• Kontak Kami
  • Hotline : 082223821112
  • SMS : 082223821112
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Budidaya Seledri Teknologi NASA

Budidaya Seledri Teknologi NASA

Diposting pada 21 April 2017 oleh Mba Seli

Budidaya Seledri – Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, yaitu tanaman yang sering yang berkhasiat obat. Daun seledri di Indonesia dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Biji selederi dapat dijadikan sebagai bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri yang bermanfaat sebagai obat.

Tanaman seledri sangat baik dibudidayakan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 mdpl. Namun tanaman seledri masih dapat tumbuh juga pada dataran rendah. Tanaman seledri kurang tahan terhadap curah hujan tinggi.

Tanah yang baik untuk budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan kaya akan bahan organik. Tanaman seledri dapat tumbuh baik pada tanah dengan pH 5,5-6,5. Jika lahan yang Anda miliki terlalu asam, lakukan pengapuran menggunakan dolomit.

 

Menanam Seledri

Ada dua cara menanam seledri yaitu dengan cara perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya banyak diterapkan untuk budidaya seledri dengan skala luas atau komersial. Untuk budidaya seledri skala kecil seperti menggunakan media pot atau polibag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.

Perbanyakan secara generatif dimulai dari menyemaikan biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, kemudian dipindahkan ke dalam pot atau polybag.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Sebelum bibit disemai, direndam terlebih dahulu dengan air hangat-hangat kuku selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa baki semai atau bedengan. Media semai yaitu campuran tanah dan kompos halus (telah diayak) dengan perbandingan 2:1.
  • Beri pelindung berupa plastik bening pada bedengan semai untuk melindungi tanaman dari air hujan dan sinar matahari.
  • Buat alur garitan pada atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alau sekitar 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut lalu ditutup dengan tanah tipis. Kemudian siram dengan air hingga tanah lembab.
  • Siram dengan air satu kali sehari setiap pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban media persemaian. Media semai harus selalu dalam keadaan lembab cukup, jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering.
  • Bibit baru siap dipindahkan ke pot atau polibag setelah berumur 1 bulan atau setelah bibit tumbuh 3-4 helai daun.

Perbanyakan secara vegetatif dilakukan untuk para petani yang telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya yaitu ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Lalu pindahkan ke dalam pot atau polibag. Setelah itu, tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.

Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polibag dengan ukuran sedang. Isi pot atau polibag dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 dan telah diayak terlebih dahulu. Arang sekam digunakan supaya media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot atau polibag mudah untuk dipindahkan.

Arang sekam bisa diganti dengan arang padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Saat membuat media tanam, gunakan bahan-bahan yang bebas dari hama dan penyakit untuk mencegah tanaman seledri terhindar dari serangan hama dan penyakit.

 

Perawatan Budidaya Seledri

Penyiraman dilakukan satu hari sekali setiap pagi atau sore hari hingga tanaman seledri berumur 1 minggu. Setelah itu, penyiraman dapat dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Tergantung kondisi cuaca di wilayah budidaya, sebaiknya media tanam tidak terlalu kering atau terlalu basah.

Untuk budidaya seledri organik, pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan untuk meningkatkan kualitas seledri saat panen. Salah satu produsen yang memproduksi pupuk organik cair adalah PT. Natural Nusantara. PT. Natural Nusantara (NASA) menggunakan prinsip K-3 yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kesehatan lingkungan, berupaya untuk membantu Usaha Budidaya Seledri dengan sasaran peningkatan hasil panen meliputi kuantitas dan kualitas  seledri.

 

Cara Pemberian Produk NASA untuk Tanaman Seledri

  • 1 sdm SUPERNASA dilarutkan ke dalam 20 liter air dan ditambah 0,5 cangkir NPK. Kocorkan sebanyak 0,5 cangkir dari larutan tersebut ke setiap tanaman seledri pada umur 14 hari dan 28 HTS (hari setelah tanam).
  • 4 tutup botol POC NASA ditambah 1 tutup botol HORMONIK dicampur dengan air 1 tangki (10-14 liter) untuk disemprotkan setiap 8 hari. Penggunaan Produk NASA hingga tanaman seledri berumur telah dilakukan 6x penyemprotan.

Budidaya seledri dalam pot atau polibag akan jarang terkena hama dan penyakit. Tetapi pada budidaya seledri skala luas, serangan hama dan penyakit sering banyak dijumpai. Ada beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri, diantaranya yaitu ulat tanah, kutu, keong, dan tungau. Hama tersebut dapat diberantas dengan cara memungut langsung dan dimusnahkan. Sedangkan untuk penyakit yang sering menyerang tanaman seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virus aster yellow.

Untuk penyemprotan hama dan penyakit, gunakan PESTONA dan PENTANA. Dengan dosis PESTONA 4 tutup dan PENTANA 1 tutup yang dicampur dengan 10 lietr air (1 tangki). Penggunaan pestisida kimia lebih hemat setelah dicampur dengan penggunaan Produk NASA.

Sebelum menggunakan Produk NASA, penyemprotan pestisida kimia yang rutin 3 hari sekali menjadi 8 hari sekali. Sebelum menggunakan produk NASA, tanaman seledri yang terkena hama dan penyakit dikatakan hampir mati bisa mencapai 3/4 bagian, tetapi setelah menggunakan produk NASA hama dan penyakit yang menyebabkan kematian tanaman hanya 1/4 bagian saja. Meski begitu pestisida kimia masih perlu digunakan tetapi hanya di selang-seling dengan produk NASA, sehingga pestisida kimia bisa di kurangi.

 

Panen Budidaya Seledri

Selderi bisa dipanen berkali-kali. Panen pertama biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 1-3 bulan, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimal setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.

Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen dihentikan apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.

Bagikan informasi tentang Budidaya Seledri Teknologi NASA kepada teman atau kerabat Anda.

Budidaya Seledri Teknologi NASA | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Budidaya Seledri Teknologi NASA

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 75.000
Ready Stock / HWT
OFF 7%
Rp 326.000 Rp 350.000
Ready Stock / P2-PADI
Rp 75.000
Ready Stock / MTLP
SIDEBAR