Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Budidaya Ikan Guppy

Budidaya Ikan Guppy

Diposting pada 21 April 2017 oleh Mba Seli

Budidaya Ikan Guppy – Ikan guppy (Poecilia Reticulata) adalah ikan hias yang mudah untuk dikembang biakkan.habitat asli ikan guppy berada di sungai dan danau yang airnya tenang. Ikan guppy juga mampu hidup di air payau yang kadar garamnya cukup tinggi.

Budidaya ikan guppy tidak memerlukan peralatan yang mahal. Ikan guppy populer sebagai ikan hias karena keindahan warna dan keindahan bentuk siripnya, terutama ikan guppy jantan. Sedangkan ikan guppy betina cenderung memiliki warna yang kusan, sama halnya dengan ikan cupang.

 

Jenis Ikan Guppy

  1. Ikan Guppy Red Dragon

Jenis ini merupakan jenis yang menjadi primadona para penggemar ikan hias di Indonesia. Harga ikan guppy red dragon mencapai satu juta rupiah per 3 ekornya.

  1. Ikan Guppy Cobra

Senada dengan namanya, ikan guppy cobra memiliki corak dan warna yang mirip dengan ular cobra pada hampir seluruh bagian tubuhnya. Corak cobra pada ikan guppy jantan berwarna hitam, putih atau kuning. Karena keunikan ini, ikan guppy cobra banyak diburu oleh para pecinta ikan hias.

  1. Ikan Guppy Metalik

Dinamai metalik karena jenis ikan ini memiliki warna biru atau abu-abu metalik pada tubuhnya. Para pecinta ikan hias Indonesia telah berhasil melakukan perkawinan silang antara ikan guppy metalik dan ikan guppy cobra. Perkawinan tersebut menghasilkan ikan guppy metalik cobra yang pada bagian dada berwarna metalik dan bagian punggungnya bercorak cobra.

  1. Ikan Guppy Japan Blue

Guppy jenis ini habitat aslinya di perairan Jepang. Ikan guppy japan memiliki banyak variasi warna, tetapi yang populer hanya warna biru.

  1. Ikan Guppy Blue Moscow Albino

Ciri ikan guppy blue moscow albino adalah warna dasar tubuhnya pink dan sedikit ungu. ikan guppy jenis ini berasal dari Rusia. Terlihat sangat elegan ketika berenang karena ekornya yang panjang dan bagus. Oleh karena itu, banyak sekali pecinta ikan guppy yang ingin mendapatkannya untuk dijadikan sebagai koleksi atau dijadikan hiasan dalam ruangan.

  1. Ikan Guppy Red Lace Snakesin

Ikan guppy ini mempunyai corak unik seperti corak batik dengan warna merah. Ekor dan sirip ikan guppy yang panjang, membuat ikan guppy red lace snakesin terlihat sangat cantik berenang di dalam aquarium.

  1. Ikan Guppy German Platinum Crown Tail

Ekornya yang berbentuk seperti mahkota, yang membuat ikan guppy jenis ini dinilai unik. Banyak pecinta ikan hias yang memburunya sebagai hiasan aquarium.

 

Cara Budidaya Ikan Guppy

  1. Tempat Budidaya Ikan Guppy

Beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy yaitu wadah (tempat), tanaman air, dan aerator. Wadah atau tempat untuk pemijahan ikan guppy bisa menggunakan aquarium, bak semen atau ember plastik.

Wadah atau tempat yang diperlukan saat budidaya ikan guppy ada empat fungsi, yaitu tempat pemisahan indukan (2 wadah), tempat pemijahan (1 wadah), tempat penetasan (1 wadah), dan tempat untuk pendederan (1 adah).

Ukuran wadah dapat bervariasi, disesuaikan dengan banyaknya ikan yang akan diternakkan. Tetapi ketinggian wadah minimal 30 cm, kecuali untuk proses pendederan dibutuhkan wadah yang tinggi lebih dari 50 cm.

  1. Indukan Ikan Guppy

Ciri ikan guppy betina adalah bentuk tubuhnya lebih bulat, warnanya cenderung kusam, dan siripnya tidak menjumbai. Ciri ikan guppy jantan adalah bentuk tubuhnya lebih langsing, warna tubuhnya lebih terang dan kontras, dan memiliki sirip yang menjumbai. Ukuran tubuh ikan betina lebih besar dari ikan guppy jantan.

Induk yang siap dikawinkan minimal harus sudah berumur 4 bulan. Bentuk dan warna ikan guppy sangat dipengaruhi oleh faktor genetis. Oleh karena itu, untuk memperoleh anakan ikan guppy yang bagus harus dipilih indukan yang berkualitas unggul. Selain itu, para pembudidaya juga bisa bereksperimen untuk melakukan perkawinan silang ikan guppy dengan tujuan mendapatkan keturunan yang lebih bagus.

  1. Pemisahan Indukan

Sebelum dipijahkan, kedua indukan dipisahkan terlebih dahulu. Ikan guppy jantan dan betina ditempatkan pada wadah terpisah yang diisi air bersih dan diganti setiap 1-3 hari sekali. Pergantian air dilakukan dengan cara mengeluarkan sepertiga air dalam wadah dan menambahkannya dengan air yang baru. Pakan untuk ikan guppy selama proses ini adalah daphnia atau moina yang diberikan 2 hari sekali, agar indukan fit dan tidak sakit ketika proses pemijahan berlangsung.

