• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Pemijahan Ikan Lele

Cara Pemijahan Ikan Lele

Diposting pada 22 April 2017 oleh Mba Seli

Cara Pemijahan Ikan Lele – Saat ini telah banyak berkembang cara pemijahan ikan lele, mulai dari cara alami sampai cara pemijahan yang intensif. Semua metode pemijahan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh para pembudidaya. Pemijahan ikan lele secara alami dilakukan dengan cara melepas ikan lele berpasangan ke dalam kolam yang telah dipersiapkan. Ikan lele yang telah siap kawin akan melakukan pembuahan dengan sendirinya.

Pemijahan ikan lele intensif dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon, menyuntikkan hipofisa, hingga pembuahan in vitro atau pembuahan dalam tabung reaksi yang dilakukan oleh manusia. Berikut beberapa cara pemijahan ikan lele yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya secara mandiri.

 

Pemijahan Ikan Lele Secara Alami

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menentukan induk jantan dan betina yang telah matang gonad. Pilih satu pasang ikan lele yang mempunyai bobot seimbang, tujuannya adalah supaya salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot lele sangat berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya pemijahan.

Sebelum dilakukan proses pemijahan, kolam tempat memijah disiapkan terlebih dahulu. Kolam yang baik untuk pemijahan adalah dengan panjang sekitar 2-3 meter, lebar 1-2 meter, dan kedalaman sekitar 1 meter. Dasar kolam sebaiknya terbuat dari semen atau fiberglass supaya mudah mengawasi telur hasil pembuahan. Kolam harus dikeringkan dan dijemur sebelumnya, baru diisi air setinggi 30-40 cm. Gunakan air dengan kualitas baik, yaitu bersih dan jernih.

Pasang kakaban pada kolam. Kakapan dapat dibuat dengan ijuk yang dijepit bambu seukuran area kolam. Kakaban harus tenggelam dalam air, gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam dan tidak mengapung di atas permukaan air. Fungsi dari kakaban adalah supaya telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Kakaban dibuat kokoh agar kakaban tidak berantakan jika terkena induk lele yang aktif. Air kolam pemijahan lele harus mengandung kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Jika tersedia sumber air yang cukup, lebih baik dibuat saluran air masuk dan air keluar. Atur debit air kolam sebanyak 2-3 liter per detik.

Cara pemijahan lele secara alami

Masukkan indukan lele ke kolam pemijahan pada sore hari, karena lele akan melakukan pemijahan sekitar pukul 23.00 sampai pukul 05.00. Selama proses pemijahan, kolam lele harus ditutup dengan papan atau ram besi untuk mencegah induk lele loncat keluar kolam. Pagi harinya, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur-telur lele akan menempel pada kakaban. Telur yang telah dibuahi berwarna transparan, sedangkan yang gagal berwarna putih susu.

Setelah pemijahan selesai, indukan lele harus segera dipindahkan dari kolam pemijahan. Untuk menghindari agar telur tidak dimakan oleh induk ikan. Kemudian telur-telur yang berwarna transparan (telah dibuahi) dapat ditetaskan. Penetasan dapat dilakukan di kolam pemijahan atau di tempat lain seperti kolam terpal, fiberglass, atau aquarium. Selama proses penetasan telur, suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan distabilkan pada angka sekitar 28º-29ºC.

Telur yang telah terbuahi akan menetas dalam waktu 24 jam, berubah menjadi larva. Segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah agar tidak tumbuh jamur. Larva yang telah menetas belum memerlukan makanan sampai umur 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pembesaran larva.

 

Pemijahan Lele Dengan Menyuntik Hipofisa

Pemijahan ikan lele dengan menyuntikkan hipofisa hampir sama dengan pemijahan lele secara alami. Baik dari segi pemilihan induk, kondisi kolam dan penanganannya. Perbedaannya adalah pada proses penyuntikan hipofisa pada induk ikan sebelum pemijahan dilakukan. Hipofisa disuntikkan ke induk jantan dan induk betina. Fungsi penyuntikan hipofisa adalah untuk merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur. Sehingga hasil telur yang diperoleh akan maksimal dibandingkan pemijahan ikan lele secara alami.

Kelenjar hipofisa berasal dari ikan donor, bisa dari ikan lele atau ikan mas yang sudah dewasa. Sebaiknya ikan donor mempunyai bobot yang sama besar dengan bobot induk lele yang akan dipijahkan, untuk memastikan induk ikan memperoleh dosis hipofisa yang tepat.

