• Kontak Kami
  • Hotline : 082133666560
  • SMS : 082133666560
  • BBM : D73783A1

Kontak Kami

( pcs) Checkout

INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Artikel Terbaru » Peluang Usaha Budidaya Bayam Merah

Peluang Usaha Budidaya Bayam Merah

Diposting pada 26 July 2017 oleh Mba Seli

Bayam Merah adalah tanaman sayur dari keluarga Amaranthacea. Bayam merah juga sering disebut bayam glatik. Di Jawa, tanaman ini dinamai bayem abrit, bayem lemag atau bayem sekul. Sedangkan di Maluku, ia disebut dengan jawa lufife, tona magaahu atau baya rohiha. Sementara nama asingnya lebih dikenal dengan Chinese spinach. Nama latinnya adalah Amaranthacea Gangeticus. Nama Inggrisnya adalah Red Spinach. Ia adalah pokok berbunga tahunan yang mempunyai bunga ungu gelap.

Bayam berasal dari Amerika tropik. Hingga sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2 m dpl, tumbuh didaerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas. Tingginya mencapaui 0,4 – 1 m dan bercabang. Batangnya lemah dan berair. Daun bertangkai berbentuk bulat telur, lemas dengan panjang 2-8 cm. Ujungnya tumpul, pangkal runcing dan berwarna hijau, merah atau hijau keputihan. Bunganya berbentuk bulir.

Perlu diketahui bahwa bayam yang umum dijual di pasar dan biasa dikonsumsi dikenal sebagai bayam cabutan. Panennya dilakukan paling lama 25 hari karena setelah itu kualitasnya menurun berupa daun yang kaku. Tanaman itu diperbanyak dengan biji.  Tingkat konsumsi sayur bayam di Indonesia cukup tinggi, oleh sebab itu bayam bisa kita temukan dengan cukup mudah di berbagai tempat. Konsumsi bayam merah  memang belum terlalu umum di masyarakat, namun sayur bayam merah ini cukup mudah dibudidayakan di kebun sendiri. Dengan langkah-langkah mudah berikut ini, Anda bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga dari hasil kebun sendiri.

Panduan Lengkap Cara Budidaya Bayam

Pengolahan Lahan

Tanah yang akan ditanami dengan bayam merah harus diolah dahulu dan diberi pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, limbah limbah organik yang telah diolah terlebih dahulu menggunakan konsep fermentasi dan dicampur dengan GLIO untuk mengurangi serangan penyakit jamur.

Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi pupuk kandang/pupuk organik (1 – 20 ton per Ha ). Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik lebih dari 3%  (tanah masih subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha, namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah yang mempunyai kandungan bahan organik kurang darin 1% maka pupuk kandang yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).  Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya. Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.

Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.  Jika pupuk kandang terbatas bisa ditambahkan atau diganti dengan pupuk organic padat SUPERNASA dosis bisa 3-5 kg per ha atau kalau pakai Supernasa Granule dosis 50 kg per ha.

Selanjutnya kita harus membuat bedengan-bedengan untuk menanam bibit bayam merah nantinya. Bedengan untuk tanaman bayam merah biasanya dibuat dengan lebar 100 cm sampai 200 cm dan tinggi bedengan sekitar 30 cm. Panjang bedengan yang dibuat biasanya tidak dibatasi, tergantung keadaan lahan saja. Selanjutnya, di lahan tersebut juga harus dibuat tempat mengalirnya air, ukurannya yakni sekitar 30 cm lebar x 30 cm kedalaman. Setelah itu, kita lanjutkan dengan proses pemupukan dengan menaburkan pupuk secukupnya di atas bedengan dan manambahkan lapisan tanah tipis di atasnya.

Pembibitan Bayam Merah

Pilih benih yang bagus kemudian direndam air (bisa ditambah POC NASA 2 cc/lt ), biarkan selama 20 menit, kemudian ditiriskan lalu ditanam pagi atau sore hari.

Cara menanam bibit bayam merah sangat mudah. Kita bisa melakukannya dengan cara tanam langsung, yakni menyebarkan benih ke atas bedengan-bedengan. Benih atau bibit bayam merah amatlah kecil sehingga kita harus mencampur mereka dengan tanah sebelum disebarkan ke atas bedengan. Kemudian cara yang kedua yaitu cara tanam tidak langsung. Disini kita menebar benih dahulu, baru setelah itu menanamnya kembali di atas lahan.

Pemeliharaan Tanaman Bayam Merah

Tanaman bayam merah yang telah berumur 1 minggu (7 hari sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan pupuk organik atau pupuk hayati serta pestisida alami.  Semprotkan larutan POC NASA dan HORMONIK ( hormon organik) atau GREENSTAR tiap minggu sekali , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Tanaman bayam merah bisa dipanen saat berumur 20 hari setelah tanam.

Produk NASA yang digunakan:

  • POC NASA 500 cc, sebagai pupuk daun
  • HORMONIK 100 cc, Hormon Organik sebagai campuran POC NASA
  • SUPERNASA 250 gr, pupuk akar, penggembur & penyubur tanah.
  • NATURAL GLIO, sebagai pembasmi penyakit tanaman.

