• Kontak Kami
  • Hotline : 082223821112
  • SMS : 082223821112
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Sukses Budidaya Kelinci

Cara Sukses Budidaya Kelinci

Diposting pada 3 April 2017 oleh Mba Seli

Beternak kelinci pedaging memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan. Daging kelinci telah diklaim lebih unggul dari daging kambing, ayam dan daging sapi. Karena daging kelinci mempunyai kandungan protein yang lebih baik dari daging-daging tersebut, bahkan kadar kolesterol pada daging kelinci juga lebih sedikit.

Budidaya kelinci pedaging berfokus pada hasil produksi dagingnya, oleh karena itu, peternak harus mengetahui teknik beternak kelinci pedaging yang benar agar dapat menghasilkan kelinci yang gemuk dengan masa pertumbuhan yang relatif cepat. Jenis kelinci pedaging yang paling banyak dibudidaya adalah flamish giant, kelinci Austalia dan Rex. Khusus untuk kelinci jenis Rex, selain sebagai kelinci pedaging juga bisa dijadikan kelinci hias karena kualitas bulu yang halus dan tebal seperti beludru. Dalam teknisnya, beternak kelinci hias dan pedaging sebenarnya tidak ada perbedaan hanya jika untuk kelinci pedaging lebih memfokuskan pada penggemukan bukan tampilan keindahan kelinci.

Di Indonesia, budidaya kelinci masih terbatas hanya di daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional.

Syarat Lokasi

Lokasi untuk budidaya kelinci sebaiknya yang dekat dengan sumber air, jauh dari lingkungan penduduk, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terhindar dari serangan hewan lain (predator).

Teknis Budidaya Kelinci

Persiapan Sarana dan Perlengkapan

Kandang berfungsi sebagai tempat berkembang biakan kelinci. Kondisi kandang yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara lancar, suhu 21ºC, dan terlindung dari predator. Kandang kelinci ada dua jenis yaitu untuk indukan dan untuk anakan kelinci. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok, sebaiknya kandnag dipisahkan antara betina dan jantan.

Tipe-tipe kandang :

  • Sistem postal, ditempatkan dalam ruangan, cocok untuk kelinci muda, tanpa halaman pengumbaran.
  • Ranch, terdapat halaman pengumbaran.
  • Battery, bentuknya mirip seperti sangkar berderet dimana satu sangkar hanya berisi satu ekor dengan konstruksi berjajar, bertingkat atau susun piramid.

Ukuran ideal untuk kandang kelinci adalah 200 x c70 x 70 cm dan tinggi alas 50 cm, kandang tersebut cukup untuk 12 ekor betina dan 10 ekor jantan. Untuk kandang anakan dibuat dengan ukuran 50 x 30 x 45 cm. Kandang dilengkapi dengan sarana pendukung lain yaitu tempat pakan dan minum, yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

Pembibitan Kelinci

  1. Pemilihan bibit

Jika tujuan beternak adalah untuk menghasilkan kelinci pedaging, sebaiknya pilih jenis kelinci yang memiliki bobot dan tinggi badan yang baik, tidak cacat, tidak sedang sakit, mata bersih, tidak nervous, bulu tidak kusam, dan aktif bergerak.

  1. Perawatan bibit

Perawatan utama yang perlu diperhatikan adalah pemberian pakan yang cukup nutrisi, pengaturan dan sanitasi kandang harus baik.

  1. Sistem pembiakan

Untuk memperoleh keturunan yang lebih baik dan untuk mempertahankan sifat spesifik kelinci maka pembiakan dibedakan dalam tiga kategori, yaitu :

  • Silang dalam, untuk menonjolkan atau mempertahankan sifat spesifik kelinci seperti bulu dan proporsi daging
  • Selanjutnya, silang hari, untuk mendapatkan keturunan lebih baik atau menambah sifat-sifat unggul
  • berikutnya silang antara bibit murai, untuk mendapatkan kelinci dengan jenis baru dengan penampilan hasil perpaduan dari keunggulan 2 bibit.
  1. Perkawinan

Kelinci betina dan jantan lebih baik segera dikawinkan jika telah dewasa pada umur 3 bulan. Bila kelinci jantan kawin untuk pertama kali, sebaiknya dijodohkan dengan kelinci betina yang sudah pernah kawin. Waktu kawin pada pagi atau sore di kandang kelinci jantan dan biarkan sampai terjadi 2 kali perkawinan setelah itu kelinci jantan dipisah.

