• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Teknik Budidaya Tanaman Pangan

Teknik Budidaya Tanaman Pangan

Diposting pada 7 April 2017 oleh Mba Seli

Teknik Budidaya Tanaman Pangan – Makanan dan manusia adalah dua komponen yang saling berkaitan erat. Manusia memerlukan makanan setiap harinya sebagai sumber energi untuk tumbuh. Maka tidak heran jika tanaman pangan menjadi kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup manusia. Tanaman pangan mempunyai banyak jenis, baik itu sayuran, umbi-umbian, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan sebagainya. Karena perannya yang sangat penting, budidaya terhadap tanaman pangan terus dilakukan.

Budidaya tanaman pangan yaitu kegiatan menanam tanaman yang dapat menjadi sumber karbohidrat utama dan protein yang dilakukan pada suatu  lahan, yang hasilnya dapat dikonsumsi sendiri atau dijual kembali sebagai sumber penghasilan bagi petani atau penanamnya. Dari pengertian budidaya tanaman tersebut, sebenarnya Indonesia adalah negara penghasil tanaman pangan yang besar dahulunya. Namun, pada era sekarang ini Indonesia justru mengimpor bahan makanan dari negara lain.

Sebenarnya, apabila warga Indonesia khususnya para petani lebih dieprhatikan dan didukung dalam kegiatan budidaya tanaman pangan, lahan luas yang ada di Indonesia tentunya dapat menghasilkan swasembada pangan yang mampu mencukupi kebutuhan nusantara, bahkan hingga ekspor ke mancanegara.

Pengolahan Lahan

Standar penyiapan lahan :

  1. Lahan yang akan digunakan harus bebas dari pencemaran limbah beracun
  2. Sebelumnya lahan dibajak atau dicangkul agar tanah menjadi gembur sehingga perakaran dapat berkembang secara optimal
  3. Jika diperlukan, penyiapan lahan disertai dengan pengapuran, penambahan pupuk otganik, pembenahan tanah atau teknik perbaikan kesuburan tanah
  4. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara manual ataupun dengan alat mesin pertanian

Persiapan Benih dan Penanaman

Pada umumnya, benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa melewati proses penyemaian terlebih dahulu kecuali untuk budidaya padi. Sebaiknya pilih benih yang memiliki kualitas unggul. Benih ditanam dengan cara ditugal (pelubangan pada tanah) sesuai jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap tanaman.

Standar penanaman :

  1. Penanaman benih dilakukan dengan mengikuti teknik budidaya yang dianjurkan. Meliputi jarak tanam, kebutuhan benih per hektar, varietas tanaman, dan jenis penanaman.
  2. Sebaiknya penanaman dilakukan pada musim tanam yang tepat atau sesuai dengan jadwal tanam
  3. Saat penanaman, diantisipasi agar tanaman tidak kekeringan, tergenang, kebanjiran
  4. Untuk menghindari serangan OPT, benih atau atau bahan tanaman dapat diberi perlakuan yang sesuai sebelum ditanam

Pemupukan

Pemupukan berfungsi untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Biasanya setelah benih ditanam baru dilakukan pemupukan. Pupuk dapat diaplikasikan sekaligus saat tanam atau diberikan secara bertahap. Pemupukan harus dilakukan secara tepat baik cara aplikasinya, jenis pupuknya, dosis aplikasinya dan waktu aplikasinya.

Standar pemupukan :

  1. Harus tepat waktu, yaitu diberikan sesuai kebutuhan, tahap tumbuh tanaman, dan kondisi lapangan yang tepat
  2. Tepat dosis, yaitu pupuk yang diberikan hasru sesuai dengan anjuran jangan terlalu berlebihan atau terlalu kurang
  3. Dan tepat cara aplikasi, yaitu disesuaikan dengan jenis pupuk, tanaman dan kondisi lapangan

Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiraman, penyulaman dan pembubunan. Penyiraman dilakukan agar tanah tetap dalam kondisi lembab. Penyulaman yaitu kegiatan membuang tanaman atau benih yang tidak tumbuh dan menggantinya dengan menanam kembali tanaman yang baru. Pembubunan bertujuan untuk menutup pangkal batang dengan tanah.