Cara mendapatkan hipofisa :

  • Potong ikan donor pada bagian pangkal kepalanya dengan pisau yang bersih
  • Mulut ikan donor arahkan ke atas, buka mulut ikan donor lalu belah bukaan mulut dengan pisau secara melintang, kepala ikan donor akan terbelah menjadi bagian atas dan bawah. Ambil bagian atas dan bersihkan dari sisa-sisa darah
  • Buang tulang penutup hipofisa menggunakan tang penjepit dan angkat kelenjar hipofisa. Kelenjar hipofisa tersebut berbentuk butiran berwarna putih
  • Kelenjar hipofisa digerus dan diencerkan dengan air aquadestilata sebanyak 2 ml
  • Pindahkan hipofisa (yang sudah dicampur air) ke tabung dan kocok selama 2-3 menit dan diamkan selama 5 menit. Setelah didiamkan, cairan akan memisah, bagian bawah berupa endapan dan lapisan cairan atas berwarna jernih
  • Ambil bagian cairan jernih menggunakan jarum suntik. Dan hipofisa siap untuk disuntikkan pada induk lele yang akan dipijahkan

Penyuntikan ke indukan ikan lele dilakukan pada bagian punggung. Caranya yaitu ambil indukan lele dan  tutup kepalanya dengan kain basah. Suntik pada otot punggung dengan kemiringan 30º-60ºC dari arah ekor sedalam 1,5-2,5 cm. Suntik secara perlahan, setelah semua cairan habis cabut jarum suntik lalu urut otot punggung agar cairan menyebar merata.

Masukan induk jantan dan betina yang telah disuntik hipofisa kedalam kolam pemijahan. Tahap selanjutnya proses pemijahan ikan lele sama dengan proses pemijahan secara alami.

 

Pemijahan Ikan Lele Dengan Penyuntikan Hormon Perangsang

Metode lain pemijahan ikan lele yaitu penyuntikan hormon perangsang. Penyuntikan dengan hormon perangsang lebih praktis karena tidak membutuhkan ikan donor dan tidak menimbulkan resiko kegagalan saat mengekstrak hipofisa. Hormon penyuntikan yang banyak dijual yaitu Ovaprim dan Chorulon. Hormon tersebut akan mempengaruhi kelenjar hipofisa yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur.

Kondisi calon induk ikan lele harus sudah matang gonad. Induk yang disuntik adalah induk jantan dan betina. Dosis penyuntikan dengan hormon perangsang ovaprim adalah 0,3-0,5 ml per kg bobot induk atau sesuaikan dengan petunjuk pemakaian. Sebelum disuntikan, hormon perangsang seperti ovaprim harus diencerkan dengan akuadestilata 3 kali lipatnya.

Proses penyuntikan dengan hormon perangsang sama dengan proses penyuntikan dengan kelenjar hipofisa. Proses pemijahan selanjutnya sama dengan pemijahan ikan lele secara alami.

 

Pemijahan Ikan Lele In Vitro

Pemijahan ikan lele secara in vitro yaitu proses pemijahan yang pembuahannya dilakukan oleh manusia dalam sebuah tabung atau wadah. Cara ini membutuhkan tingkat keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Berbeda dengan ketiga cara di atas, dalam pemijahan ikan lele secara in vitro induk ikan jantan dibunuh dan diambil spermanya. Induk lele betina disuntik lebih dulu, kemudian diurut bagian perutnya agar sel telurnya keluar. Penyuntikan bisa menggunakan kelenjar hipofisa ataupun hormon perangsang.

Alat dan bahan yang diperlukan antara lain mangkuk plastik atau kaca, kertas tisu, bulu ayam, pisau, gunting, suntikan, pinset, dan sodium klorida 0,9% (cairan infus). Wadah penetasan telur bisa memakai akuarium, fiberglass, atau bak terpal plastik. Kondisi dan kualitas air sama dengan ketiga cara pemijahan sebelumnya. Semua peralatan harus dalam keadaan bersih dan steril.

Berikut langkah-langkah metode pemijahan in vitro:

Siapkan sperma ikan lele jantan dengan cara membedah perut secara membujur. Kantong sperma berbentuk pipih memanjang berwarna putih. Angkat kantong sperma, keluarkan sperma dengan cara memotong kantong dengan gunting, tampung dalam mangkuk.

  • Siapkan 8-10 jam sebelumnya induk betina yang sudah disuntik. Sel telur dikelaurkan dengan cara mengurut perut induk lele ke arah kelaminnya. Sel telur yang keluar lewat lubang kelamin ditampung dengan mangkuk
  • Campurkan sel telur dan sperma dalam mangkuk sedikit demi sedikit. Aduk perlahan, encerkan campuran dengan air bersih dan aduk perlahan sampai merata.
  • Masukan campuran sel telur dan sperma kedalam kolam penetasan. Tebarkan dengan bulu ayam.

Lakukan pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor. Aerotor jangan terlalu kencang karena dapat menggoncang telur, tetapi juga jangan terlalu kecil. Selanjutnya jaga kondisi kolam penetasan seperti ketiga metode di atas hingga larva menetas.

Bagikan informasi tentang Cara Pemijahan Ikan Lele kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Pemijahan Ikan Lele | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Cara Pemijahan Ikan Lele

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 30.000
Ready Stock / STAR-7
Rp 100.000
Ready Stock / COFC
OFF 18%
Rp 262.000 Rp 320.000
Ready Stock / P-GAGAL GINJAL
SIDEBAR