli

Mengenal Jenis dan Cara Ternak Kelinci Anggora – Kelinci adalah hewan mamalia dengan empat kaki yang memiliki bulu dan tingkah laku yang sangat lucu. Kelinci banyak dimanfaatkan sebagai hewan peliharaan maupun hewan pedaging. Biasanya, kelinci yang digunakan untuk hewan peliharaan adalah kelinci yang kecil, berbulu halus dan lucu. Sedangkan, kelinci pedaging yang digunakan untuk konsumsi manusia ialah kelinci yang memiliki ukuran tubuh yang besar.

Kelinci terbagi menjadi beberapa jenis. Satu jenis kelinci yang paling populer yaitu kelinci anggora. Perbedaannya kelinci anggora dengan varietas kelinci lain ialah kelinci lain biasanya digunakan sebagai hewan peliharaan dan hewan pedaging. Sedangkan kelinci anggora digunakan sebagai hewan peliharaan dan kelinci ternak untuk diambil bulunya.

Kelinci anggora merupakan varietas kelinci yang memiliki bulu tebal dan lebat. jenis kelinci ini biasanya dibudiayakan untuk diambil bulu atau woolnya. Bulu kelinci anggora terkenal karena teksturnya yang lembut dan halus. Kelinci anggora berasal dari Ankara, Turki. Daerah tersebut juga dikenal sebagai tempat asal kucing anggora dan kambing anggora.

Bisnis wool dari bulu kelinci anggora berkembang pesat di negara-negara beriklim seperti Amreika dan Eropa. Bulu kelinci anggora dipanen setiap 4-5 bulan sekali dengan cara dicabut dan dicukur. Metode pemanenan bulu kelinci ini menjadi kontroversi para pecinta binatang karena dianggap menyakiti hewan. Karena di Indonesia, kelinci anggora banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan.

Jenis-Jenis Kelinci Anggora

  1. Anggora Inggris

Merupakan jenis kelinci paling kecil dibanding kecil anggora lainnya. Berat kelinci anggora dewasa jenis ini hanya sekitar 2,3 – 3,2 kg. Anggora inggris menjadi jenis kelinci paling favorit sebagai hewan pertunjukkan. Bulunya tebal dan tubuh hingga ke wajah dan telinga. Klinci anggora inggris tidak dianjurkan bagi pemeliharaan pemula karena memerlukan perawatan harian yang intensif, bulu-bulunya yang panjang dan halus sangat mudah kusut dan harus rutin dibersihkan.

  1. Anggora Perancis

Kelinci anggora perancis mempunyai berat sekitar 3,4 – 4,8 kg. Bulunya tumbuh panjang dan pertumbuhan bulunya tergolong cepat dan memiliki warna yang beragam. Kelinci anggora jenis ini cocok untuk dipelihara sebagai binatang kesayangan untuk pemula, karena pemeliharaannya tidak seinsentif kelinci anggora inggris.

  1. Anggora Giant

Kelinci jenis ini merupakan hasil perkawinan silang dengan jenis flemish giant. Sesuai dengan namanya, kelinci ini mempunyai ukuran badan yang besar, beratnya bisa mencapai 5 kg pada kelinci dewasa. Dengan warna bulu putih, kelinci ini menjadi pilihan favorit untuk diambil woolnya. Karena badannya yang besar, hasil panen wool-nya lebih banyak dibandingkan kelinci jenis lain. Bulunya juga tidak mudah rontok sehingga mudah dicukur.

  1. Anggora Satin

Anggora satin mempunyai berat sekitar 3 – 4,3 kg pada kelinci dewasa. Kelinci jenis ini memiliki variasi warna bulu yang paling beragam. Jenis woolnya disukai oleh kalangan industri karena mudah dipintal.

Cara Mudah Budidaya Kelinci Anggora

Memilih Indukan Kelinci Anggora

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan indukan yang tepat. Karena indukan yang bagus akan mendapatkan anakan yang bagus pula. Berikut ini ciri-ciri yang perlu diperhatikan saat memilih indukan kelinci anggora yang unggul :

  1. Bagian selaput mata bersih, mata terlihat bersinar cerah
  2. Hidung dan mulut juga dalam keadaan bersih, tidak berair
  3. Kelinci yang sehat adalah bagian punggungnya tampak berisi dan tidak kurus
  4. Bentuk kaki berisi dan tidak terlalu kurus
  5. Memiliki daging yang gempal dan padat
  6. Ekor kelinci yang sehat mengarah tegap ke atas, lurus dan sedikit merapat ke bagian punggung
  7. Bagian dubur kelinci juga harus bersih dan tidak terdapat sisa kotoran yang menempel

Persiapan Sarana dan Perlengkapan

Kandang yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara lancar, suhu 21ºC, dan terlindung dari predator, kandang berfungsi sebagai tempat berkembang biak kelinci. Kandang kelinci ada dua jenis yaitu untuk indukan dan untuk anakan kelinci. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok, sebaiknya kandang dipisahkan antara betina dan jantan.