  1. Pemijahan Ikan Guppy

Sebelumnya, wadah untuk tempat pemijahan diisi air dan diendapkan minimal 24 jam sebelum pemijahan dilakukan. Kedalaman air pada tempat pemijahan sekitar 25 cm, kepadatan ikan pada tempat pemijahan tidak lebih dari 30 ekor per 100 liter air. sebagai contoh, aquarium dengan luas 1 x 0,5 meter, dapat menampung 30-40 indukan guppy. Beri tambahan tanaman air seperti hydrilla untuk tempat indukan bercumbu.

Pemijahan ikan guppy dapat dilakukan secara satu per satu atau secara massal, tetapi pemijahan secara massal lebih dianjurkan karena lebih cepat, praktis dan lebih ekonomis. Pemijahan massal dilakukan dengan komposisi perbandingan antara ikan jantan dan ikan betina yaitu 1 : 5. Kalau Anda ragu, komposisinya bisa diubah menjadi 1 : 2.

Masukkan induk betina terlebih dahulu pada pagi hari, induk jantan dimaukkan pada sore hanrinya. Biarkan proses pemijahan berlangsung selama 4-7 hari. Segera pisahkan induk betina yang telah dibuahi ke dalam tempat (wadah) penetasan.

  1. Penetasan Benih

Tempat penetasan diisi dengan air bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi jangan terlalu kuat supaya tidak mengganggu larva ikan. Ganti air setiap 1-3 hari sekali dengan cara mengeluarkan sepertiga air dan menggantinya dengan yang baru, agar kualitas air tetap terjaga. Pakan untuk indukan diberikan setiap 2 hari sekali berupa moina atau daphnia.

Ikan guppy beternak dengan cara melahirkan. Embrio akan tumbuh dalam perut ikan guppy hingga siap untuk dilahirkan. Lama kehamilan dari waktu pemijahan hingga kelahiran berlangsung selama 3-4 minggu.

Ciri-ciri ikan guppy yang hamil dapat dilihat setelah 2 minggu sejak masa pemijahan. Tandanya dapat dilihat dari area gelap pada bagian bawah anus (bercak kelahiran) dan perutnya terlihat sedikit menggembung. Kalau tidak terlihat ciri-ciri ikan hamil, indukan dapat dipijahkan lagi.

Ikan guppy betina mampu menyimpan sperma di dalam tubuhnya. Sehingga induk betina dapat hamil hingga 1-3 kali dalam satu kali pembuahan. Dari kehamilan pertama hingga dapat hamil lagi, induk betina memerlukan waktu 1-5 minggu.

Dalam sekali waktu melahirkan, induk guppy betina dapat menghasilkan 30-100 anakan. Anakan ikan tersebut harus dipindahkan segera ke tempat pendederan, untuk menghindari anakan dimakan oleh indukannya sendiri.

  1. Pendederan Benih

Kolam pendederan akan lebih baik jika ditempatkan pada ruang terbuka. Karena sinar matahari sangat diperlukan untuk membentuk warna cemerlang pada tubuh ikan guppy. Biasanya para pembudidaya menggunakan bak semen yang berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai tempat pendederan.

Beri tanaman air seperti hydrilla untuk tempat berteduh dan beri aerasi. Air dalam kolam diisi setinggi 40 cm dan perlu diganti setiap 3 hari sekali. Pakan untuk anakan ikan yang berumur 5 hari adalah infusoria, artemia (udang renik) atau kutu air yang sudah disaring. Setelah anakan berumur 20 hari baru diberikan kutu air tanpa disaring atau cacing sutera.

Anakan ikan guppy yang telah berumur 20 hari sudah bisa dipilah yang mana jantan dan betina. Hanya ikan guppy jantan yang laku sebagai ikan hias. Sedangkan ikan guppy betina hanya digunakan sebagai indukan dan sisanya dibuang. Ikan guppy dewasa adalah yang telah berumur 1 bulan dan siap dijual.

Berhasil atau tidaknya ikan guppy ditentukan dari banyaknya kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan guppy jantan yang diminati sebagai ikan hias aquarium. Ikan guppy jantan memiliki sirip yang lebar dan warna-warna yang terang dan atraktif.

 

Tips Budidaya Ikan Guppy

Supaya anak hasil budidaya ikan guppy berkelamin jantan semua, berikan hormon saat ikan guppy betina sedang hamil. Hormon yang digunakan yaitu hormon androgen (17a-methyltestosteron). Hormon tersebut diberikan saat induk betina sedang hamil dengan cara direndam dalam larutan hormon. Waktu pemberian hormon yang tepat yaitu 2 minggu setelah proses pemijahan. Dengan dosis 2mg per 1 liter air, perendaman selama 24 jam.

Bagikan informasi tentang Budidaya Ikan Guppy kepada teman atau kerabat Anda.

Budidaya Ikan Guppy | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Budidaya Ikan Guppy

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 4%
Rp 675.000 Rp 700.000
Ready Stock / SKIN
OFF 23%
Rp 50.000 Rp 65.000
Ready Stock / VTN
SIDEBAR