• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Membuat Kompos Organik

Cara Membuat Kompos Organik

Diposting pada 6 May 2017 oleh Mba Seli

Cara Membuat Kompos Organik – Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sisa-sisa makhluk hidup baik tumbuhan atau hewan yang dibusukkan dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer dapat berupa mikroorganisme atau makroorganisme. Kompos berfungsi sebagai sumber hara dan media tumbuh untuk tanaman.

Terdapat dua macam cara membuat kompos, yaitu dengan proses arob (udara) dan proses anaerob (tanpa udara). Kedua metode tersebut menghasilkan kompos dengan kualitas yang sama, hanya saja bentuk fisiknya sedikit berbeda.

 

Membuat Kompos Organik Metode Aerob

Pembuatan kompos dengan metode aerob sebaiknya dilakukan pada tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Jenis bahan baku yang cocok untuk pengomposan aerob adalah bahan organik yang memiliki perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N) kecil (dibawah 30:1), kadar air sekitar 40-50% dan pH sekitar 6-8. Contohnya, jerami, hijauan leguminosa, gedebog pisang dan kotoran unggas. Jika kekurangan bahan yang mengandung karbon, bisa ditambahkan sekam padi atau arang ke dalam adonan pupuk.

Proses pembuatan kompos dengan metode aerob membutuhkan waktu 40-50 hari. Membutuhkan ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan metode ini, karena kita harus mengontrol dengan teliti suhu dan kelembaban kompos saat proses pengomposan berlangsung. Tumpukan kompos harus dibalik untuk menyetabilkan suhu dan kelembabannya.

 

Cara Membuat Kompos Aerob :

  1. Siapkan lahan 10 m² untuk tempat pengomposan. Tempat pengomposan diberi peneduh untuk menghindari hujan
  2. Buat kotak persegi sebagai baik dari papan kayu dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang 1,5 meter. Pilih papan kayu yang lebarnya sekitar 30-40 cm
  3. Siapkan bahan organik dari sisa-sisa tanaman yang dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik menjadi potongan-potongan kecil. semakin kecil ukurannya semakin baik tetapi jangan sampai terlalu halus agar aerasi bida berlangsung sempurna
  4. Masukkan bahan yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, kemudian padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh
  5. Siram bahan baku yang sudah tersusun dalam bak kayu. Untuk mempercepat proses pengomposan bisa ditambahkan mikroorganisme pembusuk starter ke dalam tumpukan kompos tersebut. Lalu naikkan bak papan ke atas kemudian tambahkan lagi bahan-bahan lain. Lakukan terus hingga ketinggian kompos mencapai 1,5 meter
  6. Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos naik hingga 65ºC, pertahankan suhu ini hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, gulma dan jamur. Dan jangan lebih dari 4 hari karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos dan jika mikroorganisme mati, kompos akan lebih lama matang.
  7. Setelah hari ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme pengurai. Jaga suhu optimum pengomposan di angka 45-60º dengan kelembaban 40-50%. Cara menjaga suhu yaitu dengan membolak balikkan kompos, sedangkan untuk menjaga kelembaban adalah dengan menyiram kompos dengan air. Pada tahap ini kompos ditutup dengan terpal plastik untuk mencegah penguapan dan untuk melindungi kompos dari siraman air hujan.
  8. Cara membalik kompos :
  • Angkat bak kayu, lepaskan dari tumpukan kompos
  • Lalu letakkan persis disamping tumpukan kompos
  • Pindahkan bagian kompos yang paling atas ke dalam bak kayu sambil diaduk
  • Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal
  • Lakukan terus menerus hingga seluruh tumpukan kompos berpindah ke sampingnya
  • Proses pembalikkan dilakukan setiap 3 hari sekali
  1. Jika suhu sudah stabil di bawah 45ºC, kompos berwarna hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses pembalikkan. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari
  2. Secara teori, proses pengomposan selesai setelah 40-50 hari. Tapi pada kenyataannya bisa lebih cepat atau lebih lambat. Tergantung dari keadaan dekomposer dan bahan baku kompos. Pupuk kompos yang telah matang berwarna hitam kecoklatan, gembur, dan tidak berbau.
  3. Untuk memperbaiki penampilan apabila kompos akan dijual dan disimpan lama, sebaiknya kompos diayak dan di kemas ke dalam karung. Simpan kompos di tempat yang teduh dan kering.

 

Membuat Kompos Organik Metode Anaerob

Membuat kompos dengan metode ini membutuhkan inokulan mikroorganisme starter untuk mempercepat prosesnya. Inokulan terdiri dari mikroorganisme pilihan yang bisa menguraikan bahan organik dengan cepat, seperti EM4.

Di pasaran, telah terdapat inokulan dari berbagai merk seperti probio, superbio, dan lain-lain. Bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan organik yang mempunyai perbandingan C dan N tinggi atau lebih dari 30:1. Contohnya serbuk gergaji, sekam padi dan kotoran kambing. Waktu yang diperlukan untuk membuat kompos dengan metode ini adalah 10-80 hari, tergantung efektifitas dekomposer dan bahan baku yang digunakan. Suhu selama proses pengomposan sekitar 35-45ºC dengan kelembaban 30-40%.

Cara Membuat Kompos Anaerob :

  1. Siapkan bahan organik yang akan dibuat kompos. Contohnya limbah hewan atau tanaman seperti ampas tahu, hijauan tanaman, kotoran ayam, limbah rumah tangga, kotoran kambing, dan lain-lain.
  2. Rajang bahan-bahan tersebut hingga halus, semakin halus semakin baik
  3. Siapkan Dekomposer EM4 sebagai starter. Dengan cara mencampur 1 cc EM4 dengan 1 liter air dan 1 gram gula. Lalu diamkan selama 24 jam
  4. Ambil terpal plastik untuk alas, letakkan bahan organik yang sudah dirajang halus di atas terpal. Campurkan serbuk gergaji ke bahan tersebut untuk menambah nilai perbandingan antara C dan N. Lalau semprotkan larutan EM4 yang sudah diencerkan tadi. Aduk sampai rata dan kelembaban dijaga di angka 30-40%. Jika kurang lembab boleh disemprot air
  5. Siapkan tong plastik kedap udara. Masukkan bahan-bahan yang telah dicampur tadi. Kemudian tutup rapat-rapat dan diamkan hingga 3-4 hari untuk menjalani proses fermentasi. Suhu pengomposan saat fermentasi sekitar 35-45ºC
  6. Setelah 4 hari, cek kematangan kompos. Pupuk kompos yang matang ditandai dengan baunya yang harum seperti bau tape.

Bagikan informasi tentang Cara Membuat Kompos Organik kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Membuat Kompos Organik | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Cara Membuat Kompos Organik

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 210.000
Ready Stock / SGRAN
OFF 13%
Rp 280.000 Rp 320.000
Ready Stock / COSKIN
SIDEBAR