Standar pemeliharaan tanaman :

  1. Tanaman harus dipelihara sesuai dengan jenis tanamannya supaya tanaman dapat tumbuh dan berproduksi maksimal serta dapat menghasilkan produk pangan yang bermutu tinggi
  2. Tanaman harus dijaga supaya terlindung dari gangguan hewan ternak, hewan liar dan hewan atau hama lainnya

Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)

Pengendalian OPT atau hama tanaman dapat dilakukan secara manual atau menggunakan pestisida. Kalau menggunakan pestisida, pengendalian OPT harus dilakukan dengan tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat dosis/konsentrasi, tepat sasaran, tepat waktu serta tepat aplikasi dan tepat cara.

Penggunaan pestisida untuk pengendalian OPT dan hama harus sesuai standar berikut :

  1. Penggunaan pestisida harus memenuhi 6 (enam) kriteria tepat yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat mutu, tepat waktu, tepat dosis/konsentrasi, tepat sasaran, serta tepat cara dan alat aplikasi.
  2. Pestisida sebaiknya digunakan seminimal mungkin agar tidak meninggalkan residu (sisa bahan kimia) pada hasil panen
  3. Diusahakan untuk menggunakan pestisida hayati, karena pestisida hayati mudah terurai dan tidak meninggalkan residu pada hasil panen
  4. Penggunaan pestisida diusahakan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan pekerja (dengan menggunakan pakaian pelindung atau sarung tangan)
  5. Pestisida yang residunya berbahaya bagi kehidupan manusia tidak boleh diaplikasikan menjelang panen atau saat panen

Panen dan Pasca Panen

Standar panen :

  1. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada umur dan waktu yang tepat sehingga kualitas hasil produk tanaman pangan dapat maksimal pada saat dikonsumsi
  2. Penentuan saat panen yang tepat mengikuti standar yang berlaku
  3. Cara pemanenan tanaman pangan harus sesuai dengan teknik untuk setiap jenis tanaman sehingga akan diperoleh kualitas hasil panen yang tinggi, tidak rusak, tetap segar dalam waktu lama dan meminimalkan persentase kehilangan hasil
  4. Wadah yang akan digunakan untuk tempat hasil panen harus disimpan di tempat yang aman

Standar pasca panen :

  1. Hasil panen sebaiknya disimpan di tempat yang lembab
  2. Untuk tanaman pangan yang membutuhkan perontokan atau penggilingan dapat dilakukan secara manual atau dengan alat mesin pertanian

Alat dan mesin untuk budidaya diperlukan untuk mempercepat dan mempermusah setiap tahapan budidaya tanaman. Peralatan atau mesin budidaya digunakan untuk kegiatan pengolah tanah, pemeliharaan, penanaman, dan panen.

Standar alat :

  1. Untuk usaha budidaya tanaman pangan butuh disediakan mesin dan alat pertanian yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, termasuk alat pra panen dan alat pasca panen.
  2. Penggunaan mesin pertanian pra panen dan pasca panen harus dilakukan secara tepat sehingga tidak akan berdampak terhadap pemadatan tanah, pelongsoran tanah, erosi tanah, atau kerusakan tanah serta tidak berdampak negatif terhadap hasil tanaman.
  3. Peralatan dan mesin juga perlu dijaga dan dirawat dengan baik.

Tips Keselamatan Kerja

  1. Hati-hati saat menggunakan alat-alat budidaya
  2. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
  3. Gunakan sepatu boot, masker, sarung tangan dan baju lengan panjang saat bekerja
  4. Cuci tangan setelah selesai bekerja

Jenis-jenis Tanaman Pangan

  1. Serelia

Tanaman pangan jenis serelia menghasilkan biji yang digunakan sebagai bahan pangan. Contohnya padi, jagung, gandum dan sorgum.