Tipe-tipe kandang :

  • Sistem postal, ditempatkan dalam ruangan, cocok untuk kelinci muda, tanpa halaman pengumbaran.
  • Kandang ranch, terdapat halaman pengumbaran.
  • Sistem battery, bentuknya mirip seperti sangkar berderet dimana satu sangkar hanya berisi satu ekor dengan konstruksi berjajar, bertingkat atau susun piramid.

Ukuran ideal untuk kandang kelinci adalah 200 x c70 x 70 cm dan tinggi alas 50 cm, kandang tersebut cukup untuk 12 ekor betina dan 10 ekor jantan. Untuk kandang anakan dibuat dengan ukuran 50 x 30 x 45 cm. Kandang dilengkapi dengan sarana pendukung lain yaitu tempat pakan dan minum, yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

Pembibitan Kelinci

Pemilihan bibit

Jika tujuan beternak adalah untuk menghasilkan kelinci anggora yang bagus, sebaiknya pilih jenis kelinci yang memiliki bulu lebat dan halus, bobot dan tinggi badan yang baik, tidak cacat, tidak sedang sakit, mata bersih, tidak nervous, bulu tidak kusam, dan aktif bergerak.

Perawatan bibit

Perawatan utama yang perlu diperhatikan adalah pemberian pakan yang cukup nutrisi, pengaturan dan sanitasi kandang harus baik.

Sistem pembiakan

Untuk memperoleh keturunan yang lebih baik dan untuk mempertahankan sifat spesifik kelinci maka pembiakan dibedakan dalam tiga kategori, yaitu :

  • Perkawinan silang dalam, untuk menonjolkan atau mempertahankan sifat spesifik kelinci seperti bulu dan proporsi daging
  • Silang hari, untuk mendapatkan keturunan lebih baik atau menambah sifat-sifat unggul
  • Dan perkawinan silang antara bibit murai, untuk mendapatkan kelinci dengan jenis baru dengan penampilan hasil perpaduan dari keunggulan 2 bibit.

Perkawinan

Kelinci betina dan jantan lebih baik segera dikawinkan jika telah dewasa pada umur 3 bulan. Bila kelinci jantan kawin untuk pertama kali, sebaiknya dijodohkan dengan kelinci betina yang sudah pernah kawin. Waktu kawin pada pagi atau sore di kandang kelinci jantan dan biarkan sampai terjadi 2 kali perkawinan setelah itu kelinci jantan dipisah.

Kelinci Lahir

Kelinci bunting selama 30-32 hari, kelinci yang bunting dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina pada 12-14 hari setelah kawin. Lima hari sebelum lahir, induk betina dipindah ke kandang untuk beranak untuk menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelinci dapat melahirkan 6-10 ekor.

Pemeliharaan

Sanitasi dan tindakan preventif

Tempat pemeliharaan harus selalu kering agar tidak menjadi sarang penyakit. Karena tempat yang lembab dan basah dapat menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

Pengontrolan penyakit

Gejala kelinci yang terserang penyakit adalah terlihat lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata terlihat sayu. Bila kelinci menunjukkan gejala-gejala tersebut kelinci segera dikarantina dan menyingkirkan benda-benda yang tercemar penyakit.

Perawatan ternak

Anak kelinci disapih pada umur 7-8 minggu. Anakan yang baru disapih ditempatkan di kandang 2-3 ekor per kandang dan sedaiakan pakan yang cukup dan bernutrisi. Dan pisahkan berdasarkan kelamin.

Pemberian pakan

Pakan untuk kelinci adalah hijau-hijauan seperti rumput gajah, rumput lapangan, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang dan daun panjang. Berikan biji-bijian untuk makanann penguat seperti kacang hijau, jagung, kacang tanah, padi, dan lain-lain.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pakan ternak, kelinci perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat yang bisa diperoleh di toko pakan ternak. Agar pertumbuhan kelinci mencapai bobot sesuai target dengan waktu yang cepat, perlu diberikan tambahan nutrisi berupa POC NASA, VITERNA, HORMONIK, diberikan dengan dicampurkan ke pakan konsentrat. Dapat juga diberikan dengan cara dicampur ke air minum.

Cara aplikasi :

  • Campurkan 1 botol VITERNA + 1 botol HORMONIK + 1 botol POC NASA ke wadah dan aduk hingga tercampur sempurna, untuk dijadikan sebagai larutan induk.
  • Ambil 5 cc campuran larutan tadi untuk dicampur dengan 10 liter air minum.
  • Ambil 5 cc larutan induk dan dicampur dengan sedikit air untuk pembasah pakan konsentrat. Pakan konsentrat diberikan sehari sekali pada pagi hari.

Pemeliharaan Kandang

Lantai kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci harus dibersihkan setiap hari untuk menghindari penyakit. Sinar matahari pagi diusahakan harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Kandang bekas kelinci yang sakit dibersihkan dengan kreolin.

