• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Puyu

Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Puyu

Diposting pada 23 July 2017 oleh Mba Seli

Ikan Puyu merupakan spesies ikan air tawar yang paling lasak. Habitat utama yaitu sawah atau tali air dan sungai-sungai kecil. Bahasa latinnya yaitu Anabas testudineus, dan telah lama dikenal di Nusantara. Di Indonesia, ikan puyu memiliki banyak sebutan, ikan bethok atau ikan bethik (Jawa), ikan puyu (Melayu), puyuah, puyu-puyu (Minangkabau), geteh-geteh (Menado), papuyu (Banjar), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggeris, ikan ini dinamakan climbing perch atau climbing gouramy. Pencantelan kata ‘climbing’ (memanjat) dalam namanya, karena mempunyai kemampuan untuk memanjat ke darat dan ‘berjalan’.

Spesies ini hidup secara berkelompok. Saat ini ikan puyu sering terancam oleh aktivitas penangkapan ikan seperti jaring, pukat, jala, tuba dan pancingan. Terdapat kepercayaan dalam masyarakat Melayu yang mana spesies ini mampu menghalang tuan rumah karena mampu mengecoh orang yang ingin masuk mencuri, karena ikan ini dipercayai tidak tidur. Lantaran itulah masyarakat Melayu telah lama memelihara spesies ini di dalam rumah untuk tujuan itu.

Ikan puyu berukuran kecil, dengan panjang sekitar 25 cm, namun kebanyakan lebih kecil dari ukuran itu. Memiliki kepala yang besar dan bersisik keras serta kaku. Sisi atas tubuh (dorsal) berwarna gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) berwarna kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Di ujung belakang tuutp insang terdapat sebuah bintik hitam (kadang-kadang tak jelas kelihatan) dan bergerigi tajam seperti duri.

Ikan puyu ini memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil. Ikan ini jarang dipelihara orang, dan lebih sering ditangkap sebagai ikan liar. Seperti ikan pada umumnya, ia bernapas dalam air dengan insang. Namun ikan puyu juga memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara seperti ikan gabus dan ikan lele. Karena mempunyai organ labirin (labyrinth organ) di kepalanya, yang memungkinkan melakukan hal tersebut.

Persebaran Ikan Puyu

Ikan puyu memiliki persebaran yang luas, mulai dari India, Tiongkok hingga Asia Tenggara dan Kepulauan Nusantara di sebelah barat Garis Wallace.

Ikan ini dapat didapatkan dengan cara dipancing dengan umpan cacing, jangkrik, cilung (ulat bambu). Di daerah Kalimantan Tengah dan Banjarmasin, penduduknya memiliki cara tersendiri, yaitu dengan mencampur telur semut (kroto) dengan getah karet dan dimasak dengan cara dikukus. Selain untuk ikan puyu, umpan ini juga dapat digunakan untuk umpan ikan seluang.

Masyarakat Banjar dan pesisir Kalimantan Tengah memiliki menu khas dari ikan puyu (papuyu dalam bahasa setempat). Papuyu bakar terkenal sebagai masakan yang enak dari daerah Banjarmasin. Dikenal pula wadi papuyu, ikan puyu yang dibuang sisik, jerohan, dan insangnya dan difermentasi dengan bantuan garam dalam wadah beling, stoples plastik, ember plastik yang ada tutup, dan lain-lain. Wadi papuyu dimasak sesuai selera, dapat dengan cara digoreng atau disayur.