  1. Kelinci Lahir

Kelinci bunting selama 30-32 hari, kelinci yang bunting dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina pada 12-14 hari setelah kawin. Lima hari sebelum lahir, induk betina dipindah ke kandang untuk beranak untuk menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelinci dapat melahirkan 6-10 ekor.

Pemeliharaan

  1. Sanitasi dan tindakan preventif

Tempat pemeliharaan harus selalu kering agar tidak menjadi sarang penyakit. Karena tempat yang lembab dan basah dapat menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

  1. Pengontrolan penyakit

Gejala kelinci yang terserang penyakit adalah terlihat lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata terlihat sayu. Bila kelinci menunjukkan gejala-gejala tersebut kelinci segera dikarantina dan menyingkirkan benda-benda yang tercemar penyakit.

  1. Perawatan ternak

Anak kelinci disapih pada umur 7-8 minggu. Anakan yang baru disapih ditempatkan di kandang 2-3 ekor per kandang dan sedaiakan pakan yang cukup dan bernutrisi. Dan pisahkan berdasarkan kelamin.

  1. Pemberian pakan

Pakan untuk kelinci adalah hijau-hijauan seperti rumput gajah, rumput lapangan, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang dan daun panjang. Berikan biji-bijian untuk makanann penguat seperti kacang hijau, jagung, kacang tanah, padi, dan lain-lain.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi oada pakan ternak, kelinci perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat yang bisa diperoleh di toko pakan ternak. Agar pertumbuhan kelinci mencapai bobot sesuai target dengan waktu yang cepat, perlu diberikan tambahan nutrisi berupa POC NASA, VITERNA, HORMONIK, diberikan dengan dicampurkan ke pakan konsentrat. Dapat juga diberikan dengan cara dicampur ke air minum.

Cara aplikasi :

  • Campurkan 1 botol VITERNA + 1 botol HORMONIK + 1 botol POC NASA ke wadah dan aduk hingga tercampur sempurna, untuk dijadikan sebagai larutan induk.
  • Ambil 5 cc campuran larutan tadi untuk dicampur dengan 10 liter air minum.
  • Ambil 5 cc larutan induk dan dicampur dengan sedikit air untuk pembasah pakan konsentrat. Pakan konsentrat diberikan sehari sekali pada pagi hari.
  1. Pemeliharaan Kandang

Lantai kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci harus dibersihkan setiap hari untuk menghindari penyakit. Sinar matahari pagi diusahakan harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Kandang bekas kelinci yang sakit dibersihkan dengan kreolin.

Hama dan Penyakit

  1. Bisul, diobati dengan membedah dan mengeluarkan darah kotor kelinci lalu diberi jodium.
  2. Eksim, diobati dengan salep atau bedak salicyl.
  3. Penyakit telinga, diobati dengan meneteskan minyak nabati.
  4. Kudis, diobati dengan salep antibiotik.
  5. Penyakit mata, diobati dengan salep mata.
  6. Berak darah, diobati dengan diberi minum sulfaqulinxalin dengan dosis 12 ml dalam 1 liter air.
  7. Penyakit kulit kepala, diobati dengan bubuk belerang.
  8. Hama kelinci merupakan predator dari kelinci seperti anjing.

Panen

  1. Hasil Utama

Hasil utama kelinci yaitu daging dan bulu. Sebaiknya kelinci pedaging dipanen saat bobotnya sudah mencapai 3 kg ke atas.

  1. Hasil Tambahan

Hasil tambahan dari budidaya kelinci berupa kotoran untuk dijadikan pupuk.

Demikianlah uraian tahap-tahap cara sukses beternak kelinci pedaging yang dapat Anda jadikan acuan untuk usaha budidaya Anda. Semoga bermanfaat.

Bagikan informasi tentang Cara Sukses Budidaya Kelinci kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Sukses Budidaya Kelinci | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Cara Sukses Budidaya Kelinci

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Popular!
Rp 145.000
Ready Stock / HRNB
OFF 13%
Rp 370.000 Rp 425.000
Ready Stock / P-VANILI
SIDEBAR