• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Bertanam Sayuran Hidroponik

Cara Bertanam Sayuran Hidroponik

Diposting pada 5 May 2017 oleh Mba Seli

Cara Bertanam Sayuran Hidroponik – Menanam sayuran secara hidroponik secara umum dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan media keras dan menggunakan larutan. Media kertas berupa sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. Cara kedua yaitu menggunakan media larutan dan tanpa menggunakan media keras untuk pertumbuhan akarnya, cukup dengan larutan air bernutrisi, dengan teknik larutan statis atau larutan alir.

Ada cara penanaman secara hidroponik yang lebih canggih yang telah diterapkan oleh NASA, dikenal dengan nama Aeroponik

 

Macam-Macam Teknik Bertanam Sayuran Hidroponik

Kultur Larutan Diam

Dengan cara ini, tanaman disemai pada media tertentu yang terapung diatas larutan air bernutrisi. Larutan dapat dialirkan dengan perlahan atau tidak dialirkan sama sekali. Ketinggian larutan harus selalu dalam keadaan serendah mungkin agar akar tanaman berada di atas larutan, dengan begitu tanaman akan mendapatkan cukup oksigen. Ukuran tempat bak bisa disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Bak yang tembus pandang sebaiknya ditutup dengan bahan kedap cahaya untuk menghalangi cahaya sehingga sehingga lumut tidak tumbuh di dalam bak. Gunakan pompa akuarium untuk menghasilkan gelembung udara yang berfungsi memasok oksigen dalam larutan. Ketinggian larutan harus stabil apabila larutan turun di bawah ketinggian tertentu  segera diisi kembali dengan air atau larutan bernurtrisi yang baru.

Kultur Larutan Alir

Dengan cara ini, larutan nutrisi dialirkan dari tangki kemudian melewati akar tanaman secara terus menerus. Kultur ini lebih mudah pengaturannya karena larutan bernutrisi dapat diatur dari tangki besar sehingga bisa dipakai untuk banyak tanaman. Teknik yang banyak dipakai dalam penanaman sayuran hidroponik adalah teknik lapisan nutrisi (Nutrient Film Technique, NFT). Teknik ini menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman sayuran disemai di parit tersebut. Di sekitar saluran parit, dialirkan air bernutrisi sehingga pada sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis sebagai makanan tanaman. Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga bisa melewati akar lalu menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar. Selain itu aliran air tersebut akan oksigen yang cukup untuk tanaman.

Aeroponik

Dengan cara ini, akar tanaman digantung di udara dalam ruangan yang disemprot larutan nutrisi baik secara berkelanjutan maupun tidak. Kelebihan sistem ini, akar akan mendapatkan cukup oksigen. Sistem Aeroponik dikenalkan pertama kali tahun 1983 oleh Richard Spooner dan menjadi salah satu cara yang paling sukses dalam penanaman sayuran kentang, tomat dan sayuran lain berdaun kecil. Selain itu, penggunaan nutrisi juga lebih rendah, hampir hanya seperempat dari kebutuhan hidroponik secara normal. NASA tertarik dengan sistem ini karena penanganan sistem penyemprotannya lebih mudah dibandingkan penanganan cairan pada ruangan tanpa gaya gravitasi seperti di dalam pesawat luar angkasa. Tanaman sayuran juga dapat dipindahkan ke media tanah atau media tanam lainnya tanpa mempengaruhi kecepatan tumbuh akibat penyesuaian dengan lingkungan baru. Kelemahannya, sistem aeroponik memerlukan investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem hidroponik biasa

Kultur Media Agregat

Dengan cara ini, penanaman dilakukan menggunakan media tanam berupa kerikil, arang sekam, pasir, batu bata, atau media lain yang disetrilkan terlebih dahulu sebelum pergunakan. Hal ini untuk mencegah adanya bakteri di media sehingga dapat menyebabkan tanaman sayuran terserang penyakit. Pemberian nutrisi dilakukan dengan mengairi media tersebut menggunakan pipa dari air larutan bernutrisi yang ditampung dalam tangki atau tong besar.

Beberapa Cara Bertanam Hidroponik Sayuran dikembangkan dari kultur dasar untuk tujuan peningkatan efisiensi.  Ebb & Flow atau Flood & Drain Sub-irrigation menggunakan tangki larutan nutrisi yang ditempatkan dibawah ketinggian tanaman yang sedang ditanam. Larutan nutrisi dipompakan secara berkala kemudian dialirkan kembali ke tangki. Pengaliran larutan nutrisi ini dapat dilakukan dengan mekanisme automatik/otomatis supaya lebih mudah.