Cara Pakai:

  • Untuk melindungi tanaman agar tidak terserang penyakit yang berasal dari pupuk kandang, gunakan Natural GLIO. Campurkan 2 zak pupuk kandang (100 Kg) (100 Kg) (100 Kg) + 1 botol SUPERNASA 250 gr + 1 kotak Natural GLIO 100 gr. Aduk merata, kemudian perciki dengan sedikit air. Masukkan karung kembali dan peram selama 1 bulan. Gunakan untuk mengisi tanah polybag. Ketika bibit akan dipindah ke lahan, berikan per lubang tanam 2 sendok makan.
  • Saat pembibitan, semprotkan per tangki + POC NASA 2 tutup
  • Sehari sebelum tanam, kocorkan ke bedengan Supernasa 1 sendok makan + air 10 liter gembor.
  • Rutin tiap 10 hari, semprotkan per tangki + POC NASA 3 tutup + HORMONIK 1 tutup.

Manfaat POC NASA + Hormonik

1 liter POC NASA setara dengan 1 ton pupuk kandang, mudah diserap tanaman karena sudah berupa ion, menggemburkan tanah yang keras, meningkatkan kualitas & kuantitas hasil panen, mengandung zat pengatur tumbuh (Hormon) untuk mempercepat pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Manfaat Supernasa

Menggemburkan dan menyuburkan kembali tanah yang keras & rusak akibat pemakaian pupuk kimia, membantu melarutkan residu pupuk kimia agar mudah diserap tanaman, mempercepat pertumbuhan tanaman, mengurangi kerontokan bunga & buah.

Manfaat Natural Glio

Agens Hayati yang berfungsi membasmi penyakit tanaman yang berasal dari pupuk kandang antara lain: lumpuh layu (layu fusarium), agar gada kobis, jamur akar putih, dll.

Hama Pengganggu Tanaman Bayam Merah

Meskipun bayam merah cukup mudah untuk dibudidayakan, tentu saja pada kenyataannya tidak akan semudah itu untuk menanam tanaman bayam merah ini. Ada beberapa hama pengganggu yang harus dikenali dan diwaspadai sebelum merusak kebun bayam anda.

Kondisi tanah dan cuaca di Indonesia memang mendukung untuk budidaya bayam merah. Akan lebih bagus apabila anda mulai menyemai benih bayam merah menjelang musim penghujan kaarena bayam merah akan lebih cepat tumbuh di musim ini. Akan tetapi harus diwaspadai beberapa gulma dan hama pengganggu yang bisa merusak panen bayam merah anda.

Ulat daun adalah hama utama yang biasa menyerang tanaman bayam. Sebaiknya anda rutin memeriksa kondisi tanaman bayam di kebun. Apabila anda menemukan daun yang berlubang-lubang dan munculnya ulat daun di kebun anda, segera lakukan langkah pengendalian. Anda cukup menyemprotkan pestisida atau cukup menyiangi daun-daun yang terserang ulat daun.

Kemudian, anda juga harus mewaspadai serangan kutu daun. Daun yang layu dan muncul lubang-lubang adalah tanda awal serangan hama kutu daun ini. Tidak perlu panik ataupun bingung, kutu daun dapat dengan mudah dibasmi dengan semprotan pestisida. Serangan lalat dan tungau juga acapkali merusakkan kebun bayam merah.

Ada pula serangan penyakit yang dapat menjadi musuh petani bayam merah. Penyakit busuk daun dapat dengan mudah merusakkan seluruh panenan anda. Penyakit ini disebabkan oleh munculnya cendawan musuh bayam merah. Semprotan fungisida biasanya dipilih untuk mengatasi penyakit ini.

Selain itu ada juga serangan rebah kecambah yang menyerang batang dan daun bayam merah. Juga ada penyakir karat putih yang sama-sama bisa dibasmi dengan penyemprotan fungisida.

Gunakan pestisida PENTANA yang hasilnya lebih bagus dari pestisida kimia yang harganya lebih dari 100 ribu. Mari kita wujudkan Indonesia GO Pestisida Organik.

Panen dan Pasca Panen Bayam Merah

Budidaya bayam bisa dipanen mulai 20 hari setelah tanam atau tinggi tanaman sekitar 20 cm. Dengan pencabutan rata-rata panen yang dihasilkan dalam satu hektar adalah 20 ton. Sedangkan pada budidaya bayam potong biasanya dipanen pada umur 1-1,5 bulan dengan interval pemerikan seminggu sekali.

Setelah dipanen cuci dan sortir tanaman. Sebelum dikirim, bayam diikat dengan bilah bambu, setiap 50 ikatan digambungkan dalam satu gabung. Simpan hasil panen budidaya bayam ditempat teduh karena bayam termasuk tanaman yang cepat layu.

Demikian pembasahan mengenai Cara Budidaya Bayam Merah. Semoga bermanfaat. Dapatkan Produk Pertanian Organik NASA untuk budidaya bayam merah, hanya dari distributor resmi PT Natural Nusantara.

Bagikan informasi tentang Peluang Usaha Budidaya Bayam Merah kepada teman atau kerabat Anda.

Peluang Usaha Budidaya Bayam Merah | PT.Natural Nusantara

Belum ada komentar untuk Peluang Usaha Budidaya Bayam Merah

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 17%
Rp 262.000 Rp 315.000
Ready Stock / P-LIVER
Rp 200.000
Ready Stock / AYLA
Rp 49.000
Ready Stock / Ginza
SIDEBAR