• Kontak Kami
  • Hotline : 081394499700
  • SMS : 081394499700
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Pengertian dan Tahapan Proses Daur Air

Pengertian dan Tahapan Proses Daur Air

Diposting pada 4 July 2017 oleh Mba Seli

Daur Air merupakan proses siklus yang terjadi secara terus menerus dan tidak pernah berhenti mulai dari air yang ada di daratan berubah menjadi awan kemudian menjadi hujan. Daur air akan terjadi terus menerus selama bumi masih ada. Manusia sangat memerlukan air yang bersih, sehingga daur air dapat membuat air kotor dapat dikonsumsi kembali. Daur air bermanfaat untuk mengatur suhu lingkungan, menciptakan hujan, mengatur perubahan cuaca dan menciptakan keseimbangan dalam biosfer bumi. Terjadi 7 tahapan proses dalam daur air yang berjalan secara sistematis dan beraturan yaitu evaporasi, transpirasi, sublimasi, kondensasi, pengendapan, limpasan (runoff) dan infiltrasi.

Air memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup di bumi, apabila air habis atau berkurang maka segala kehidupan akan musnah. Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta ini. Di bumi, air berperan dalam proses fotosintesis dan proses pertumbuhan tanaman. Bagi hewan dan manusia, air sangat dibutuhkan untuk transportasi zat. Manusia, tumbuhan dan hewan tidak akan bisa hidup tanpa air. Ketersediaan air di muka bumi ini dapat terus terjaga karena adanya daur air. Daur air atau daur hidrologi berjalan secara sistematis melalui beberapa proses interaksi komponen abiotik dalam ekosistem.

Tahap Proses Daur Air

  1. Evaporasi

Awal mula proses daur air dimulai dari proses evaporasi. Evaporasi yaitu proses penguapan air yang ada di permukaan akibat adanya energi panas dari sinar matahari yang terpancar ke bumi. Air dalam bentuk cair yang ada di laut, danau, sungai, tanah dan lain-lain akan berubah bentuk menjadi uap air dan naik ke atas menuju lapisan atmosfer. Semakin besar energi panas sinar matahari yang terpancar ke bumi, laju evaporasi akan semakin besar pula.

  1. Transpirasi

Selain berasal dari sumber airnya langsung, proses penguapan dalam daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuhan, yang disebut dengan istilah transpirasi. Proses transpirasi ialah akar tanaman akan menyerap air dan mengedarkannya ke daun untuk proses fotosintesis. Kemudian air hasil proses fotosintesis dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air.

  1. Sublimasi

Yaitu  proses dimana es berubah menjadi uap air tanpa mengalami fase cair. Sublimasi juga memilki peran dalam pembentukan air uap di udara. Yang menjadi sumber utama air dalam proses sublimasi yaitu lapisan es dari kutub utara, kutub selatan dan es di pegunungan. Proses sublimasi lebih lambat dari proses penguapan.

  1. Kondensasi

Pada saat air di seluruh permukaan bumi berubah menjadi uap air, ia kemudian naik ke tas menuju lapisan atas atmosfer. Pada ketinggian tertentu, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil akibat dari pengaruh suhu udara yang rendah. Proses inilah yang disebut kondensasi.

  1. Pengendapan (Presipitasi)

Awan yang merupakan uap air yang terkondensasi kemudian turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh perubahan suhu atau angin panas. Apabila suhu sangat rendah yaitu dibawah 0 derajat, tetesan air jatuh sebagai hujan salju atau hujan es. Melalui proses presipitasi ini, air kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer bumi.

  1. Limpasan

Limpasan merupakan proses di mana air mengalir dan berpindah tempat di atas permukaan bumi. Air bergerak dan berpindah dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran seperti sungai dan got hingga kemudian masuk ke danau, laut dan samudera. Pada proses limpasan ini, air masuk kembali ke lapisan hidrosfer.

  1. Infiltrasi

Setelah turun hujan, tidak semua air mengikuti tahap limpasan di atas. Beberapa diantaranya meresap ke dalam tanah. Air tersebut merembes ke bawah dan menjadi air tanah. Air yang masuk ke dalam tanah ini disebut air infiltrasi.