Pemakaian bahan yang dapat menampung air cukup banyak tetapi mempunyai rongga sebagai tempat udara seperti vermiculite, fibreglass perlite atau pasir kasar, dikembangkan juga untuk penanaman hidroponik. Larutan nutrisi diatur menggunakan timer (pengatur waktu) dan jumlah larutan nutrisi yang dialirkan dikontrol. Disesuaikan dengan beberapa faktor seperti temperatur, ukuran tanaman dan bahan yang digunakan sebagai media tanam. Cara ini digunakan secara luas untuk menanam sayuran secara hidroponik seperti mentimum dan tomat

Cara penanaman “Deep Water Culture” yaitu menumbuhkan tanaman secara mengambang diatas larutan nutrisi. Tanaman ditahan dengan jaring dan akar tanaman berada di dalam air. Larutan nutrisi yang mengalir menghasilkan gelembung udara yang memperkaya oksigen dalam larutan yang digunakan oleh akar tanaman untuk tumbuh. Pada awal pertumbuhan akar, larutan nutrisi dipompakan melalui pembentuk gelembung untuk memperkaya kandungan oksigen di dalam larutan. Metode ini dikenal sebagai metode Bubbleponic.

 

Langkah-Langkah Bertanam Sayuran Hidroponik

Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hanya dengan memanfaatkan halaman pekarangan, berbagai jenis sayuran dapat dihasilkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sendiri. Tetapi berbeda kondisi di area perkotaan, halaman pekarangan ruang perkotaan umumnya sempit, dan telah dilapisi semen sehingga tidak dapat digunakan untuk bertanam sayuran. Untuk kondisi ini, teknologi hidroponik bisa menjadi alternative.

Berbagai jenis sayuran dapat ditanam secara hidroponik dengan mudah. Untuk sarananya bisa menggunakan paralon / bekas aqua. Hidroponik ini merupakan cara sederhana yang dapat diterapkan oleh siapa saja karena sangat mudah. Tanaman dapat ditempatkan dimana saja, asalkan tidak terkena siraman air hujan. Jika terkena guyuran air hujan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer.

Namun tanaman tetap memerlukan sinar matahari untuk pertumbuhannya. Dalam satu hari tanaman syauran hidroponik minimal membutuhkan 5 jam penyinaran dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang terlalu terik tidak baik untuk tanaman. Tanaman sayur yang dapat ditanam dengan teknologi ini adalah sayuran daun seperti selada, caisim, bayam, pakcoy, kangkung dan sebagainya.

Menurut standar FAO, kebutuhan sayuran adalah 65 kg/kapita/tahun. Sedangkan konsumsi rata-rata orang Indonesia hanya 34,5 kg/kapita/tahun.

Alat dan Bahan

Hidroponik kit untuk bercocok tanam, terdiri dari paralon sebagai Media tanam Rockwool. Rockwool terbuat dari batuan volcanic yang telah di panaskan dengan sedemikian rupa sehingga terbentuk serat-serat. Media ini steril dari sumber hama, penyakit dan gulma

Teknik Sederhana Bertanam Sayuran Hidroponik

  • Benih sayur

Berbagai jenis sayuran daun dapat di tanam menggunakan teknologi ini. Seperti kangkung, selada, pakcoy, caisim dan sebagainya

  • Nutrisi hidroponik

Pada sistem hidroponik, tanaman akan mendapatkan unsur hara dari larutan air, oleh karena itu larutan harus mengandung nutrisi.

  • Penyemaian benih

Semaikan benih ke media yang telah disiapkan. Pilih benih yang bernas (berisi). Gunakan pinset untuk membenamkan benih ke media sedalam kira-kira 2-5 mm.

  • Penyiraman benih

Benih yang sudah disemai kemudian disiram sampai media tanam menjadi basah. Gunakan air bersih. Pada waktu ini pupuk belum perlu digunakan. Tutup hidroponik kit dengan plastik selama 3-5 hari. Tujuannya agar media menjadi lembab dan hangat sehingga perkecambahan akan lebih mudah. Benih akan berkecambah setelah 3-5 hari.

  • Isi hidroponik kit

Hidroponik kit diisi dengan larutan nutrisi dari dari campuran POC NASA dan HORMONIK sampai menyentuh bagian bawah media tanam.

  • Meletakkan hidroponik kit

Hidroponik kit diletakan pada tempat yang datar, mendapat sinar matahari yang cukup dan terlindung dari siraman air hujan. Apabila nutrisi berkurang, tambahkan lagi larutan nutrisi. Setelah 30 hari, sayuran bisa dipanen, tergantung jenis sayuran dan sinar matahari. Bertanam sayuran dengan teknik hidroponik sangat minim pemeliharaan.

 

Jika ingin menginginkan hasil yang maksimal meskipun menanam pada lahan yang sempit, gunakan produk pertanian dari PT. Natural Nusantara (NASA). Dapatkan produk POC NASA dan HORMONIK hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara.

Bagikan informasi tentang Cara Bertanam Sayuran Hidroponik kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Bertanam Sayuran Hidroponik | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Cara Bertanam Sayuran Hidroponik

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 25%
Rp 123.000 Rp 165.000
Ready Stock / P-KARET
OFF 17%
Rp 262.000 Rp 315.000
Ready Stock / P-BATU GINJAL
SIDEBAR