• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Budidaya Udang Windu Meningkat dengan Produk NASA

Budidaya Udang Windu Meningkat dengan Produk NASA

Diposting pada 11 March 2017 oleh neo1024

Budidaya Udang Windu – Di dalam dunia Perikanan, udang merupakan salah satu komditas yang penting. Dari segi ekonomis ada 2 (dua) jenis udang yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, ytiu Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vanemei (Lithopenaeus Vannamei).

Dilatarbelakangi hal tersebut, PT Natural Nusantara sejak tahun 2002 telah memiliki paket teknologi organik (ramah lingkungan) yang sudah memnuhi aspek K-3 yaitu Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan). Sehingga para pembudidaya udang di Indonesia khususnya udang windu dapat memenuhi kebutuhan akan meningkatknya permintaan udang dan dapat mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Teknologi NASA tersebut berupa :

Budidaya Udang Windu Meningkat

  • Pupuk Tambak Organik Nusantara (TON)
  • Suplemen nutrisi VITERNA PLUS
  • Pupuk Organik Caior NASA (POC NASA)
  • Hormon Organik Nasa (HORMONIK)
  • Prebiotik Tangguh (TAPRO)

Teknis Budidaya Udang Windu :

  1. Lokasi lahan

Lokasi yang baik untuk budidaya udang ini adalah di daerah pantai dengan kondisi tanah bertektur liat atau liat berpasir sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.

Selain itu kondisi lahan harus ada air payau dengan salinitas 0 sampai 33 ppt dengan suhu optimal 26 sampai 30 derajat celcius dan bebas dari pencemaran bahan kimia yang berbahaya. Syarat lahan lainnya adalah memiliki saluran air masuk dan saluran air keluar yang terpisah. Serta lokasi lahan mudah untuk mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk, obat-obatan dan lainnya. Hal penting lainnya adalah tambak harus tersedia aliran listrik.

  1. Pengolahan lahan tambak udang

cara Budidaya Udang Windu Meningkat dengan Produk NASA

Berikut acuan untuk pengolahan lahan demi mendapatkan hasil panen yang maksimal serta menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya :

  • Pengangkatan lumpur

Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur dan sisa makanan organik. Kotoran tersebut dikeluarkan dengan cara mencangkul atau penyedotan dengan pompa air.

  • Pembalikan tanah

Tanah di dasar tambak harus dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk menghilangkan gas-gas beracun yang terikat di partikel tanah.

  • Pengapuran

Gunakan kapur Zeolit dan Dolomituntuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibti penyakit. Dengan dosis masing-masing 500 kg per ha sesuai keasaman tanah.

  • Pengeringan

Setelah tanah di kapur, biarkan tanah mengering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.

  • Penggunaan pupuk TON dan TAPRO

Lahan kemudian perlu diberi TON dengan dosis 2,5 kg per ha dan TAPRO dengan dosis 2 sampai 3 liter per hektar, untuk mengembalikan kesuburan tanah serta mempercepat pertumbuhan pakan alami berupa plankton dan menetralkan senyawa beracun.

Caranya, masukkan TON dan TAPRO sesuai dosis ke dalam air, aduk hingga larut, lalu siramkan secara merata ke seluruh area lahan tambak.

  • Pemasukan air

Setelah dibiarkan 3 hari, giliran air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air fase pertama setinggi 10 sampai 25 cm dan biarkan 3 hari, agar bibit-bibit plankton tumbuh setelah diberi pupuk TON. Fase kedua, masukkan air hingga minimal setinggi 80 cm.

  1. Pemilihan benur

Benur (benih urang atau udang), yang baik bisa ditandai dengan tingkat kehidupan yang tinggi, berwarna tegas (tidak pucat) baik hitam atau merah, aktif bergerak, dan mempunyai alat tubuh yang lengkap.

Tahap penebaran benur :
  • Adaptasi suhu : plastik wadah benur direndam selama 15 sampai 30 menit
  • Adaptasi udara : plastik dibuka dan dilipat ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 – 30 menit, hal ini dimaksudkan agar terjadi penukaran udara
  • Adaptasi kadar garam : caranya dengan memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit.
  • Pengeluaran benur : dengan cara memasukkan ujung plastik ke air tambak dengan perlahan dan hati-hati
  1. Pemeliharaan udang

Pada bulan pertama yang harus diperhatikan adalah kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air harus dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air. Dan untuk menjaga kualitas dan kestabilan air, setiap penambahan air yang baru atau maksimal 15 hari sekali diberi TON dengan dosisi 1 kg per ha dan TAPRO dengan dosis setengah liter per ha.

Pada hari ke-30, dilakukan sampling untuk melihat perkembangan udang melalui pertambahan berat udang tersebut. Udang normal pada hari ke-30, harus sudah mencapai ukuran 250 sampai 300 ekor udang per kg. Pada setiap pergantian dan penambahan air baru harus tetap diberi TON dengan dosis 1 kg per ha.

Mulai umur 60 hari atau lebih, hal yang harus diperhatikan yaitu mengontrol kualitas air dan kondisi udang. Setiap terlihat kondisi air keruh maka sebaiknya segera silakukan pergantian air.

  1. Pakan udang

Kebutuhan pakan awal berupa pelet untuk setiap 100.000 ekor udang adalah sebanyak 1 kg. Selanjutnya setiap 7 hari sekali cukup ditambah 1 kg lagi hingga umur 30 hari. Agar pertumbuhan udang dapat maksimal dengan waktu yang singkat, maka perlu ditambahkan nutrisi lengkap dalam pakan. Pakan harus dicampur dengan VITERNA PLUS, POC NASA, dan HORMONIK yang mengandung mineral penting, protein, dan vitamin dosisi 1 tutup botol (10 cc) per 2 sampai 3 kg pakan.

  1. Panen udang

Panen normal biasanya dilakukan pada umur lebih dari 90 hari dengan ukuran normal yaitu 40 per 50 ekor udang dalam 1 kg.

Ada saat dimana panen emergency. Panen emergency ini dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala besar.

Selain itu, ada juga panen pasial. Panen parsial yaitu udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik. Hal ini ditandai dengan udang yang berukuran besar, kulit keras, licin dan bersih bersinar serta alat tubuh yang kengkap dan masih hidup dan segar.

Sedangkan saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari agar udang tidak terkena sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat rusak.

  1. Penyakit Udang

Penyebab dari udang yang berpenyakit adalah infeksi dari agen pembawa penyakit, serta penurunan kualitas air. Maka dari itu, pemberian TON secara rutin ke air tambak dengan dosis 1 sampai 2 kg per ha tiap 15 hari sekali mutlak harus dilakukan. Untuk hasil yang optimal disertai dengan pemberian TAPRO dengan dosis 500 cc per ha yang berfungsi menguraikan bahan organik menjadi bahan tidak beracun.

Demikian teknik budidaya udang windu yang menguntungkan. Dapatkan produk NASA untuk udang, produk unggulan resmi hanya dari PT Natural Nusantara.

Bagikan informasi tentang Budidaya Udang Windu Meningkat dengan Produk NASA kepada teman atau kerabat Anda.

Budidaya Udang Windu Meningkat dengan Produk NASA | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Budidaya Udang Windu Meningkat dengan Produk NASA

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 29%
Rp 50.000 Rp 70.000
Ready Stock / CORIN
OFF 19%
Rp 150.000 Rp 185.000
Ready Stock / HERTHUS
SIDEBAR