Hama dan Penyakit

  1. Penyakit mata

  2. Penyakit radang mata biasanya menyerang kelinci yang berumur beberapa minggu maupun kelinci dewasa. Gejala yang terlihat yaitu mata berwarna merah, bulu yang ada di sekitar mata basah dan terkadang mata mengeluarkan nanah. Penyakit radang mata disebabkan oleh bakteri, kekurangan vitamin A, benda tajam, kotoran, asap tebal dan gas amonia. Untuk menghindari penyakit ini, kenyamanan dan kebersihan kandang harus sellau dijaga dan jauhkan benda tajam dari sekitar kandang. Mata kelinci yang terkena penyakit dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberi obat tetes mata yang mengandung antibiotik contohnya salep Chloramphenicol.
    1. Kudis

    Penyakit ini disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei. Kudis menyebabkan gatal-gatal di kepala, kaki, hidung dan dapat menjalar hingga seluruh tubuh. Gejala yang terlihat yaitu kulit yang terkena akan terlihat kemerah-merahan disertai rasa gatal yang sangat menyiksa kelinci. Kelinci yang terkena kudis harus dirawat dengan cara dipisah kandang, bulu yang terkena kutu harus dicukur kemudian dicuci dan dikeringkan. Lalu kulit diolesi dengan obat Scabicid Cream. Kandang dibersihkan dengan semprotan desinfektan agar kutu kudis hilang. Kandang yang telah dibersihkan dan disemprot kemudian dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

    1. Pilek

    Pilek akan membuat kelinci mengalami bersin-bersin. Penyakit pilek disebabkan oleh bakteri dan virus. Penyakit ini menjadi sangat mudah menular dan menyebar jika kandang dalam kondisi kotor dan lembab karena kurang mendapat cahaya sinar matahari.

    Gejala yang terlihat yaitu hidung kelinci mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh. Pengobatannya kelinci yang pilek disemprot dengan larutan antiseptik kemudian diobati dengan antibiotik seperti Anticold atau Penicilin.

    1. Sembelit

    Kelinci yang tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali merupakan gejala kelinci yang terkena sembelit. Sembelit disebabkan karena asupan makanan kelinci tidak dibarengi dengan air minum yang cukup. Selain itu, sembelit juga dapat disebabkan karena kelinci tidak dapat bergerak bebas di kandang karena ukuran kandang kelinci yang sempit. Untuk mencegah sembelit, Berikan pakan hijauan segar yang mengandung banyak air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar. Cara mengobati sembelit yaitu berikan kelinci air minum yang banyak.

    1. Kaki bengkok (rachitis)

    Penyakit Rachitis biasanya menyerang kelinci yang sedang dalam masa pertumbuhan karena kelinci kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D menyebabkan pembentukan tulang, kuku dan bulu kelinci menjadi tidak sempurna. Sehingga kelinci menjadi lemah, tidak bisa menahan berat badannya dan kakinya menjadi bengkok seperti membentuk huruf O atau X. Kelinci kekurangan vitamin D karena kandangnya kurang mendapat mendapat sinar matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

    1. Entritis Kompleks

    Entritis kompleks yaitu penyakit pencernaan kelinci dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci ternak. Penyakit Entritis kompleks biasanya menyerang kelinci yang masih kecil. Gejala penyakit ini yaitu kotoran kelinci berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci serta kelinci terlihat kurus dan lesu. Penyakit ini disebabkan karena makanan yang diberikan tidak cocok untuk kelinci atau sudah terkontaminasi, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis serta kelinci terlalu banyak makan hijauan basah. Pengobatan yang dilakukan yaitu mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian berikan air minum yang sudah diberi campuran antibiotik.

Panen

Hasil Utama

Hasil utama kelinci Anggora yaitu daging dan bulu. Kelinci anggora yang sudah dewasa bisa dijual untuk dimanfaatkan bulunya atau dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Hasil Tambahan

Hasil tambahan dari budidaya kelinci berupa kotoran untuk dijadikan pupuk.

Demikianlah uraian tahap-tahap Beternak Kelinci Anggora yang dapat Anda jadikan acuan untuk usaha budidaya Anda. Tahap-tahap diatas juga bisa diterapkan untuk beternak kelinci pedaging. Semoga bermanfaat.

Bagikan informasi tentang Mengenal Jenis dan Cara Ternak Kelinci Anggora kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Jenis dan Cara Ternak Kelinci Anggora | PT.Natural Nusantara

2 komentar untuk Mengenal Jenis dan Cara Ternak Kelinci Anggora

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 100.000
Ready Stock / COFC
OFF 8%
Rp 2.430.000 Rp 2.650.000
Ready Stock / P3-SAWIT
OFF 13%
Rp 262.000 Rp 300.000
Ready Stock / P-TEBU
SIDEBAR