Melalui 7 tahapan atau proses itulah daur air berlangsung secara terus-menerus. Tanpa adanya proses daur air, persebaran air menjadi tidak merata dan keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Perilaku Manusia yang Mempengaruhi Daur Air

Daur air telah terjadi sejak lautan terbentuk, dan selama berjuta-juta tahun hingga saat ini daur air tidak mengalami perubahan. Apabila manusian pintar menjaga keseimbangan alam, air akan selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup. Kelangsungan daur air sangat berpengaruh dengan iklim. Kelembaban udara, cahaya matahari, udara dan arah angin sangan mempengaruhi proses daur air. Pada daerah gurun pasir, hujan sangat jarang sekali turun sehingga jumlah air pun sedikit. Sedangkan di daerah hujan tropis, hujan dapat terjadi sepanjang tahun.

Banyak sekali kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi proses saur air, contohnya yaitu penebangan hutan secara liar dan sembarangan. Dewasa ini, banyak hutan yang telah gundul dan berganti menjadi perumahan, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Tindakan tersebut sebenarnya memiliki dampak yang sangat besar bagi kelangsungan dan ketersediaan air di sekitar wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan hutan merupakan tempat penyimpanan air yang besar dan untuk menyaring air agar menjadi lebih bersih.

Hujan dapat menyimpan air, karena akar-akar pohon di hutan mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, kita wajib menjaga kelestarian hutan. Penebangan hutan akan berdampak buruk terhadap kelangsungan daur air. Salah satu akibat penebangan hutan yakni terjadi banjir. Sekarang kamu lihat di daerah perkotaan, di daerah perkotaan jarang sekali ditemukan sumber air. Air hujan yang meresap ke dalam tanah sangat sedikit, kebanyakan air hujan langsung mengalir ke selokan dan menuju sungai.

Banyaknya bangunan dan jalanan beraspal menyebabkan berkurangnya air yang dapat mengganggu kelangsungan daur air. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha-usaha untuk menyeimbangkan daur air. Contohnya pembuatan waduk, pembuatan bak-bak resapan air, bendungan dan saluran irigasi.

Kita harus memiliki kebiasaan menghemat air, karena ketersediaan air sangat terbatas apalagi pada musim kemarau. Pada musim kemarau sungai dan air sumur menjadi kering. Penduduk sulit mendapatkan air bersih. Kebanyakan dari mereka mengambil sisa-sisa air sungai untuk minum, dengan melalui proses penyaringan terlebih dahulu.

Jika hutan tidak ada lagi, air yang jumlahnya sangat besar terutama saat musim hujan tidak akan bisa tertampung dan hilang sia-sia menjadi banjir dan lain-lain yang kemudian akan berdampak menjadi kekurangan air ketika musim kemarau datang.

Oleh karena itu, seluruh manusia di bumi ini harus bijak dalam mengelola dan memanfaatkan air untuk memenuhi kebutuhannya. Berikut ini merupakan beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk menghemat air :

  1. Menutup kran dengan rapat setelah selesai digunakan
  2. Menggunakan air secukupnya saat mandi dan mencuci pakaian
  3. Memanfaatkan air bekas mencuci pakaian untuk menyiram halaman rumah
  4. Memanfaatkan air bekas mencuci sayuran untuk menyiram tanaman

Untuk mengurangi pencemaran air, kita perlu mengurangi pencemaran tanah juga. Hal-hal yang berkaitan mengenai pencemaran tanah dan cara mengurangi pencemaran tanah dapat Anda baca di sini.

Demikian pembahasan mengenai Pengertian Daur Air dan Proses Terjadinya Daur Air. Semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat.

Bagikan informasi tentang Pengertian dan Tahapan Proses Daur Air kepada teman atau kerabat Anda.

Pengertian dan Tahapan Proses Daur Air | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Pengertian dan Tahapan Proses Daur Air

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 27%
Rp 55.000 Rp 75.000
Ready Stock / HBSNOW
OFF 36%
Rp 160.000 Rp 250.000
Ready Stock / JABET
OFF 25%
Rp 123.000 Rp 165.000
Ready Stock / P-KARET
SIDEBAR