10 Fakta Menarik Tentang Ikan Puyu

  1. Banyak ditemukan di daerah rawa, parit dan sungai-sungai kecil. Sering juga ditemukan di kolam yang berhubungan dengan saluran terbuka.
  2. Merupakan ikan liar yang banyak ditangkap oleh para pemancing amatir dan tidak dipelihara. Untuk mendapatkan ikan puyu, para pemancing dapat menggunakan umpan cacing, jangkrik atau ulat bambu. Masyarakat Kalimantan memiliki cara sendiri untuk menangkap ikan puyu. Mereka biasanya menggunakan umpan yang khas yaitu telur semut (kroto) yang dicampur dengan getah karet kemudian dikukus hingga masak.
  3. Makanan ikan puyu adalah seranggan dan hewan air yang berukuran lebih kecil.
  4. Berdasarkan fase hidupnya, makanannya berbeda-beda. Saat masih larva, makananannya yaitu protozoa, kutu air, atau alga kecil ber sel tunggal. Saat pertumbuhannya pada tahap juvenil, makananannya berupa nyamuk dan serangga kecil lainnya. Dan setelah dewasa, ikan ini baru memangsa serangga yang lebih besar dan ikan-ikan kecil. Namun terkadang juga memakan tumbuhan lain seperti lumut. Dari keterangan mengenai makanannya, ia tergolong ke dalam binatang omnivora yaitu pemakan segalanya, baik hewan maupun tumbuhan.
  5. Ikan ini bernapas menggunakan insang saat di dalam air. Namun juga memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara seperti ikan lele dan gabus yang mengambil oksigen dengan membuka mulut di permukaan air kolam. Hal tersebut dapat dilakukan ikan puyu karena memiliki organ labirin pada kepalanya. Fungsi organ labirin yaitu sebagai alat pertahanan hidup ketika mengalami kekeringan saat proses berpindah ke tempat lain.
    Meskipun demikian, ikan ini tidak dapat terlalu lama berada di darat karena akan mati. Jadi setelah berjalan beberapa menit di daratan, ia akan mencari kolam atau sungai untuk tetap hidup.
  1. Memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh ikan lain, yaitu mampu merayap ke daratan dan berjalan di tanah menggunakan tutup insang yang dimekarkan. Tekstur tutup insang yang seperti gigi tajam in berguna sebagai kakai depan.
  2. Termasuk hewan agresif karena mampu berjalan di daratan sejauh 180 cm. Daya tahan hidup ikan ini juga tergolong tinggi karena dapat hidup di perairan yang minim oksigen, di mana hewan air lain tidak mampu melakukannya. Keagresifannya juga terbukti dari sifatnya yang sangat menjaga daerah teritorialnya. Biasanya ikan ini hidup berpasangan dan akan menyerang ikan lain yang mengganggu daerahnya.
  3. Mampu bertahan hidup hingga 6 tahun. Hal ini mungkin karena daya tahan hidupnya tinggi dengan kemampuan bernapas di tempat yang minim oksigen.
  4. Habitatnya berada di hampir seluruh wilayah Nusantara dan sebagian Asia Tenggara termasuk India dan Tiongkok.
  5. Masyarakat Kalimantan Tengah dan masyarakat Banjar mempunyai menu khas dari ikan puyu yang diberi nama pepuyu. Sednagkan di daerah Banjarmasin, pepuyu bakar merupakan masakan paling enak dan paling banyak dicari oleh orang baik itu turis dari daerah lain maupun dari masyarakat Banjarmasin sendiri.

Selain itu, ada masakan lain dari ikan puyu ini yang dikenal dengan nama wadi pepuyu. Wadi pepuyu yaitu ikan puyu yang telah dibersihkan dari sisik, jeroan dan insangnya kemudian difermentasi. Selanjutnya ikan puyu yang telah difermentasi bisa digoreng atau dibuat sayur, hal ini tergantung selera.

Ikan ini tadinya merupakan hewan liar sebagai hewan pancingan, namun sekarang telah mulai banyak dibudidayakan. Daging puyu yang ternyata lezat dikonsumsi, menjadikan puyu memiliki nilai ekomonis yang tinggi.

Beberapa petani di Indonesia telah mulai Memelihara Ikan Puyu di kolam-kolam. Selain perawatan yang tergolong mudah, ikan ini juga cepat panen dan laku di pasaran. Tidak lama lagi, ikan puyu akan menjadi ikan yang laris dan banyak dikonsumsi oleh seluruh masyarakat seperti ikan lele.

Demikian pembahasan mengenai Fakta Menarik Ikan Puyu. Semoga bermanfaat.

Bagikan informasi tentang Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Puyu kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Puyu | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Puyu

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 25%
Rp 123.000 Rp 165.000
Ready Stock / P-CENGKEH
OFF 7%
Rp 326.000 Rp 350.000
Ready Stock / P2-PADI
Rp 100.000
Ready Stock / COFC
SIDEBAR