  • Padi

Padi (Oriza Sativa) merupakan makanan pokok terbesar masyarakat tanah air. Tanaman padi memiliki akar serabut, memiliki batang yang berbuku dan berongga. Biji padi tumbuh dari buku yang paling ujung dari bagian batangnya. Beberapa macam budidaya tanaman padi yaitu padi sawah, padi rawa dan padi gogo.

  • Jagung

Jagung (Zea Mays L.) juga menjadi tanaman pangan karena jagung merupakan sumber karbohidrat untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Batang pada tanaman jagung juga berjenis batang berbuku dan ruas pada setiap bukunya ditumbuhi daun. Bunga tanaman jagung ada dua jenis, yaitu bunga jantan yang berada di ujung batang dan bunga betina yang berada di tengah batang. Biasanya jagung ditanam di lahan yang kering atau lahan bekas budidaya padi.

  • Gandum

Gandum (Triticum Spp) banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuat mie, roti dan sereal karena gandum memiliki karbohidrat di dalamnya. Meskipun para petani di Indonesia masih jarang menanam gandum, namun tanaman yang juga menjadi sumber karbohidrat ini sebenarnya memiliki cara tanam yang hampir sama dengan padi bahkan cenderung lebih mudah.

  • Sorgum

Bagi Anda yang masih asing dengan tanaman ini, sorgum ialah tanaman sejenis jagung yang masih jarang ditemui di Indonesia. Daerah yang banyak menanam sorgum biasanya daerah kering seperti Nusa Tenggara Timur. Tanaman sorgum dikembang biakkan dari bijinya.

  1. Biji-Bijian

Tanaman biji biasanya memiliki kandungan protein yang tinggi yang juga mampu memberikan rasa kenyang bagi yang mengonsumsinya.

  • Kacang Tanah

Tanaman kacang dikembangbiakkan dari bijinya. Kacang tanah pada umumnya ditanam pada lahan kering atau pada lahan bekas budidaya padi. Tanaman kacang tanah dapat dipanen setelah 3 bulan ditanam. Batang dan daunnya tumbuh ke atas tanah, sedangkan kacangnya tumbuh di dalam tanah.

 

  • Kacang Kedelai

Tanaman kacang kedelai ditanam pada lahan yang kering. Kacang kedelai merupakan tanaman semusim. Tanaman kedelai juga dikembangbiakkan melalui bijinya. Biji kedelai yang telah matang dapat dilihat dari polongnya yang berubah warna menjadi kecoklatan.

 

  • Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau juga termasuk tanaman semusim yang dapat dipanen setelah umur 55-65 hari. Kacang hijau dikembangbiakkan dengan bijinya. Tanaman kacang hijau tumbuh di dalam polong yang berbulu halus.

 

  1. Umbi-Umbian

Umbi juga termasuk tanaman pangan karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan mengenyangkan.

  • Singkong

Tanaman singkong dikembangbiakkan dengan batangnya. Umbi singkong tumbuh di dalam tanah, berwarna putih dan memiliki rasa tawar sedikit manis.

  • Ubi Jalar

Sesuai dengan namanya, batang ubi jalar tumbuh dengan cara merambat di atas tanah. Umbi jalar berwarna ungu, putih atau oranye dan berwarna manis. Tanaman umbi jalar dikembangbiakkan dengan stek batang atau dapat juga dengan umbinya.

 

  1. Tanaman Pangan Lain

Selain ketiga jenis tanaman di atas, masih ada tanaman jenis lain yaitu sagu dan sukun. Sagu dimanfaatkan dari batangnya untuk sumber makanan. Dan sukun bisa menjadi makanan pokok alternatif.

 

Demikian penjelasan mengenai Budidaya Tanaman Pangan dan Berbagai Jenisnya. Semoga bermanfaat.

Bagikan informasi tentang Teknik Budidaya Tanaman Pangan kepada teman atau kerabat Anda.

Teknik Budidaya Tanaman Pangan | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Teknik Budidaya Tanaman Pangan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 8%
Rp 367.500 Rp 400.000
Ready Stock / P-STRAWBERRY2
Rp 70.000
Ready Stock / PWRK
Rp 75.000
Ready Stock / TAPRO
SIDEBAR